Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Sujinah"

Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Interaksi Varietas Dan Penerapan Sistem Tanam Legowo Terhadap Peningkatan Hasil Padi
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2018) Agustiani, Nurwulan; Margaret, Swisci; Sujinah; Yusuf, Asep Maulana; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi varietas dengan tipe anakan yang berbeda dan system tanam di lahan irigasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan diperoleh rekomendasi pilihan system tanam yang tepat untuk varietas yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada MK 2017 di Kebun Percobaan BB Padi Sukamandi. Kegiatan disusun berdasarkan Rancangan Split Plot dengan empat ulangan. Petak utama adalah varietas dengan tipe anakan berbeda sebanyak dua taraf, yaitu (1) inbrida Inpari 23 (anakan sedikit) dan (2) Inbrida Inpari 24 (anakan banyak). Anak petak adalah sistem tanam dengan empat taraf: (1) tegel 25x25cm, (2) legowo 2:1 rekomendasi (25:50:12,5 cm), (3) legowo 4:1 tipe 2 (25:50:12,5 cm), dan legowo 6:1 tipe 2 (25:50:12,5 cm). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: (1) Penerapan sistem tanam legowo mempunyai efek yang berbeda spesifik pada karakter varietas yang digunakan. (2) Sistem tanam legowo dengan konsep penambahan populasi tanaman akan memberikan dampak penurunan jumlah anakan per rumpun namun jika dikonversikan dalam skala luasan tertentu maka jumlah anakannya tetap unggul. (3) Sistem tanam yang berbeda tidak mempengaruhi komponen hasil lainnya pengisian, jumlah gabah per malai maupun bobot 1000 butir. (4) Penerapan legowo lebih cocok dipadukan dengan varietas dengan tipe anakan banyak, namun kurang sesuai pada tipe anakan sedikit.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Interaksi Varietas dan Penerapan Sistem Tanam Legowo Terhadap Peningkatan Hasil Padi
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Agustiani, Nurwulan; Margaret, Swisci; Sujinah; Yusuf, Asep Maulana
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi varietas dengan tipe anakan yang berbeda dan sistem tanam di lahan irigasi. Hasil dari penelitian ini diharapkan diperoleh rekomendasi pilihan sistem tanam yang tepat untuk varietas yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada MK 2017 di Kebun Percobaan BB Padi Sukamandi. Kegiatan disusun berdasarkan Rancangan Split Plot dengan empat ulangan. Petak utama adalah varietas dengan tipe anakan berbeda sebanyak dua taraf, yaitu (1) inbrida Inpari 23 (anakan sedikit) dan (2) Inbrida Inpari 24 (anakan banyak). Anak petak adalah sistem tanam dengan empat taraf: (1) tegel 25x25cm, (2) legowo 2:1 rekomendasi (25:50:12,5 cm), (3) legowo 4:1 tipe 2 (25:50:12,5 cm) , dan legowo 6:1 tipe 2 (25:50:12,5 cm). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini : (1) Penerapan sistem tanam legowo mempunyai efek yang berbeda spesifik pada karakter varietas yang digunakan. (2) Sistem tanam legowo dengan konsep penambahan populasi tanaman akan memberikan dampak penurunan jumlah anakan per rumpun namun jika dikonversikan dalam skala luasan tertentu maka jumlah anakannya tetap unggul. (3) Sistem tanam yang berbeda tidak mempengaruhi komponen hasil lainnya pengisian, jumlah gabah per malai maupun bobot 1000 butir. (4) Penerapan legowo lebih cocok dipadukan dengan varietas dengan tipe anakan banyak, namun kurang sesuai pada tipe anakan sedikit. Abstract This research aimed to study the interaction between rice varieties having different type of tillering ability with planting system on irrigated rice field. It was expected that the recommended legowo planting system can be more specific to adjust the varieties to be planted. The research was conducted in DS 2017 at Sukamandi experimental station of Indonesian Center for Rice Research (ICRR). The experiment was arranged in a Split Plot Design with four replications. The main plot was variety which consisted of (1) Inpari 23 and (2) Inpari 24, to represent two types of varieties with different tillering character. The sub plot was planting system with 4 levels : (1) tegel 25x25cm, (2) legowo 2:1 r10ecommendation (25:50:12,5 cm), (3) legowo 4:1 type 2 (25:50:12,5 cm) , and legowo 6:1 type 2 (25:50:12,5 cm). The results obtained from this study : (1) Application of legowo planting system had different effect on the specific character varieties used. (2) Increasing plant population by legowo planting system will give the impact of decreasing the number of tillers per hill but if converted in certain area then the number of tillers remain higher. (3) Legowo planting system only significantly decreased the number of tillers per hill, but did not significantly affect the other yield components, such us the number of grains per panicle, grain filling percentage, and 1000 weight grains. and (4) The application of legowo was more suitable to be combined with large tiller number per hills variety character than few tiller types.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Panduan Teknologi Budidaya Padi Salibu
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Abdulrachman, Sarian; Suhartatik, Endang; Erdiman; Susilawati; Zaini, Zulkifli; Jamil, Ali; Mejaya, Made J.; Sasmita, Priatna; Abdullah, Buang; Suwarno; Baliadi, Yuliantoro; Dhalimi, Azmi; Sujinah; Suharna; Ningrum, Elis Septia
    Kebutuhan beras akan tenjs meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan realisasi produksi padi dalam 5 tahun terakhir, terindikasi bahwa laju pertumbuhan produksi padi makin menurun dan biaya produksi per satuan kias lahan makin meningkat. Oleh karena itu pencapaian target produksi padi ke depan akan semakin sulit. Untuk mengatasi permasalahan ini Pemerintah mencanangkan peningkatan produksi padi nasional sebesar 1,5% per tahun. Dalam konteks ini diperlukan berbagai terobosan peningkatan produksi padi. Mengingat f니ngsi dan peran penting padi tersebut, Pemerintah berupaya untuk mewujudkan peningkatan produksi padi pada tahun 2015 melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dan Upaya Khusus (Upsus) lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksana program di lapangan memerlukan panduan untuk berbagai teknologi budidaya padi yang sudah dikembangkan di Indonesia.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengujian Cara Tanam dan Varietas Pada Budidaya Salibu
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Sujinah; Nurwulan Agustiani; Jamil, Ali
    Abstrak Peningkatan produksi tanaman dapat dilakukan dengan penyesuaian sistem tanam, diantaranya dengan menggunakan cara tanam yang tepat. Selain itu, peningkatan produksi dapat dilakukan dengan peningkatan indeks panen yaitu dengan budidaya salibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cara tanam dan varietas pada budidaya salibu. Percobaan dilaksanakan di KP Sukamandi dimulai tahun 2015 sampai 2016 selama 3 musim tanam. Rancangan menggunakan split plot 3 ulangan. Petak utama adalah cara tanam yaitu tapin, atabela, dan tabela manual sedangkan anak petak yaitu varietas yang terdiri dari Inpari 32 HDB, Inpari 42 Aritan GSR, dan Hipa 5 Ceva. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Cara tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada tanaman induk, salibu 1, dan salibu 2, (2) Cara tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, dan hasil pada tanaman induk serta berpengaruh nyata terhadap persentase gabah isi pada salibu, Interaksi nyata berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada tanaman induk dan salibu 1, serta jumlah anakan pada fase primordia, (4) Tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil, dan hasil mengalami penurunan pada salibu 1 dan salibu 2 dari tanaman induk, (4) Hasil gabah tertinggi dihasilkan oleh Inpari 42 pada tanaman induk sedangkan pada salibu 1 dan salibu 2 pada Inpari 32, (5) Hasil pada salibu 1 mengalami penurunan 37,93% dari tanaman induk dan hasil salibu 2 mengalami penurunan 58,33% dari salibu 1. Abstract Increased crop production can be done by adjusting the cropping system, including by using the appropriate planting system. In addition, the increase in production can be done by increasing harvest index i.e. salibu cropping. The research purpose was to know response of planting system and varieties on salibu cropping. The experiments were conducted at Sukamandi Experimental Station on 2015 to 2016 during three cropping seasons. The experiments design using split plot with 3 replications. Main plot is planting i.e. transplanting, direct seeding, and manual direct seeding while sub plot is varieties consisting of Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR, and Hipa 5 Ceva. The result showed that (1) Planting system does not significant on plant height on the parent plant, salibu 1, and salibu 2, (2) Planting system significantly affect the number of panicles per hill, the number of grains per panicle, and yield on parent plant and significant effect on the percentage of fill grain on salibu, (3) Interaction significantly to plant height on parent plant and salibu 1, and also number of tillering at panicle initiation, (4) Plant height, number of tillering, yield component, and yield decreases on salibu 1 and salibu 2 from parent plant, (4) The highest yield was produced by Inpari 42 on parent plant while in salibu 1 and salibu 2 on Inpari 32, (5) Yield on salibu 1 decreased 37,93% from parent plant and salibu 2 decreased 58,33% from salibu 1.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Perbaikan Kesuburan Tanah Melalui Penambahan Bahan Organik
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2015-08-06) Sujinah; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
    Salah satu upaya untuk mencapai hasil optimal tanaman padi adalah mengendalikan lingkungan tumbuh. Lingkungan tumbuh meliputi tanah, air, udara, cahaya matahari, dan lainnya. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah yang subur, gembur, tata air dan udara yang baik, dan mengandung banyak bahan organik. Review ini mengungkapkan peran bahan organik terhadap kesuburan tanah dan hasil tanaman padi. Bahan organik berperan penting dalam menentukan kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman. Peran bahan organik adalah meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah memegang air, meningkatkan poripori tanah, dan memperbaiki media perkembangan mikroba tanah. Tanah yang memiliki kadar bahan organik rendah mengindikasikan kemampuan tanah untuk mendukung produktivitas tanaman juga rendah. Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah maka perlu penambahan pupuk organik. Pupuk organik merupakan dekomposisi bahan organik atau proses perombakan senyawa komplek menjadi senyawa sederhana dengan bantuan mikroba. Beberapa jenis pupuk organik diantaranya pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk kompos. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah dengan meningkatkan kemampuan agregat, meningkatkan ketersediaan hara, dan meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah. Peningkatan ketersediaan unsur hara makro N, P, K dan unsur hara mikro yang cukup bagi tanaman dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil padi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Sistem Tanam Jarwo Ganda
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2019) Agustiani, Nurwulan; Margaret, Swisci; Sujinah; yusup, AsepA Maolana; Gunawan, Indra; Abdulrahcman, sarlan; Wahab, M. Ismail
    Populasi tanaman merupakan salah satu faktor penentu hasil yang dapat dicapai ketika panen padi. Penampilan varietas padi pada kondisi jarak tanam lebar dengan cukup hara dan air dapat dianggap sebagai “ekspresi genetik suatu varietas”, sedangkan pada kondisi jarak tanam sempit merupakan ekspresi genetik x lingkungan x pengelolaan. Dengan demikian populasi optimal dapat diperoleh melalui pengaturan sistem penanaman dan jarak tanam (Abdulrachman, 2015). Saat ini pengaturan sistem tanam dan jarak tanam yang populer adalah sistem tanam jajar legowo. Sistem jajar legowo merupakan rekayasa teknologi jarak tanam untuk mendapatkan populasi tanaman lebih dari 160.000 per hektar. Selain meningkatkan populasi pertanaman, penerapan jajar legowo juga mendukung tanaman untuk dapat berfotosintesa lebih baik. Sistem tanam ini, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih baik untuk pertanaman. Selain itu, upaya pemeliharaan seperti penyiangan gulma pengendalian hama dan penyakit serta pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Sistem tanam legowo yang saat ini berkembang di masyarakat adalah legowo 2:1, legowo 4:1 tipe 1, dan legowo 4:1 tipe 2 yang merupakan rekomendasi BB Padi dan beberapa yang dikembangkan masyarakat seperti legowo 6:1, 8:1 bahkan 10:1. Adanya tuntutan peningkatan produktivitas hingga 15 t/ha, dengan kriteria varietas yang ditanam mampu memberikan anakan produktif 15 per rumpun, 150 gabah per malai, 80% kemampuan pengisian gabah dengan bobot 1000 butir gabah rata-rata 26 gram, mensyaratkan minimal populasi yang diperlukan adalah sekitar 313.725 rumpun per ha. Hal ini dapat dicapai dengan rekayasa jarak tanam jajar legowo 2:1 menjadi jajar legowo ganda.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Variabel Kritis Morfofisiologi Tanaman Padi pada Kondisi Cekaman Rendaman
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2019-12) Agustiani, Nurwulan; Sujinah; A. Rumanti, Indrastuti; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
    Kejadian cekaman kekeringan dan rendaman secara silih berganti memberikan pengaruh terhadap penurunan produksi gabah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel kritis selama pertumbuhan yang mempunyai korelasi positif terhadap capaian hasil baik pada kondisi normal maupun tercekam rendaman. Perlakuan dirancang menggunakan rancangan acak kelompok empat ulangan untuk menguji 10 varietas/galur padi (Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpara 3, Inpara 4, Inpara 8, IRRI119, IRRI154, IR42, IR14D121, IR14D157, dan Tapus). Pengaturan air di lahan sawah dilakukan sesuai praktek petani pada umumnya, sementara untuk perlakuan perendaman dari 0 hingga 35 HST air dinaikkan secara bertahap kemudian dipertahankan pada ketinggian 50 cm sejak 35 HST hingga panen, sementara itu. Untuk mengetahui variabel-variabel kritis selama pertumbuhan tanaman padi pada masing-masing kondisi lingkungan tumbuh (lahan sawah maupun cekaman rendaman), digunakan uji korelasi Spearman pada masing-masing kondisi lingkungan tumbuh pada semua variabel yang diamati. Dari penelitian ini diketahui bahwa karakter tinggi tanaman, kehijaun daun terutama saat awal vegetatif, laju asimilasi bersih saat primordial hingga pengisian, jumlah malai per rumpun, dan persentase pengisian gabah merupakan variabel kritis pertumbuhan yang mempengaruhi hasil gabah pada kondisi sawah optimal. Sementara itu, jumlah malai per rumpun yang merkorelasi dengan kemampuan pembentukan anakan tanaman merupakan variabel kritis yang mempengaruhi tingkat hasil pada pertanaman padi dengan cekaman rendaman

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback