Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Suryana, Esty Asriyana"

Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Dinamika tingkat kemandirian pangan: implikasinya terhadap kebijakan ketahanan pangan nasional
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2025-08-13) Wahida; Perdana, Resty Puspa; Septanti, Kartika Sari; Suryana, Esty Asriyana; Ulpah, Amalia; Raharjo, Agus Saras Sri; Suharyono, Sri; Yuliani, Fitria
    Kemandirian pangan adalah kemampuan suatu negara memproduksi beragam jenis pangan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup bagi seluruh penduduk dengan harga terjangkau. Kemandirian pangan nasional sangat penting dalam menghadapi berbagai guncangan nasional dan global terhadap sistem pangan. Tulisan ini menganalisis perkembangan kemandirian pangan secara agregat dan untuk beberapa komoditas strategis sebagai bahan untuk penyusunan rekomendasi kebijakan dalam mencapai ketahanan pangan. Kajian ini dilaksanakan bulan Juli hingga Desember 2023 menggunakan data sekunder food balance sheet tahun 1961 sampai 2021 dari Food and Agriculture Organization (FAO). Hasil analisis menunjukkan kemandirian pangan Indonesia memiliki kecenderungan menurun yang diindikasikan melalui penurunan pangsa penyediaan pangan dari produksi dalam negeri, yang berpotensi mengancam kestabilan pasokan dan harga pangan akibat ketergantungan yang tinggi terhadap impor. Dalam rangka mendorong pencapaian kemandirian pangan diperlukan upaya peningkatan produksi melalui pemberian kemudahan akses terhadap input produksi, optimalisasi lahan marjinal, evaluasi dan reformulasi kebijakan perlindungan lahan, peningkatan akses petani terhadap teknologi, peningkatan peran generasi muda di bidang pertanian, serta kebijakan harga jual komoditas yang mendukung kesejahteraan petani. Upaya khusus peningkatan produksi untuk padi dengan penerapan pendekatan agroekologi, untuk jagung dengan merevitalisasi irigasi lahan kering produktif, untuk daging sapi dengan dengan transportasi berpendingin, untuk daging dan telur ayam dengan melindungi peternak kecil, dan untuk gula dengan merevitalisasi pabrik-pabrik gula. Selain itu, pemerintah perlu mempercepat diversifikasi konsumsi dan produksi pangan berbasis pangan lokal dan penguatan usahan mikro, kecil dan menengah (UMKM) pengolahan pangan. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n1.2025.37-55
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Implementasi kebijakan usaha pakan untuk mendukung pengembangan industri perunggasan
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-06-25) Shaffitri, Lidya Rahma; Wahida; Perdana, Resty Puspa; Ilham, Nyak; Suryana, Esty Asriyana
    Bahan baku utama pakan ternak ayam ras pedaging adalah jagung. Hingga saat ini, jagung yang digunakan untuk pakan ternak sebagian besar masih berasal dari impor. Kebijakan untuk mendukung pemanfaatan bahan baku pakan lokal selain jagung dan kedelai dengan harga murah menjadi penting untuk meningkatkan daya saing usaha daging ayam ras pedaging. Kebijakan pelarangan penggunaan antibiotic growth promoter (AGP) pada pakan belum banyak diikuti karena kekhawatiran peternak akan berdampak pada penurunan performa ayam ras pedaging. Tujuan kajian ini yaitu mengidentifikasi regulasi terkait pengembangan industri pakan ayam ras pedaging dan mengevaluasi implementasinya. Kajian dilakukan di Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan pada tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan kunci dan diskusi grup terfokus. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan kerangka siklus kebijakan–modifikasi (modified OECD policy-cycle). Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam rangka mendorong efisiensi industri ayam ras pedaging nasional diperlukan kebijakan pengembangan bahan pakan lokal sebagai sumber energi dan protein dengan kualitas dan kuantitas yang cukup serta harga yang bersaing. Pelarangan penggunaan AGP hendaknya diikuti dengan pengawasan serta upaya untuk mendorong produksi pengganti AGP dari bahan baku herbal secara massal. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.1-15
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Model pengembangan agroindustri sorgum mendukung diversifikasi pangan: studi kasus di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-01-29) Mulyawanti, Ira; Suryana, Esty Asriyana; Winarti, C H; Munarso, S Joni
    Diversifikasi pangan merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengatasi ancaman krisis pangan yang saat ini terjadi akibat perubahan iklim dan tensi geopolitik. Sumber pangan nonberas dan nongandum berpotensi untuk dikembangkan dalam mendukung diversifikasi pangan, salah satunya adalah sorgum. Sorgum mudah dibudidayakan karena memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap lingkungannya untuk tumbuh. Sorgum juga kaya gizi dan memiliki komponen fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan agroindustri sorgum dengan studi kasus di Kabupaten Flores Timur (Flotim) , Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Analisis dilakukan melalui observasi lapangan, intervensi teknologi, wawancara, koordinasi dan beberapa Grup Diskusi Terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan agroindustri sorgum dapat diterapkan pada seluruh rantai nilai sorgum. Peningkatan dan penguatan kapasitas kelembagaan petani ditemukan sebagai strategi kunci yang penting untuk mendukung Kabupaten Flotim sebagai pusat pengembangan pangan lokal berbasis sorgum di Provinsi NTT. Peningkatan peran dan kapasitas kelompok tani dan koperasi petani sorgum menjadi penopang utama keberhasilan penguatan korporasi petani sorgum di wilayah ini. Sosialisasi, promosi, dan pengembangan produsen/gerai pangan berbahan dasar sorgum perlu diperluas dan diperkuat tidak hanya di wilayah studi, tetapi juga di Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT untuk memperluas akses pemasaran pangan berbasis sorgum di luar provinsi. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.187-198
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Budi Daya Porang
    (Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanain, 2021) Sasmita, priatna; Mastur; Syamsyuri, prayudi; Sundari, titik; Anggara, agus wahyana; Subekti, nuning Argo; Wardana,i putu; Patriyahwati, Nia Romania; Ramadhan, Rizky Prayoga; Radianto, Haryo; Herawaty, Heny; Tabunan, Ika Roosita; Nugrahaeni, Novita; Baliadi, yuliantoro; Utomo, joko Susilo; Koenjoro,Bambang Sri; Indriani, Febria Cahya; Trustinah; Yusnawan, eriyanto; Hapsari, Tri ratri; Amanah, Amri; Mutmaidah, siti; Sutrisno; Sukmaja, Deden; Supriyati, yanti; Purmaningsih, ragapadmi; kamsiati, elmi; Widowati, sri; Soemantri, Agus Supriatna; Usmiati, Sri; Haliza,Winda; Sunarmani; Suryana, Esty Asriyana
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Budi Daya Porang : Teknologi Budi Daya, Produksi Benih, Perbanyakan Tanaman Secara Kultur Jaringan, dan Pascapanen
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2021) Sasmita, Priatna; Mastur; Syamsuri, Prayudi; Sundari, Titik; Anggara, Agus Wahyana; Subekti, Nuning Argo; Wardana, I Putu; Patriyawaty, Nia Romania; Ramadhan, Rizky Prayogo; Radianto, Haryo; Herawaty, Heny; Tabunan, Ika Roostika; Nugrahaeni, Novita; Baliadi, Yuliantoro; Utomo, Joko Susilo; Indriani, Febria Cahya; Trustinah; Yusnawan, Eriyanto; Hapsari, Ratri Tri; Mutmaidah, Siti; Sutrisno; Sukmaja, Deden; Supriati, Yati; Purmaningsih, Ragapadmi; Kamsiati, Elmi; Widowati, Sri; Soemantri, Agus Supriatna; Usmiati, Sri; Haliza, Winda; Sunarmani; Suryana, Esty Asriyana
    Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan komoditas pangan yang potensial dikembangkan di Indonesia karena nilai ekonomi yang dimiliki. Komoditas ini mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga prospektif dijadikan sebagai bahan baku industri pangan dan obat-obatan. Peluang ekspor dan pasar produk porang masih terbuka lebar dikaitkan dengan semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan pangan fungsional. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan porang diantaranya belum tersedianya benih dalam jumlah memadai dan sebagian besar petani belum mengetahui manfaat dan teknologi budi daya dan pascapanen komoditas porang. Oleh karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah, untuk mengatasi permasalahan yang ada sekaligus sosialisasi pengembangan porang. Dari aspek teknis pengembangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan teknologi produksi benih, budi daya, panen, dan pascapanen porang melalui berbagai penelitian.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Strategi pengurangan kehilangan pascapanen produk hortikultura
    (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-12-27) Mulyawanti, Ira; Suryana, Esty Asriyana
    Komoditas hortikultura merupakan produk pangan yang memiliki tingkat kehilangan pascapanen yang paling tinggi karena aktivitas fisiologi masih terus berlangsung setelah panen. Kajian kehilangan pascapanen perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kehilangan pascapanen komoditas tersebut sehingga dapat disusun strategi untuk menguranginya. Kajian dilakukan melalui kegiatan observasi lapang, focus group duscussion, wawancara, dan studi literatur, kemudian dilakukan ekstraksi tema dari data dan analisis hubungan antara tema-tema tersebut serta faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kehilangan pascapanen. Hasil kajian menunjukkan penyebab utama terjadinya kehilangan produk hortikultura antara lain oleh teknik dan waktu pemanenan yang kurang tepat, Good Handling Practice (GHP) tidak diimplementasikan baik, kualitas ruang penyimpanan yang kurang optimal, akses pada teknologi pascapanen kurang, dan rantai pasok yang kurang efisien. Alternatif kebijakan untuk menekan kehilangan pascapanen hortikultura adalah meningkatkan pemanfaatan teknologi pascapanen, menyederhanakan rantai pasok, dan menerapkan teknologi pengolahan pascapanen. Untuk itu, diperlukan kemitraan antarpelaku usaha agribisnis hortikultura (lembaga pemerintah dan sektor swasta) dalam pemberdayaan petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok, penciptaan dan penyebaran teknologi untuk mengurangi kehilangan dan pemborosan, distribusi dan pemasaran, serta penyediaan dan rehabilitasi prasarana pertanian. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i2.183-194
  • No Thumbnail Available
    Item
    TANTANGAN DAN STRATEGI KEBIJAKAN PENGURANGAN LIMBAH PANGAN DI INDONESIA
    (PSEKP, ) Suryana, Esty Asriyana; Effendi, Mohammad Wiryadi; Luna, Prima

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback