Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Seswita, Deliah"

Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH Indole Butyric Acid DAN Naphtaleine Acetic Acid TERHADAP INDUKSI PERAKARAN TUNAS PIRETRUM [Chrysanthemum cinerariifolium (Trevir.)Vis.] KLON PRAU 6 SECARA IN VITRO
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2016-09-27) Rostiana, Otih; Seswita, Deliah
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH KOMBINASI 2.4.D DAN KINETIN TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS TANAMAN NILAM
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Seswita, Deliah
    Tanaman nilam ( Pogestemon cablin Benth) termasuk famili Labiatae, yang banyak tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini sebagai penghasil miyak atsiri yang dikenal dengan nama "Pacthouli". Melihat prospek yang cukup baik tersebut, salah satu upaya yang sedang dikembangkan saat ini adalah mendapatkan senyawa metabolit sekunder melalui bioteknologi kultur jaringan. Di negara maju seperti Amerika, Jepang dan Eropa senyawa metabolit sekunder telah banyak diproduksi dalam skala industri, diantaranya untuk industri obat dan kosmetik. Metabolit sekunder dapat dihasilkan dari kultur kalus dan kultur suspensi sel. Penelitian dilakukan untuk menghasilkan kalus dari tanaman nilam di laboratorium kultur jaringan Kelti Plasma Nutfah dan Pemulian Balittro Bogor. Dengan tujuan memperoleh komposisi media kultur yang terbaik dari kombinasi zat pengatur tumbuh 2,4-D (0,1 :0,4 : 0,7 : dan 1.0) mg/l dengan kinetin (0,0; 0,2 dan 0,5) mg/l. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengap dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan kalus secara visual, warna dan bobot basah kalus. Hasil menunjukkan bahwa pada semua medium perlakuan ada peningkatan bobot basah, struktur kalus friable dan cenderung bewara putih. Darı ke 12 kombinasi perlakuan yang diuji, media yang mengandung 2,4-D 0,1 mg/l yang dikombinasikan dengan kinetin 0,5 mg/l menghasilkan pertumbuhan kalus terbaik.
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGELOLAAN PLASMA NUTFAH SERAI DAPUR : Warta balittro Vol.34 No. 67 Tahun 2017
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-06-01) Seswita, Deliah
    Tanaman serai dapur (Cymbopogon citratus Stapf) atau lemongrass merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup potensial untuk dikembangkan. Tanaman ini menghasilkan minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan batang semu dan daunnya, memiliki bau jeruk (lemon) yang kuat, oleh karenanya dinamai lemongrass. Di pasar dunia diperdagangkan dua jenis minyak serai, yaitu East Indian Lemongrass oil (E.I. type) yang berasal dari tanaman Cymbopogon flexuosus dan West Indian Lemongrass oil (W.I. type) berasal dari tanaman Cymbopogon citratus yang dikenal dengan nama serai dapur. Sedangkan tanaman C. flexuosus cocok tumbuh pada tanah latosol yang aerasinya baik.
  • No Thumbnail Available
    Item
    TANGGAР EMРАТ VARIETAS NILAM (Pogestemon cablin Benth.) TERHADAP INTENSITAS CAHAYA
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Seswita, Deliah; Nuryani, Yang
    Tanaman nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak dipakai dalam industri pembuatan parfum dan kosmetik.Ekspor minyak nilam menghasilkan devisa terbesar (19,2 juta USS) diantara minyak atsiri lainnya, oleh karena itu tanaman ini sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk menghasilkan kadar minyak tinggi, tanaman nilam menghendaki faktor lingkungan yang sesuai antara lain persentase radiasi surya. Penelitian tanggap 4 varietas nilam terhacap intensitas cahaya yang berbeda dilakukan di Kebun Percobaan Cimanggu dan di laboratorium Pasca Panen Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro).Penelitan bertuj uan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas minyak dari empat varietas nilam, yaitu Cisa oni, Lhokseumawe, Tapak Tuan dan Sidik: lang. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Intensintas cahaya terdiri dari tiga taraf yaitu 50%, 75% dan 100%. Benih dari 4 varietas nilam ditanam dalam polibag berukuran 40 x 40 cm, dengan media tanam tanah dan pupuk kandang (2: 1), masing- masing perlakuan terdiri dari 20 tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa cahaya berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman nilam dimana pada intensitas cahaya 50% tanaman lebih tinggi, jumlah cabang, jumlah daun, panjang cabang dan lingkar batang lebih besar. Bobot terna basah tertinggi terdapat pada varietas Tapak Tuan (5675 g /tanaman) yang mendapat cahaya 50% berbeda nyata dengan intensitas lainnya.Intensitas cahaya tidak berpengaruh nyata terhadap kadar minyak dan patcholi alkohol namun kadar minyak tertinggi terdapat pada varietas Cisaroni (4,27%) yang mendapat 75% cahaya dan patchouli alkohol tertinggi pada varietas Sidikalang (23,96%) yang mendapat 100% cahaya.
  • No Thumbnail Available
    Item
    КЕТАНАANAN BEBERAPA SOMAKLON NILAM TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Hartati, Sri Yuni; Seswita, Deliah; Hobir; Karyani, Nuri
    Penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit yang penting pada tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.). Semua klon nilam yang dibudidayakan di Indonesia rentan terhadap penyakit tersebut. Oleh karena itu usaha perbaikan varietas merupakan pilihan yang tepat untuk mendapatkan varietas unggul yang juga tahan penyakit layu. Nilam Aceh yang umum dibudidayakan petani tidak berbunga, sehingga diperbanyak secara vegetatif dengan sotek batang. Oleh karena itu keragaman genetik nilam sangat sempit. Untuk meningkatkan keragaman genetik nilam, telah dilakukan melalui variasi somaklonal dan 10 səmaklon diantaranya mempunyai mutu dan kwalitas minyak yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menguji tingkat ketahanan ke 10 somaklon tersebut dengan 2 klon pembanding (Cirateun dan Sidikalang) terhadap penyakit layu. Bibit nilam ditanam pada media steril campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang (1:1:1) dalam kantong plastik hitam (polybag). Bibit yang berumur 1 bulan diinokulasi dengan 2 tetes suspensi bakteri R. solanacearum (konsentrasi 102sel/ ml). Inokulasi dilakukan pada pangkal batang dengan metode tusuk jarum. Bibit yang telah diinokulasi diinkubasikan di rumah kaca. Pengamatan dilakukan terhadap masa inkubasi, gejala layu, dan intensitas serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan ke 10 somaklon yang diuji mempunyai tingkat ketahanan yang bervariasi (Intensitas serangan penyakit berkisar antara 50-100%). Meskipun semua somaklon yang diuji tidak ada yang benar-benar tahan terhadap penyakit layu, namun somaklon nomor 55 mempunyai tingkat ketahanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan somaklon lainnya dan 2 klon pembandingnya (Cirateun dan Sidikalang).

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback