Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Susanti, Erni"

Now showing 1 - 6 of 6
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Dampak Perubahan Iklim Terhadap Serangan Layu Fusarium Pada Pisang
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2013-11-30) Suciantini; Susanti, Erni
    Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam pengembangan suatu komoditas adalah unsur iklim/cuaca. Iklim/cuaca merupakan salah satu komponen ekosistem (bio-fisik) yang proses dan dinamikanya dipengaruhi oleh faktor global dan berada di luar atmosfer. Secara garis besar unsur-unsur cuaca/iklim mempengaruhi kehidupan tanaman sehingga dapat dianggap sebagai faktor pembatas. Reaksi tanaman terhadap unsur-unsur iklim/cuaca sendiri cukup sulit untuk diperkirakan karena sistem yang dihadapi cukup rumit. Pertumbuhan dan kualitas tanaman tergantung pada interaksi antara faktor lingkungan dengan faktor genetik setiap tanaman. Perubahan iklim menimbulkan dampak pada berbagai sektor pembangunan dan berbagai aspek kehidupan. Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat terpengaruh oleh perubahan iklim, terutama pada tanaman semusim, seperti yang terjadi pada tanaman pangan dan hortikultura. Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dipengaruhi oleh kerentanan suatu sistem. Dampak netto yang ditimbulkan merupakan selisih antara pengaruh awal dengan daya adaptasi sistem tersebut. IPCC (2001) menggolongkan resiko akibat perubahan iklim menjadi risiko ekstrim sederhana dan risiko ekstrim komplek. Perubahan yang terjadi dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Dampak perubahan iklim pada produk hortikultura tergantung pada jenis komoditas dan lokasi pembudidayaan. Secara signifikan, dampaknya terhadap tanaman pangan maupun hortikultura diyakini dapat mengubah baik produksi maupun kerentanan terhadap penyakit tanaman, yang akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan pendapatan. Perubahan iklim dapat menyebabkan terjadinya penurunan hasil pertanian, yang diakibatkan karena kekeringan, kebanjiran, atau meningkatnya serangan OPT. Meningkatnya serangan OPT dapat mengakibatkan gagal panen yang pada akhirnya menyebabkan penurunan hasil yang signifikan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan CGIAR mengenai perubahan iklim, pertanian dan ketahanan pangan (CCAFS) menyoroti bagaimana perubahan iklim akan berdampak pada tanaman yang sangat penting untuk ketahanan pangan di Negara berkembang, dan strategi adaptasi yang digunakan untuk mengurangi dampak tersebut (http:/ccafs.cgiar.org/node/754). Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) juga terpengaruh oleh perubahan iklim. Pada beberapa kasus perubahan iklim menyebabkan hama penyakit meluas serangannya, menjadi pemicu ledakan hama penyakit atau timbulnya jenis OPT yang baru yang menyerang atau terjadi kekebalan hama penyakit tertentu terhadap jenis pestisida yang digunakan. Sebagai contoh, menurut Susanti (2010), kejadian La-Nina tahun 2010 menjadi pemicu ledakan WBC pada tanaman padi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Informasi Potensi Kejadian Banjir Kekeringan dan Serangan OPT Pada Tanaman Padi, Jagung, dan Kedelai Pada MT II (Februari - Mei) 2014
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2014-08-01) Susanti, Erni; Suciantini; Ramadhani, Fadhlullah
    Untuk mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional , Kemneterian Pertanian dengan koordinator Badan Litbang Pertanian mengembangkan Kalender Tanam Terpadu, yang menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam penyusunan rencana pengelolaan pertanian tanaman pangan di tingkat Kecamatan. Informasi yang ada di kalender tanam diantaranya adalah estimasi awal waktu tanam musim tanam ke depan berdasarkan prediksi iklim, yang dilengkapi dengan informasi rawan rawan bencana banjir, kekeringan, dan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta rekomendasi teknologi berupa varietas, benih, dan pemupukan berimbang.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pemantauan Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Melalui Citra Satelit
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Runtunuwu, Eleonora; Irianto, Gatot; Syahbuddin, Haris; Abidin, Z; Susanti, Erni
    Availability of land is critical in maintaining food security, yet the conversion of productive agricultural land for other uses can still not be protected. Accurate data and information concerning the land conversion are needed. Central Statistic Agency or BPS as the main source of data has provided the land conversion data, which in many cases the accuracy is still under considerable debate. In recent years the satellite imagery has been used by many scientists to monitor detail land use change in varies purposes and scales. Series of Landsat TM of July 1992, July 1997, July 2001, December 2001, April 2002 and land use collected from BPS were used to monitor paddy fields conversion by delineating the recent area of cropping and harvesting in the northern coastal area of West Java in the districts of Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu and Subang. Analysis of satellite images provides accurate results in delineating spatial and temporal land use change. In the northern coastal area of West Java, as large as 11.355 ha of productive paddy fields has been converted to other uses during the period of 1992 t0 2001. As the rate of paddy fields conversion in the northern coastal area of West Java has been noted approximately 1.300 ha annually, as large as 26.000 ha of the productive paddy fields will disappear after 20 years. This condition is being a factor, which is very risky for food security development. To avoid this risky, land conversion control must be strengthen and the law enforcing the paddy fields conversion has to be implemented. Key words: paddy fields conversion, satellite imagery, northern coast of west java, spatial and temporal change of land use
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Kartiwa, Budi; Heryani, Nani; Rejekiningrum, Popi; Susanti, Erni; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Haryono; Sosiawan, Hendri; Sutrisno, Nono; Hamdani, Adang; Talaohu, Sidik Hadi; Sudarman, Kurmen; Pramudia, Aris; Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Husen, Edi; Syahbuddin, Haris; Nursyamsi, Dedi
    Petunjuk teknis (Juknis) Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer merupakan pedoman bagi: (1) koordinator POPT Kabupaten (Dinas Pertanian), (2) Danramil wilayah kekeringan (KODIM), (3) koordinator Liaison Officer (LO) Upaya Khusus (UPSUS) BPTP, di 14 provinsi yang terkena kekeringan, serta (4) beberapa eselon 2 dan 3 Balitbangtan, (5) Eselon 2 dan 3 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, (6) eselon 2 dan 3 Ditjen Tanaman Pangan, dan (7) Tim kekeringan Kementerian Pertanian. Juknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer terdiri atas: (1) pendahuluan, (2) jenis-jenis sumber dan bangunan air, (3) identifikasi sumber dan bangunan air eksisting, (4) identifikasi dan pengembangan sumber dan bangunan air baru, (5) perawatan sumber dan bangunan air, dan (6) pelaporan hasil
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Potensi Dan Pemanfaatan Sumber Daya Air Untuk Pengembangan Pertanaman Kapas Dan Palawija Pada Lahan Tadah Hujan
    (Balittas, 2006) Surmaini, Irianto,Gatot Elza; Susanti, Erni; Balittas
    Hasil penelitian strategi pendayagunaan sumber daya air pada lahan kering untuk pengembangan kapas dan pala-wija pada lahan tadah hujan dibahas pada tulisan ini. Tiga strategi pendekatan: (a) prakiraan curah hujan bulanan selama 6 bulan ke depan yang diikuti dengan analisis peubah musim, (b) penentuan saat dan pola tanam yang tepat berdasarkan kesesuaian lahan dan ketersediaan air, (c) pengembangan ’water harvesting’ dan irigasi suplementer merupakan pilihan yang menjanjikan. Selain dapat memanfaatkan periode masa tanam yang terbatas pada lahan kering, maka strategi pendekatan tersebut juga dapat mengoptimalkan luas tanam, produksi, dan indeks per tanam sekaligus menekan risiko kekeringan (’drought risk’). Pilihan pengembangan kapas di lahan tadah hujan dengan menyelesaikan kendala uta-manya diharapkan dapat mendayagunakan lahan tadah hujan yang selama ini underutilized. Diperlukan pilot project dalam implementasi ketiga strategi tersebut di lapangan, agar dapat diidentifikasi keunggulan dan kekurangannya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Road Map Strategi Sektor Pertanian Menghadapi Perubahan Iklim
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2011) Las, Irsal; Runtuwutu, Eleonora; Surmaini, Elza; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Amien, Istiqlal; Rejekiningrum, Popi; Pujilestari, Nurwindah; Unadi, Astu; Agus, Fahmudin; Susanti, Erni; Syahbuddin, Haris; Makarim, A.K; Irawan; Suwandi; Mudiarsa, Ketut G.; Wijayanti, Ari; Sutrisno, Nono; Noble, Pither; Wahyunto; Thalib, Amlius; Hamdani, Adang; Haryono
    Perubahan iklim telah dan akan mengancam hampir semua lini kehidupan di muka bumi. Peningkatan suhu udara, kekeringan, banjir, dan badai topan adalah dampak langsung dari perubahan iklim. Fenomena alam ini telah terjadi di berbagai belahan dunia dan menimbulkan kerugian besar, termasuk penurunan produksi pertanian. Sektor pertanian paling peka terhadap perubahan iklim yang mengubah sistem produksi dan pola tanam. Di sisi lain, pertanian berperan penting dalam kehidupan umat manusia, baik sebagai sumber pangan maupun industri yang menggerakkan roda perekonomian. Meski peka terhadap iklim, sektor pertanian potensial dalam hal mitigasi. Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia dan terus meningkat dari tahun ke tahun dituntut untuk mampu menyediakan pangan bagi semua lapisan masyarakat. Di sisi lain, dinamika pembangunan nasional berdampak terhadap konversi lahan pertanian dan sosial-ekonomi masyarakat. Hal ini merupakan tantangan yang perlu dicarikan jalan keluarnya.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback