Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Syahbuddin, Haris"

Now showing 1 - 18 of 18
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Adagium Ilmu Tanah dan Tanaman dalam Praktek Pertanian Tanaman Pangan
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2020) Fagi, Achmad M.; Makarim, A. Karim; Syahbuddin, Haris
    Buku tentang tanah dan fisiologi tanaman untuk pertanian telah banyak ditulis oleh para ahli ilmu tanah dan ahli fisiologi tanaman bertaraf internasional. Isi dari buku-buku ilmu tanah dan juga buku-buku fisiologi tanaman bervariasi dalam hal tekanan terhadap objek bahasan, bergantung kepada daya tarik dari para ahli tersebut. Tetapi kalau dibaca secara seksama isi dari buku buku dalam disiplin ilmu yang sama saling melengkapi antara satu dan lainnya. Untuk menelaah isi dari buku-buku itu yang terdiri atas ratusan halaman per buku atau ribuan halaman secara keseluruhan perlu waktu yang tidak mungkin diluangkan oleh teknisi di lapang (Penyuluh Pertanian Spesialis-PPS, Penyuluh Pertanian Lapang-PPL), bahkan oleh mahasiswa dan peneliti sekalipun, apalagi oleh para pengambil keputusan yang kegiatan kesehariannya begitu banyak dan kompleks. Buku-buku ilmu tanah dan fisiologi tanaman dasar ditulis oleh para ahli pada era dimana isu-isu terkini belum timbul, karena pada saat itu hasil-hasil pertanian relatif masih dapat mencukupi kebutuhan minimal, sementara sejak pertengahan abad ke-20, mulai disadari bahwa pertambahan jumlah penduduk membutuhkan pangan dan papan yang semakin banyak, dan kelestaran lingkungan semakin mengkhawatirkan akibat dari tekanan jumlah penduduk itu. Pada situasi seperti dewasa ini wajar kalau muncul dua pilihan gagasan atau strategi tentang pembangunan pertanian: pertama, gagasan low-inputs traditional farming untuk kembali ke penerapan teknologi seperti pada era pra-industri; kedua, gagasan high inputs commercial farming yang lebih memperhatikan kebutuhan pangan dan papan penduduk yang terus meningkat. Pada tanaman pangan terigu, jagung dan padi alternatif/gagasan kedua berkonotasi dengan teknologi Revolusi Hijau.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Assessing Opportunities to Increase Yield and Profit in Rainfed Lowland Rice Systems in Indonesia
    (MDPI, 2021-04-15) Erythrina, Erythrina; Anshori, Arif; Bora, Charles Y.; Dewi, Dina O.; Lestari, Martina Sri; Mustaha, Muhammad A.; Remija, Khadijah E.; Rauf, Abdul W.; Mikasari, Wilda; Surdianto, Yanto; Suriadi, Ahmad; Darwis, Valeriana; Syahbuddin, Haris
    In this study, we aimed to improve rice farmers’ productivity and profitability in rainfed lowlands through appropriate crop and nutrient management by closing the rice yield gap during the dry season in the rainfed lowlands of Indonesia. The Integrated Crop Management package, involving recommended practices (RP) from the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD), were compared to the farmers’ current practices at ten farmer-participatory demonstration plots across ten provinces of Indonesia in 2019. The farmers’ practices (FP) usually involved using old varieties in their remaining land and following their existing fertilizer management methods. The results indicate that improved varieties and nutrient best management practices in rice production, along with water reservoir infrastructure and information access, contribute to increasing the productivity and profitability of rice farming. The mean rice yield increased significantly with RP compared with FP by 1.9 t ha 1 (ranges between 1.476 to 2.344 t ha 1 ), and net returns increased, after deducting the cost of fertilizers and machinery used for irrigation supplements, by USD 656 ha (ranges between USD 266.1 to 867.9 ha 1 ) per crop cycle. This represents an exploitable yield gap of 37%. Disaggregated by the wet climate of western Indonesia and eastern Indonesia’s dry climate, the RP increased rice productivity by 1.8 and 2.0 t ha 1 , with an additional net return gain per cycle of USD 600 and 712 ha 1 , respectively. These results suggest that there is considerable potential to increase the rice production output from lowland rainfed rice systems by increasing cropping intensity and productivity. Here, we lay out the potential for site-specific variety and nutrient management 1 with appropriate crop and supplemental irrigation as an ICM package, reducing the yield gap and increasing farmers’ yield and income during the dry season in Indonesia’s rainfed-prone areas.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Buku Saku Pedoman Teknis Kerja Sama Lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2021) Syahbuddin, Haris; Adriani, Erlita; Nugrahani, Nuning; Ariyanto, Agung
