Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Supriyati"

Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Bungkil Inti Sawit Terproteksi Molases sebagai Sumber Protein pada Kambing Peranakan Etawah Jantan Muda
    (Balai Penelitian Ternak, 2011) Supriyati; B. Haryanto
    Bungkil inti sawit mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi namun degradasi di dalam rumen sangat tinggi sehingga kehilangan fungsinya sebagai sumber protein untuk ternak. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh pemberian bungkil inti sawit terproteksi molasses (BIS-M) terhadap pertumbuhan kambing PE jantan muda. Dua puluh empat (24) ekor kambing jantan muda PE dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan BIS-M yang dicampur dengan konsentrat. Perlakuan meliputi Kelompok R0 = kontrol (tanpa BIS-M), kelompok R1 = 15% BIS-M, kelompok R2 = 30% BIS-M dan kelompok R3 = 45% BIS-M. Semua ternak mendapatkan konsentrat sebanyak 400 g e-1 h-1 dan rumput gajah (Pennisetum purpureum) ad libitum. Bobot awal ternak berkisar antara 17-18 kg. Pakan diberikan selama periode pertumbuhan selama 14 minggu yang terdiri dari masa adaptasi terhadap pakan selama 2 minggu, dilanjutkan dengan pengamatan selama 12 minggu dan percobaan kecernaan zat gizi dilakukan pada akhir periode pengamatan selama 7 hari. Percobaan dilakukan menggunakan RAL dengan 6 ulangan. Air minum tersedia setiap saat. Pakan diukur setiap hari sedangkan bobot hidup ternak diukur setiap 2 minggu. Parameter produksi yang diukur meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot hidup, efisiensi pakan serta kecernaan zat gizi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan pakan mempengaruhi konsumsi zat gizi, kecernaan zat gizi, pertambahan bobot hidup harian (PBHH) dan efisiensi pakan (P < 0,05). Konsumsi total BK adalah 599,30; 620,74; 690,19 dan 740,04 ge-1h-1 dengan nilai kecernaan BK dan PK adalah 64,74 dan 75,99; 67,47 dan 73,05; 70,06 dan 73,02; serta 72,88 dan 72,25% masing-masing untuk R0, R1, R2 dan R3. Besarnya PBHH adalah 42,06; 52,78; 61,90; serta 70,24 g dengan konversi pakan 14,68; 10,51; 9,08; serta 9,85 masing-masing untuk R0, R1, R2 dan R3. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa BIS-M dapat menjadi sumber protein dengan efisiensi penggunaan pakan optimal pada tingkat 30% dalam konsentrat.
  • No Thumbnail Available
    Item
    INDUSTRI DAN PERDAGANGAN GULA DI INDONESIA: PEMBELAJARAN DARI KEBIJAKAN ZAMAN PENJAJAHAN – SEKARANG
    (PSEKP, ) Wahyuni, Sri; Supriyati; Sinuraya , J.F.
  • No Thumbnail Available
    Item
    LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT: KEBERADAAN DAN PERANNYA DALAM PENANGGULANGAN KERAWANAN PANGAN
    (PSEKP, ) Rachmat, Muchjidin; Budhi, Gelar Satya; Supriyati; Sejati, Wahyuning K.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Oligosakarida Ubijalar terhadap Kinerja Ayam Petelur
    (Balai Penelitian Ternak, 2011) Tuti Haryati; Supriyati
    Penelitian dilakukan untuk mengetahui penggunaan oligosakarida dari ubijalar sebagai pakan imbuhan terhadap kinerja ayam petelur. Oligosakarida diperoleh dari ubi jalar dengan cara mengekstraksinya dengan menggunakan etanol 80%. Hasil ekstraksi berupa ekstraktans dan residu diujicobakan sebagai imbuhan pakan. Sebanyak 96 ekor ayam petelur jenis CP 909 Isa Brown dikelompokkan menjadi empat perlakuan, tiap perlakuan terdiri dari enam ulangan dan tiap ulangan terdiri dari empat ekor ayam. Perlakuan terdiri: R0 (Kontrol tanpa penambahan oligosakarida), R1 = R0 + 0,1% ekstraktans ubi jalar, R2 = R0 + 0,2% residu dan R3 = R0 + 0,2% FOS komersial. Pengamatan dilakukan selama 25 minggu produksi telur. Data dianalisis secara statistik menggunakan SAT. Hasil menunjukkan terjadi perbaikan nilai FCR dan peningkatan produksi telur (P < 0,05) pada perlakuan R1, R2 dan R3. Perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi ransum. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa pemberian oligosakarida dari ubijalar baik berupa ekstraktrans maupun residu dapat memperbaiki produksi telur dan FCR dibandingkan dengan kontrol.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Penyusunan Bahan Advokasi Delegasi Indonesia Dalam Perundingan Multilatera
    (Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2005-09) Hutabarat, Budiman; Sawit, M. Husein; Rahmanto, Bambang; Supriyati; Purba, Helena J.; Setyanto, Adi; Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
    Isu perdagangan internasional dalam bidang pertanian sangat kompleks dan dinamis. Telah banyak dilakukan perundingan-perundingan baik di tingkat menteri antar negara maupun pejabat yang lebih tinggi untuk mencapai kesepakatan dalam bidang perdagangan. Namun sering kali perundingan tersebut mengalami kebuntuan. Masing-masing kelompok negara memperjuangkan kepentingan kelompoknya. Indonesia telah meratifikasi perjanjian dalam Organisasi Perdagangan Dunia/OPD atau World Trade Organization/WTO sebagai kesepakatan yang mengatur perdagangan multilateral melalui UU No.7 tahun 1944 tentang pengesahan Perjanjian Pembentukan OPD. Sebagai akibatnya, Indonesia berkewajiban menerapkan perjanjian-perjanjian OPD yang bertujuan menciptakan liberalisasi perdagangan multilateral yang adil dan terbuka. Berhubung lingkungan strategis yang terjadi di dalam dan di luar perekonomian dan politik Indonesia ini berkembang secara dinamis dan terjadwal, adalah sangat diperlukan masukan informasi dan data tentang langkah-langkah dan tindakan yang perlu dilakukan dan antisipasi kebijakan yang harus dirumuskan oleh para penentu kebijakan di sektor pertanian dan oleh para juru runding atau delegasi negara di berbagai forum perundingan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback