Browsing by Author "Sofjan Iskandar"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengaruh Kepadatan Kandang terhadap Pertumbuhan dan Perilaku Ayam Wareng-Tangerang Dara(Balai Penelitian Ternak, 2009) Sofjan Iskandar; S.D. Setyaningrum; Y. Amanda; Iman Rahayu H.S.Sebanyak 108 ekor ayam Wareng-Tangerang betina putih umur 13 minggu, yang dialokasikan dalam kandang kawat dengan luasan 4050 cm2 per unit kandang dipergunakan dalam penelitian. Percobaan untuk menukur respon pertumbuhan dirancang dengan tiga perlakuan kepadatan (4, 6 dan 8 ekor) dengan enam ulangan. Percobaan untuk mengukur respon tingkah laku pada kelompok ayam yang sama, dirancang dengan menambahkan tiga faktor waktu pengamatan (07.00-08.00, 12.00-13.00 dan 17.00-18.00) dan menggunakan tiga ulangan setiap perlakuan. Ransum komersial yang mengandung protein kasar, 20,86%; kalsium (Ca), 3,22% total fosfor (P total), 0,87% dan energi 2982 kkal metabolizable energy (ME)/kg, dan air minum diberikan secara ad libitum. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kepadatan kandang secara statistik tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan (bobot hidup, pertambahan bobot hidup, konsumsi atau efisiensi penggunaan ransum). Analisis sidik ragam menunjukkan interaksi faktor kepadatan dengan faktor waktu pengamatan tidak nyata (P>0,05) berpengaruh terhadap peubah perilaku, kecuali perilaku berdiri. Sementara itu perlakuan kepadatan kandang tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap peubah perilaku, kecuali terhadap perilaku menelisik bulu. Persentase perilaku tidur, makan, istirahat dan mematuk, nyata (P0,05) dipengaruhi baik oleh kepadatan kandang maupun waktu pengamatan. Percobaan ini menunjukkan bahwa aktifitas perilaku tertinggi pada umumnya terlihat pada pagi hari. Kepadatan kandang 8 ekor/ 4050 cm2 setara dengan 506 cm2 /ekor memberikan ruang yang cukup nyaman untuk hidup sesuai dengan potensi genetik.
- ItemPertumbuhan Ayam-Ayam Lokal Sampai Dengan Umur 12 Minggu Pada Pemeliharaan Intensif(Balai Penelitian Ternak, 2005) Sofjan IskandarBertahannya permintaan daging ayam lokal di tanah air membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan usahatani ayam lokal. Namun produktivitas (pertumbuhan juga produksi telur) masih relatif rendah. Oleh karena itu upaya pemeliharaan secara intensif telah dicoba oleh para peneliti untuk melihat sampai sejauhmana kinerja yang diinginkan dapat dicapai. Pemeliharaan ayam lokal secara intensif sampai dengan umur 12 minggu ternyata dapat mendekati (rata-rata 0,85 kg/ekor) permintaan bobot potong pasar (1–1.3 kg/ekor). Persilangan dengan ayam ras ternyata lebih mempercepat pencapaian bobot potong yang diminta konsumen tanpa menurunkan rasa dan penampilan ayam lokal.
- ItemUSAHATANI AYAM KAMPUNG(Balai Penelitian Ternak, 2010) Sofjan Iskandar