    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merupakan lembaga penghasil inovasi teknologi yang memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian. Balitbangtan sebagai lembaga litbang dituntut untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki melalui pengembangan jejaring kerja sama dengan pemangku kepentingan (stakeholders) dan mitra strategis di dalam dan luar negeri. Di dalam implementasinya, kegiatan kerja sama dihadapkan pada beberapa tantangan terkait mekanisme kerja sama, pengelolaan kekayaan intelektual dan kompensasi atas penggunaan aset negara, pengelolaan dan pemanfaatan hasil kerja sama bagi masing-masing pihak dan optimasi sumber daya. Untuk itu diperlukan pedoman teknis kerja sama penelitian dan pengembangan Balitbangtan yang dapat menjadi acuan pelaksanaan kerja sama
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Buku Saku Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS)
    (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, 2026) Sulaiman, Andi Amran; Djufry, Fadjry; Husnain; Syahbuddin, Haris; Nur, Amin; Rachman, Arief; Purnamayani, Rima; Sipahutar, Ibrahim Adamy; Rohaeni, Wage Ratna
    PM-AAS adalah sistem budidaya padi modern yang memanfaatkan teknologi, data, mekanisasi, dan pengelolaan presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha. Tujuan PM-AAS yaitu Hasil tinggi, biaya rendah, petani sejahtera, dan lingkungan tetap terjaga.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Deskripsi Varietas Unggul Tanaman Pangan 2010-2019
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2019) Syahbuddin, Haris; Hutapea, Ronald; Hikmat, Edi; Hasmi, Idrus; Koentjoro; Arvan, Rahmi Yuliani
    Pemerintah mencanangkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Dalam kurun 2010-2019 produksi tanaman pangan umumnya mengalami peningkatan yang cukup berarti dibandingkan dengan periode sebelumnya. Peningkatan produksi tanaman pangan tentu tidak lepas dari pemanfaatan inovasi teknologi khususnya Varietas Unggul Baru (VUB). Peran strategis benih VUB dalam sistem produksi pertanian tanaman pangan mengharuskan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) dengan beberapa unit penelitiannya untuk terus berupaya menghasilkan inovasi VUB yang mampu meningkatkan produksi, adaptif pada berbagai agroekosistem serta adaptif terhadap kondisi cekaman lingkungan tertentu. VUB yang dihasilkan Puslitbangtan selain memiliki keunggulan daya hasil yang tinggi, varietas unggul juga diupayakan memiliki karakteristik lainnya yang berkaitan dengan kualitas dan citarasa, umur tanaman, serta ketahanan terhadap cekaman biotik (hama dan penyakit) dan abiotik (kekeringan, banjir dan salinitas). Tidak kalah pentingnya adalah upaya merakit varietas yang penting bagi kesehatan seperti beras kaya besi (Fe) dan seng (Zn) atau mengandung indeks glikemik yang rendah. Jagung dan kedelai yang kaya akan protein, ubijalar kaya betakaroten dan antisianin, serta manfaat dan keunggulan khas lainnya dari VUB tanaman pangan. Sebagian besar varietas unggul padi, jagung komposit, dan kedelai yang ditanam petani dewasa ini adalah hasil rakitan Puslitbangtan. Melalui penelitian secara berkesinambungan Puslitbangtan terus berupaya melakukan pengkayaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya genetik tanaman pangan yang selanjutnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk merakit varietas unggul tipe baru dengan prospektif jangka panjang. Buku ini berisikan deskripsi varietas unggul baru padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar yang telah dilepas pada periode 2010-2019.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Embung: Sumber Air Alternatif Untuk Peningkatan Produktivitas Lahan Kering
    (Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Heryani, Nani; Sutrisno, Nono; Surmaini, Elza; Syahbuddin, Haris; Sawiyo
    Reservoir: Alternative of water resources to increase upland productivity. Watershed's patch capacity escalation by made reservoir could be diminishing runoff volume and enhancing of soil water content. The purposed of the research was enhanced water resources availability dan crops productivity in upland area. The research was conducted in Cianjur regency. In the initial step we bring about Rapid Rural Apraisal (RRA), besides that climate and soil resouces. All of the information were analysed by economic and crop water balance. The implementation of water balance analysis were conducted by field experiment on chili. The results of the experiment showed that chili plantation in the end of dry season or the early of rainy season (Oct. 2 and 9, 2003), on the early planting time indicated unsatisfied crop's growing. In the early planting date on Oct 2, 2003, the crops.had been suffered from water stress indicated by ETRIETM ratio bellow 0.65. The planting date of Oct. 2 and 9, 2003 showed relative yield lost about 7 and 1 %. Reservoir could be utilized as a source of suplement irrigation at dry season, and increased the planting area. Key words: water resources, suplement irrigation, land productivity
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Jejak Implementasi Perjanjian Internasional SDGTPP di Indonesia
    (IAARD Press, 2022) Djufry, Fadjry; Mastur; Syahbuddin, Haris; Lestari, Puji; Hidayatun, Nurul; Adriani, Erlita; Nugrahani, Nuning
    Komitmen Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan global ditunjukkan melalui perannya dalam kancah internasional khususnya keanggotaan Indonesia di Traktat/Perjanjian Internasional Sumber Daya Genetik Tanaman Pangan dan Pertanian (SDGTPP) atau International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA), FAO sejak 2006. Indonesia aktif berpartisipasi dalam agenda rutin sesuai elemen Traktat maupun melalui pertemuan tiap dua tahunan Badan Pengatur (Governing Body). Indonesia berusaha mengimplementasikan Traktat Internasional ini berdasarkan hak dan kewajiban sebagai anggota seperti tertera dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2006 tentang Pengesahan Perjanjian Internasional SDGTPP, sehingga memerlukan dukungan semua pihak tidak hanya dari institusi pemerintah, namun juga LSM, perguruan tinggi dan semua elemen masyarakat yang aktivitasnya melibatkan SDGTPP. Buku ini bertujuan untuk membantu memberi pemahaman apa sebenarnya Perjanjian atau Traktat Internasional SDGTPP, dan mensosialisasikan aktivitas dan jejak Indonesia sebagai negara anggota yang terikat pada perjanjian.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Lahan Rawa : Penelitian dan Pengembangan
    (IAARD Press, 2013) Haryono; Noor, Muhammad; Syahbuddin, Haris; Sarwani, Muhrizal
    Buku ini merupakan rangkuman dari berbagai hasil penelitian dan pengalaman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam pengelolaan lahan rawa, yang diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan lahan rawa untuk pertanian ke depan. Buku ini disusun dalam tujuh bab utama. Bab 1 berisi pengertian dan perspektif lahan rawa, Bab 2 memaparkan sejarah penelitian dan pengembangan lahan rawa di Indonesia, Bab 3 tentang persepsi dan pandangan masyarakat terhadap lahan rawa, Bab 4 mengemukakan sifat dan ciri lahan rawa, Bab 5 mengungkapkan kondisi sosial ekonomi dan budaya petani pada agroekosistem rawa, Bab 6 tentang inovasi teknologi pertanian lahan rawa, dan Bab 7 tentang arah pengembangan pertanian lahan rawa ke depan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pedoman Teknis Kerjasama lingkup Balitbangtan
    (Balitbangtan, 2020-12-05) Syahbuddin, Haris; Andriani, Erlita; Nugrahani, Nuning; Ariyanto, Agung; Balitbangtan
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pemantauan Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Melalui Citra Satelit
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Runtunuwu, Eleonora; Irianto, Gatot; Syahbuddin, Haris; Abidin, Z; Susanti, Erni
    Availability of land is critical in maintaining food security, yet the conversion of productive agricultural land for other uses can still not be protected. Accurate data and information concerning the land conversion are needed. Central Statistic Agency or BPS as the main source of data has provided the land conversion data, which in many cases the accuracy is still under considerable debate. In recent years the satellite imagery has been used by many scientists to monitor detail land use change in varies purposes and scales. Series of Landsat TM of July 1992, July 1997, July 2001, December 2001, April 2002 and land use collected from BPS were used to monitor paddy fields conversion by delineating the recent area of cropping and harvesting in the northern coastal area of West Java in the districts of Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu and Subang. Analysis of satellite images provides accurate results in delineating spatial and temporal land use change. In the northern coastal area of West Java, as large as 11.355 ha of productive paddy fields has been converted to other uses during the period of 1992 t0 2001. As the rate of paddy fields conversion in the northern coastal area of West Java has been noted approximately 1.300 ha annually, as large as 26.000 ha of the productive paddy fields will disappear after 20 years. This condition is being a factor, which is very risky for food security development. To avoid this risky, land conversion control must be strengthen and the law enforcing the paddy fields conversion has to be implemented. Key words: paddy fields conversion, satellite imagery, northern coast of west java, spatial and temporal change of land use
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Penyesuaian Pola Dan Kalender Tanam Lahan Sawah Dalam Mensukseskan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN)
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2007-02-01) Syahbuddin, Haris; Runtunuwu, Eleonora
    Dinamika iklim Indonesia tergambar melalui variabilitas iklim dalam ruang (antar daerah/wilayah, perbedaan topografi) dan waktu (musim, antar musim, tahun dan antar tahun). Tantangan ini kian berat dengan meningkatnya frekuensi anomali iklim bersamaan dengan peningkatan suhu udara dalam dua dekade terakhir yang mengakibatkan perubahan iklim global (global climate change). Perubahan iklim global menyebabkan perubahan pola hujan dan semakin sering terjadinya kondisi iklim ekstrim baik basah maupun kering. Perubahan iklim tersebut sudah tidak menjadi issue saja tetapi sesuatu yang telah terjadi baik secara global (Runtunuwu, 2006), regional maupun lokal (Syahbuddin, et al., 2005). Berkaitan dengan luas tanam padi nasional, menunjukkan bahwa iklim sangat mempengaruhi luasan panen padi baik pada saat El Nino (82/83, 86/87, 87/88, 91-95, 97/98, 02/03, 04/05), La Nina (88/89,98/99,99/00,00/01), maupun bencana alam. Fakta ini menunjukkan perubahan perilaku iklim menyebabkan terjadinya perubahan terhadap luas tanam yang diterapkan petani, yang sangat mempengaruhi produksi. Viet et al., (2001) menyimpulkan bahwa untuk dapat beradaptasi dengan perubahan iklim perlu dilakukan perubahan baik kalender tanam, pola tanam, maupun rotasi penanaman untuk setiap zone agroekologi. Bagi sektor pertanian dampak variabilitas dan ketidakteraturan perilaku serta perubahan iklim tersebut sangat berpengaruh nyata, terutama dalam kaitannya dengan ketersediaan air dan energi bahang (heat energy). Kedua faktor kunci bagi pertumbuhan tanaman tersebut sangat ditentukan oleh curah hujan, radiasi surya dan temperatur yang diterima oleh permukaan tanah dan daun tanaman. Curah hujan baik jumlah, intensitas maupun distribusi akan mempengaruhi aktifitas budidaya pertanian di lahan kering dan beririgasi. Awai musim hujan menentukan ketersediaan air dalam tanah, sungai, situ dan waduk yang dipergunakan untuk pertanian. Penetapan awal musim hujan ini menjadi faktor penting untuk penetapan awal, periode dan areal tanam terutama usahatani tanaman pangan di lahan kering (dry land farming system). Selain itu awal musim hujan juga digunakan oleh petani lahan basah atau sawah (irrigated farming system) minimal sebagai awal persiapan/pengolahan tanah. Di lapang usahatani lahan kering sering menemui kendala air selama masa tanam, khususnya pada kondisi dimana intensitas curah hujan tinggi pada waktu yang pendek atau pada periode kering yang lebih panjang dari normal. Dalam usahatani padi di lahan sawah beririgasi terdapat senjang waktu yang sangat lebar (1-2 bulan) antara awal musim hujan, penggelontoran air waduk ke sawah, dengan awal tanam yang dilakukan oleh petani, seperti di jalur pantura Jawa Barat. Pada kondisi musim kering yang berkepanjangan, seperti El-Nino, awal tanam menjadi lebih mundur dari normal seperti yang teramati pada periode Oktober-November tahun 2006. Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) merupakan program yang mengupayakan agar Indonesia mandiri dalam hal pangan, dalam hal ini beras, sebagai kunci dari ketahanan pangan nasional. P2BN menargetkan produksi beras sobesar 2 juta ton pada tahun 2007 dan peningkatan 5% per tahun sampai tahun 2009, Untuk monunjang P2BN tersebut dirasa perlu penataan ulang pola tanam tanaman pangan melalui kegiatan idontifikasl, dinamisasi dan penyesuaian kalender tanam sejalan dengan fenomena iklim
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Peta Prediksi Tanam dan Kebutuhan Air Komoditas Strategis Perkebunan
    (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2019) Subagyono, Kasdi; Dikin, Antarjo; Gunadi, Dudi; Harmanto; Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Pramudia, Aris; Syahbuddin, Haris; Ripaldi, Adi; Nugroho, Anindito Adi; Misnawati; Firda, Dariin; Ronal, Muhamad; Agustian, Moh; Las, Irsal; Maya, Deden Indra Teja; Widarto, Heru Tri; Arsiah; Sukanadi, Ketut Ayu; Rulianti, Ebi; Direktorat Jenderal Perkebunan
    Air merupakan salah satu faktor penting dalam usaha meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan. Salah satu kendala dalam usaha peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan yaitu kekurangan air terutama pada saat musim kemarau. Untuk mengurangi risiko kegagalan panen akibat kondisi tersebut, perlu disusun informasi mengenai prediksi tanam dan kebutuhan air terutama pada wilayah-wilayah pengembangan komoditas strategis perkebunan. Informasi tersebut selanjutnya akan menjadi pedoman dalam menentukan jadwal tanam yang tepat, melakukan antisipasi kekurangan air terutama apabila penanaman dilakukan di luar musim (off season). Sehubungan dengan kebutuhan akan informasi-informasi tersebut, maka disusunlah Buku Peta Prediksi Tanam dan Kebutuhan Air Komoditas Strategis Perkebunan yang merupakan kerjasama antara Direktorat Jenderal Perkebunan dengan Balai Agro Klimat dan Hidrologi ± Badan Litbang Pertanian, mencakup informasi mengenai tentang prediksi tanam dan kebutuhan air untuk 10 komoditas strategis perkebunan (Lada, Pala, Cengkeh, Tebu, Kelapa Dalam, Kelapa Sawit, Karet, Kakao, Kopi dan Teh) pada provinsi pelaksana kegiatan pengembangan komoditas perkebunan tahun anggaran 2019
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Gugus Tugas Kalender Tanam Terpadu dan Perubahan Iklim
    (2013-01-02) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Tim Katam Terpadu Balitbangtan; Syahbuddin, Haris
    -
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Kartiwa, Budi; Heryani, Nani; Rejekiningrum, Popi; Susanti, Erni; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Haryono; Sosiawan, Hendri; Sutrisno, Nono; Hamdani, Adang; Talaohu, Sidik Hadi; Sudarman, Kurmen; Pramudia, Aris; Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Husen, Edi; Syahbuddin, Haris; Nursyamsi, Dedi
    Petunjuk teknis (Juknis) Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer merupakan pedoman bagi: (1) koordinator POPT Kabupaten (Dinas Pertanian), (2) Danramil wilayah kekeringan (KODIM), (3) koordinator Liaison Officer (LO) Upaya Khusus (UPSUS) BPTP, di 14 provinsi yang terkena kekeringan, serta (4) beberapa eselon 2 dan 3 Balitbangtan, (5) Eselon 2 dan 3 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, (6) eselon 2 dan 3 Ditjen Tanaman Pangan, dan (7) Tim kekeringan Kementerian Pertanian. Juknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer terdiri atas: (1) pendahuluan, (2) jenis-jenis sumber dan bangunan air, (3) identifikasi sumber dan bangunan air eksisting, (4) identifikasi dan pengembangan sumber dan bangunan air baru, (5) perawatan sumber dan bangunan air, dan (6) pelaporan hasil
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Rekomendasi Budidaya Padi pada Berbagai Agroekosistem
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2020) Susanti, Zuziana; Rumanti, Indrastuti A; Rahmini; Sukarman; Mulyani, Anny; Setyorini, Diah; Syahbuddin, Haris; Sasmita, Priatna; Widowari, Ladiyani Retno; Anggara, Agus Wahyana; Wijanarko, Andy; Nugroho, Yudhistira; Suprihanto; Hasmi, Idrus; Rohaeni, Wage Ratna; Handoko, Dody Dwi; Susanto, Untung; Safitri, Heni; Hairmansis, Aris; Widyantoro; Kasno, A.; Jumali; Roza, Celvia; Norvyani, Mutya; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Road Map Penelitian dan Pengembangan Lahan Kering
    (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, 2014) Las, Irsal; Agus, Fahmuddin; Nursyamsi, Dedi; Husen, Edi; Sutriadi, Teddy; Wiratno; Syahbuddin, Haris; Jamil, Ali; Ritung, Sofyan; Mulyani, Anny; Hendrayana, Rahmat; Dariah, Ai; Suryani, Erna; Sulaeman, Yiyi; Nurida, Neneng L.; Rejekiningrum, Popi
    Eksistensi lahan kering di Indonesia memiliki peran strategis mendukung pembangunan menuju pertanian bioindustri berkelanjutan. Peran strategis lahan kering tersebut ditunjukkan antara lain oleh potensi areal yang luas, adanya peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan komoditas komersial (perkebunan, hortikultura dan peternakan), dapat mengkompensasi produksi pertanian karena lahannya terdegradasi, dan karena konversi lahan. "Road Map Penelitian dan Pengembangan Lahan Kering Mendukung Pertanian Bioindustri Berkelanjutan" disusun untuk memberikan arahan secara koseptual dan komprehensif berlandaskan tag line Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian "Science. Innovation. Networks", serta memuat bahasan antara lain: (1) potensi, karakteristik dan permasalahan lahan kering; (2) state of the art pengembangan IPTEK lahan kering; (3) arah, strategi, dan road map penelitian dan pengembangan lahan kering; dan (4) konsep dan strategi pengembangan lahan kering untuk mendukung pembangunan pertanian bioindustri berkelanjutan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Road Map Strategi Sektor Pertanian Menghadapi Perubahan Iklim
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2011) Las, Irsal; Runtuwutu, Eleonora; Surmaini, Elza; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Amien, Istiqlal; Rejekiningrum, Popi; Pujilestari, Nurwindah; Unadi, Astu; Agus, Fahmudin; Susanti, Erni; Syahbuddin, Haris; Makarim, A.K; Irawan; Suwandi; Mudiarsa, Ketut G.; Wijayanti, Ari; Sutrisno, Nono; Noble, Pither; Wahyunto; Thalib, Amlius; Hamdani, Adang; Haryono
    Perubahan iklim telah dan akan mengancam hampir semua lini kehidupan di muka bumi. Peningkatan suhu udara, kekeringan, banjir, dan badai topan adalah dampak langsung dari perubahan iklim. Fenomena alam ini telah terjadi di berbagai belahan dunia dan menimbulkan kerugian besar, termasuk penurunan produksi pertanian. Sektor pertanian paling peka terhadap perubahan iklim yang mengubah sistem produksi dan pola tanam. Di sisi lain, pertanian berperan penting dalam kehidupan umat manusia, baik sebagai sumber pangan maupun industri yang menggerakkan roda perekonomian. Meski peka terhadap iklim, sektor pertanian potensial dalam hal mitigasi. Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia dan terus meningkat dari tahun ke tahun dituntut untuk mampu menyediakan pangan bagi semua lapisan masyarakat. Di sisi lain, dinamika pembangunan nasional berdampak terhadap konversi lahan pertanian dan sosial-ekonomi masyarakat. Hal ini merupakan tantangan yang perlu dicarikan jalan keluarnya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Tanaman Pangan Fungsional Kaya Antioksidan
    (IAARD Press, 2020-04-02) Mejaya, Made J.; Syahbuddin, Haris; Balitbangtan

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback