Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Setyowati, Iin"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS KEDELAI DI PROVINSI BANTEN
    (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Lampung, 2017-10) Siagian, Viktor; Fauzan, Ahmad; Amin, Nofri; Setyowati, Iin; Sintawati, Rina; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung
    Luas panen kedelai pada tahun 2014 di Provinsi Banten seluas 4.815 ha dengan produksi 6.384 ton pipilan kering atau dengan produktivitas 1,33 ton/ha. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis daya saing komoditas kedelai di di Provinsi Banten. Metode kajian menggunakan metode survei, FGD dengan simple random sampling di tingkat petani, dengan jumlah responden 60 orang petani. Metode analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kwantitatif. Analisis kualitatif menggunakan tabulasi deskriptif. Analisis kuantitatif menggunakan Matrik Analisis Kebijakan. Hasil dari kajian ini adalah nilai PCR (Public Cost ratio) atau Rasio Biaya Swasta 0,79 artinya komoditi kedelai masih memiliki keunggulan kompetitif walaupun relatif rendah, nilai DRCR (Domestic Resources Cost Ratio) atau rasio biaya sumber daya domestik bernilai 0,92 artinya usahatani kedelai memiliki keunggulan komparatif rendah (nilai DRCR < 1). Jadi komoditi kedelai memiliki daya saing relatif rendah. Disarankan perlunya peningkatan produktivitas kedelai dan dan pembelian hasil produksi oleh BULOG (Badan Urusan Logistik) sesuai Harga Pokok Pembelian.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengetahuan dan Persepsi Peserta Temu Teknologi Terhadap Teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Padi di Kabupaten Serang
    (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, 2022) Setyowati, Iin; Rukmini, ST.; Widiyastuti, Dewi
    Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tidak tercapainya potensi hasil padi. Pengendalian hama terpadu (PHT) merupakan solusi dalam pengamanan produksi padi baik dalam kuantitas maupun kualitas. Penyuluhan mengenai PHT terus dilakukan BPTP Banten melalui berbagai kegiatan yang diantaranya adalah temu teknologi. Umpan balik kegiatan ini penting untuk diketahui sehingga dilakukan penelitian mengenai pengetahuan dan persepsi peserta temu teknologi terhadap teknologi PHT dengan tujuan 1) mendeskripsikan gambaran pengetahuan dan persepsi peserta temu teknologi terhadap teknologi PHT padi, 2) mengetahui korelasi antara pengetahuan dan persepsi temu teknologi terhadap teknologi PHT padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey menggunakan bantuan kuisioner. Sampel penelitian adalah seluruh populasi peserta temu teknologi yaitu 67 orang. Data dengan skala nominal, ordinal dan rasio selanjutnya dianalisis deskriptif dan analisis statistik non parametrik uji Rank Spearman. Hipotesis uji korelasi adalah Ha: terdapat hubungan antara pengetahuan dan persepsi terhadap teknologi PHT padi, H0: tidak ada hubungan antara pemgetahuan dan persepsi terhadap teknologi PHT padi. Hasil analisis menunjukkan 43-65% peserta temu teknologi mengetahui tentang teknologi PHT padi dan terdapat hubungan cukup kuat dan searah antara pengetahuan dengan persepsi temu teknologi terhadap teknologi PHT padi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Umpan Balik Temu Lapang Inovasi Alat Tanam Indo Jarwo Transplanter: Studi Kasus di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten
    (IAARD Press, 2015-11-10) Setyowati, Iin; Yursak, Z.
    Swasembada padi berkelanjutan merupakan target yang harus dicapai pemerintah saat ini. Pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi merupakan inovasi dalam usaha tani padi dengan salah satu komponen pendekatannya adalah sistem tanam jajar legowo. Kendala aplikasi sistem tanam jajar legowo adalah berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya alat mekanisasi. Diseminasi alat tanam Indo jarwo transplanter dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten melalui temu lapang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umpan balik masyarakat, yaitu informasi pengetahuan, sikap, dan motivasi terhadap alat tanam Indo jarwo transplanter. Informasi ini digunakan sebagai pendekatan dalam perbaikan kegiatan penyuluhan pertanian. Penelitian dilakukan di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta temu lapang, sampel penelitian adalah peserta temu lapang sebanyak 28 orang yang dipilih secara sengaja. Hasil penghimpunan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif dengan skala ordinal dianalisis menggunakan statistik nonparametrik chi-square test (x²) untuk mengetahui hubungan nyata antara pengetahuan dan sikap dengan motivasi responden terhadap alat tanam Indo jarwo transplanter melalui perangkat lunak SPSS 20. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi pengetahuan masyarakat, sikap masyarakat terhadap alat tanam Indo jarwo transplanter tidak semakin positif. Hal tersebut disebabkan permasalahan sosial di Kecamatan Jayanti dan sekitarnya, di mana masih tersedia tenaga kerja pertanian berasal dari kalangan menengah ke bawah dan berstatus janda. Motivasi masyarakat terhadap alat tanam Indo jarwo transplanter tinggi karena selama ini upah tenaga kerja pertanian tinggi dan sebagian besar tenaga kerja pertanian berusia di atas 40 tahun yang lambat laun jumlahnya semakin berkurang.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback