Browsing by Author "Setiawan"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
- ItemKUNJUNGAN ILMIAH KE UNIVERSITAS IBARAKI, JEPANG : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) Ruhnayat, Agus; Setiawan; Manoi, Feri; Bagem, SPeningkatan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit dapat dilakukan melalui pemberian hara dengan imbangan yang tepat. Terdapat dua mekanisme utama bahwa unsur hara dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, yaitu (1) pembentukan hambatan mekanik, terutama melalui pengembangan dinding sel lebih tebal dan (2) sintesis senyawa pertahanan alam, seperti fitoaleksin, antioksidan, dan flavonoid yang memberikan perlindungan terhadap patogen. Saat ini penelitian pengaruh imbangan hara terhadap ketahanan beberapa tanaman rempah dan obat (lada dan jahe) terhadap penyakit sedang berlangsung di Balittro. Untuk mendukung kegiatan kegiatan di Balittro dan memperluas wawasan peneliti dalam bidang peningkatan ketahanan tanaman terhadap penyakit melalui imbangan hara, telah dilakukan kunjungan ilmiah ke Fakultas Pertanian Universitas Ibaraki dan Institusi lainnya di Jepang pada tanggal 30 Juli – 12 Agustus 2014. Tujuan utama kunjungan adalah mempelajari cara identifikasi penanda peningkatan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit melalui imbangan hara/ pemupukan dan analisa kimia minyak atsiri.
- ItemMANAJEMEN PEMUPUKAN PADA NILAM (Pogostemon cablin Benth) DALAM UPAYA PERTANIAN BERKELANJUTAN : Warta balittro no 59 tahun 2013(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-06-01) SetiawanNilam merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Untuk memperoleh hasil terna yang optimal, tidak saja dibutuhkan dosis yang sesuai dengan kebutuhan, namun juga harus mempertimbangkan hal lain, seperti jenis, waktu, cara, dan tempat agar mencapai hasil yang optimal. Nilam dikenal sebagai tanaman yang mampu menyerap unsur hara yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan pertanian berkelanjutan maka dalam budidaya nilam perlu adanya suatu upaya dalam mengelola agar pupuk tepat sasaran.
- ItemPEMANFAATAN SENGON (Albizia falcataria) SEBAGAI TANAMAN ALTERNATIF TIANG PANJAT HIDUP LADA (Pipper nigrum L.) : Warta balittro Vol. 36 No. 71 tahun 2019(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-06-01) Setiawan; Rosman, OtihLada (Pipernigrum L) merupakan tanaman tahunan yang tumbuh memanjat dan banyak dimafaatkan sebagai rempah dan obat dan sering disebut sebagai 'King of Spices'. Sebagai panjatan lada saat ini banyak digunakan dari jenis panjatan mati dan pajatan hidup. Kedua jenis panjatan tersebut memliki kekurangan dan kelebihan masingmasing. Tanaman glirisidia saat ini umumnya digunakan sebagai tiang panjat hidup dengan pertimbangan mudah tumbuh dan dari tumbuhan jenis kacang-kacangan. Pemakaian glirisida pada saat ini dirasa kurang mendukung ekonomi petani disaat tanaman lada sudah tidak produktif sehingga perlu dicarikan alternatif tanaman tiang panjat lain yang dapat memberikan keuntungan bagi petani pada saat tanaman lada sudah tidak produktif lagi. Sengon merupakan tanaman jenis kacang-kacangan yang dapat tumbuh dengan cepat dan memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu petani pada saat lada tidak produktif lagi.
- ItemPEMANFAATAN TANAMAN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI FITOFARMAКА(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Agriawati, Deliana Putri; SetiawanTanaman gambir (Uncaria gambier Roxb) merupakan tanaman tradisional yang banyak terdapat di Indonesia, yang terutama berasal dari wilayah Sumatera. Kegunaan tanaman gambir cukup luas, namun pemanfaatannya di Indonesia masih sedikit. Salah satu kegunaannya adalah sebagai bahan ramuan obat. Umumnya ekstrak gambir diekspor dalam bentuk blok. Salah satu upaya memberikan nilai tambah pada ekstrak gambir adalah dengan menjadikannya bahan baku produk industri fitofarmaka (obat, kosmetik). Untuk itu perlu diketahui berbagai jenis potensi furmaka gambir sesuai zat aktif yang terkandung di dalamnya (katekin) sebagai bahan baku fitofarmaka.
- ItemPENGARUH PEMUPUKAN P dan K TERHADAP PRODUKSI ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) : Warta balittro Vol.34 No. 67 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-06-01) Setiawan; Nurhayati, HeraAdas (Foeniculum vulgare Mill). Amengandung minyak atsiri (oleum foeniculi) 1-6%, dengan komponen aktifnya anisaldehid yang mengandung 50-60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilkhafikol, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan yang berkhasiat karminatif. Akarnya mengandung bergapten, akar dan bijinya mengandung stigmasterin atau serposterin. Peningkatan produksi biji adas dapat dilakukan melalui pemupukan P dan K. Hasil studi menunjukkan pemupukan P dapat meningkatkan produksi biji adas dibandingkan dengan pupuk K. Produksi biji adas pada pemupukan P 100 kg/ha berkisar antara 65,85 - 68,55 kg/ha. Biji adas yang dipupuk P dan K dengan dosis masing-masing 100 kg/ha memiliki kadar minyak dan anetol tertinggi yaitu 4,98% dan 43,92%, namun mutu minyak yang dihasilkan masih lebih rendah dari standar MMI. Untuk meningkatkan produksi adas disarankan tidak hanya menggunakan pupuk anorganik tetapi harus ditambah dengan pupuk organik misalnya biofertilizer.
- ItemPENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK PADA BUDI DAYA KUNYIT (Curcuma domestica Val.) : Warta balittro No. 60 tahun 2013(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-12-01) Setiawan; Nurhayati, HeraProduksi rimpang kunyit dipengaruhi oleh jumlah dan jenis pupuk yang diberikan. Berdasarkan penelitian, pemberian pupuk organik pada tanaman kunyit belum mampu memberikan hasil yang optimal, tetapi apabila dikombinasikan dengan pupuk anorganik mampu meningkatkan bobot rimpang sebesar 46%.
- ItemPENYEDIAAN BAHAN TANAMAN LADA SIAP SEMAI : Warta Balittro Vol.31 No. 61 Juni 2014(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2014-06-01) Setiawan; Zainuddin, M; Santoso, TeguhPenyediaan benih yang efisien dan ekonomis serta sehat bebas dari gangguan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan suatu keharusan untuk memulai usaha tani khususnya budi daya lada. Salah satu metode yang dikembangkan di India dalam pembenihan, yaitu metode pembenihan cepat (rapid multiplication method). Pada sistem ini, tanaman lada dirambatkan pada bilah bambu yang telah diberi media perakaran. Bukubuku dibenamkan agar akar yang terbentuk menempel pada media dan selanjutnya buku-buku tersebut dipotong-potong untuk dijadikan sebagai benih baru. Dengan cara ini dari setiap tanaman dapat menghasilkan bahan tanaman siap semai sebanyak 12- 24 per tahun.
- ItemSTUDI STRES KEKERINGAN PADA TANAMAN LADA VARIETAS CIINTEN : Warta balittro Vol. 35 No. 69 tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-06-01) SetiawanLada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu komoditas rempah bernilai ekonomi tinggi bagi Indonesia. Lada termasuk tanaman yang relatif sensitif terhadap kekurangan air. Lada lokal Ciinten adalah salah satu varietas lada yang telah lama dibudidayakan dan dikembangkan secara tradisional oleh petani di Kabupaten Sukabumi. Lada lokal Ciinten memiliki banyak keunggulan yang disukai oleh petani, antara lain memiliki potensi produksi yang tinggi, mutu yang baik, memiliki ukuran biji besar, warna biji putih dan harga yang tinggi. Lada lokal Ciinten tersebut telah didaftarkan pada Perlindungan Varietas Tanaman. Dari deskripsi tanaman varietas lada Ciinten belum memiliki informasi tentang toleransi terhadap kekurangan air. Tulisan ini bertujuan untuk menginformasikan tentang tingkat toleransi lada varietas CiInten terhadap kekurangan air. Hasil penelitian menunjukKan bahwa lada varietas Ciinten mengalami gangguan fisiologis pada saat kadar air tanah mencapai 23% atau setara 46% kapasitas lapangan, mengalami cekaman berat pada kadar lengas tanah 20% (40% kapasitas lapangan), dan mengalami titik layu permanen pada kondisi lengas tanah mencapai<20%.
- ItemUPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS NILAM (Pogostemon cablin Benth.) : Warta balittro Vol 32, No. 64 Desember 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-12-01) Setiawan; Rosman, RosihanNilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Luas areal tanaman nilam Indonesia menurut Ditjenbun tahun 2011 sebesar 24.718 ha. Produktivitas tanaman masih cukup tinggi, yaitu rata-rata 331 kg minyak/ha, namun tahun 2011 menurun menjadi 111 kg/ha. Upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman sangat diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya produktivitas dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknologi budi daya yang telah dihasilkan meliputi kesesuaian lahan dan iklim, varietas unggul, pemupukan, dan penanganan pasca panen yang tepat.