Browsing by Author "Sarjiya Antonius, Desak Ketut Tristiana S, Suharjono dan Tirta Kumala Dewi"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemKelimpahan, Karakter dan Potensi Bakteri Penghasil Hormon Tumbuh IAA dan Pelarut Fosfat pada Tanaman Cengkeh di Buleleng, Bali 15-20(Badan Penelitian dan Pertanian, 2016-12-01) Sarjiya Antonius, Desak Ketut Tristiana S, Suharjono dan Tirta Kumala DewiPseudomonas fluorescens merupakan kelompok Rhizobakteri dapat mengkolonisasi akar dan memacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi dan seleksi P. fluorescens berpotensi sebagai agens pemacu pertumbuhan bibit cengkeh. Pengujian Isolasi dan seleksi P. fluorescens untuk memacu pertumbuhan bibit cengkeh telah dilaksanakan di Laboratorium dan Rumah Kaca KP.Laing Balittro, Solok Sumatera Barat dari bulan Agustus sampai Desember 2015. Perlakuan P. fluorecens diuji pada bibit cengkeh disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit cengkeh diperlakukan dengan P.fluorescens secara nyata meningkatkan viabilitas pertumbuhan bibit cengkeh secara vegetatif dibandingkan tanpa P.fluorescens (kontrol). Hasil seleksi dari 20 strain P. fluorescens menunjukkan 5 strain P. fluorescens PFC6; PFC8; PFC14; PFC15; dan PFC16 menunjukkan kemampuan meningkatkan pertumbuhan bibit cengkeh lebih tinggi dibandingkan strain P.fluorescens lainnya dengan meningkatkan tinggi bibit dari 8,0 cm menjadi 10,4 – 12,00 cm, jumlah daun dari 4,0 daun/tanaman menjadi 9,0 – 11,0 daun/tanaman, panjang akar bibit dari 5,6 cm menjadi 10,1- 13,5 cm; jumlah akar dari 25 akar/tanaman menjadi 32-53 akar/ tanaman dan berat basah bibit dari 1,28 g/tanaman menjadi 3,4 - 5,3 g/tanaman. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa pemberian 5 strain P. fluorescens mempunyai aktivitas yang tinggi dalam meningkatkan pertumbuhan bibit cengkeh. Kata kunci : Agens hayati, Rizobakteria, Pseudomonas fluoerescens, bibit, tanaman cengkeh.
- ItemKelimpahan, Karakter dan Potensi Bakteri Penghasil Hormon Tumbuh IAA dan Pelarut Fosfat pada Tanaman Cengkeh di Buleleng, Bali 15-20(Badan Penelitian dan Pertanian, 2016-12-01) Sarjiya Antonius, Desak Ketut Tristiana S, Suharjono dan Tirta Kumala DewiMikroba perakaran pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR) akhir-akhir ini banyak dimanfaatkan dalam upaya meningkatkan produksi tananaman maupun untuk memperbaiki kesehatan tanah. Diantara kelompok mikroba PGPR, mikroba penghasil hormon tumbuh dan pelarut fosfat mempunyai manfaat penting dalam mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan menjaga kesehatan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, karakter dan potensi mikroba penghasil IAA dan pelarut fosfat pada tanaman cengkeh. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel tanah di kabupaten Buleleng, Bali serta pengukuran parameter lingkungannya, isolasi bakteri penghasil hormon IAA dan pelarut fosfat, uji potensi bakteri penghasil hormon IAA dan pelarut fosfat. Hasil pengamatan dengan metode penumbuhan pada media spesifik (diperkaya) menunjukkan bahwa pada daerah perakaran cengkeh di Buleleng mengandung bakteri penghasil IAA (6,4 x 10°CFU/g) dan bakteri pelarut fosfat (8,2 x 10 CFU/g). Berdasarkan uji lanjut diketahui bahwa isolat bakteri TCBI 4 menghasilkan IAA tertinggi 3,5 ppm pada waktu inkubasi 72 jam. Berdasarkan uji estimasi fosfat terlarut diketahui isolat TCBP 6 mampu melarutkan fosfat sebesar 1687,77 ppm pada waktu inkubasi tujuh hari. Oleh karena itu, bakteri PGPR mempunyai peranan penting dalam menunjang pertumbuhan dan produksi tanaman cengkeh. Kata Kunci: Bakteri perakaran, cengkeh, IAA, pelarut fosfat.