Browsing by Author "Roosganda Elizabeth"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengembangan Agroindustri Bahan Pangan untuk Peningkatan Nilai Tambah melalui Transformasi Kelembagaan di Pedesaan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2010-12-16) Roosganda ElizabethTepung merupakan salah satu bentuk hasil olahan primer yang dibutuhkan oleh industri berbagai jenis makanan. Tepung kasava berpeluang memiliki daya saing tinggi sebagai bahan substitusi tepung terigu. Pengembangan teknologi pengolahan tepung merupakan penunjang pengembangan agroindustri bahan pangan di pedesaan, yang memerlukan teknologi inovatif pascapanen. Berbagai aspek dan simpul kritis kelembagaan perlu diperhatikan dalam proses transformasi kelembagaan tradisional, dalam rangka mendukung pengembangan agroindustri bahan pangan di pedesaan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Pengembangan agroindustri perlu terkait dengan keberhasilan produksi pertanian, keragaman dan tingkat permintaan pasar, disertai oleh kelengkapan regulasi dan peraturan yang berpihak pada petani produsen bahan baku. Dengan perbaikan dan pengembangan teknologi pengolahan, kualitas tepung yang komparatif dan berdaya saing tinggi dapat dicapai. Di samping perbandingan harga yang relatif lebih rendah, berbagai aspek terkait dengan kualitas tepung kasava sebagai substitusi tepung terigu perlu distandardisasi. Pengembangan kelembagaan ketenagakerjaan dalam bentuk pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM dalam pembuatan produk olahan sangat dibutuhkan dalam mendukung pengembangan agroindustri di pedesaan.
- ItemPeran Ganda Wanita Tani dalam Mencapai Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Pedesaan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2008-12-16) Roosganda ElizabethSektor pertanian dan lapangan kerja formal tidak banyak dapat menyerap tenaga kerja wanita, padahal 50% dari total penduduk Indonesia adalah wanita. Lebih dari 70% wanita (sekitar 82,6 juta orang) berada di pedesaan dan 55% di antaranya hidup dari pertanian. Masuknya teknologi pertanian dan timbulnya berbagai pranata baru yang mengatur pola hubungan kerja antarpemilik lahan dan pekerja, diindikasikan dapat melemahkan posisi wanita tani. Padahal wanita tani dapat menghasilkan pendapatan untuk mengurangi keterbatasan ekonomi rumah tangga. Peningkatan produktivas lahan, usahatani, dan pendapatan rumah tangga dari usaha minapadi dan bebek cukup baik dan berpotensi mencapai ketahanan pangan menuju kesejahteraan rumah tangga petani di pedesaan. Wanita tani perlu dibina dan diberdayakan sebagai receiving system untuk mempercepat proses alih teknologi. Perlu kaji tindak dan revitalisasi mekanisme kerja penyuluhan untuk lebih melibatkan wanita tani dalam mempercepat adopsi teknologi. Diperlukan pula strategi perbaikan upah agar berimbang antarjender sebagai insentif dan keberpihakan terhadap wanita tani. P embangunan di pedesaan telah mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan, terutama pada struktur ekonomi dan budaya masyarakat pedesaan, khususnya petani. Paradigma modernisasi dalam pem- bangunan pertanian yang mengutamakan prinsip efisiensi berdampak terhadap perubahan struktur ekonomi rumah tangga petani. Pembangunan pertanian di pedesaan telah menyebabkan pertumbuhan perekonomian yang pesat, meski belum sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan struktur pendapatan rumah-tangga petani. Hal tersebut disebabkan karena laju pergeseran ekonomi sektoral relatif lebih cepat dibanding laju pergeseran tenaga kerja, dimana titik balik aktivitas ekonomi di Indonesia lebih dulu tercapai dibanding titik balik tenaga kerja (labor turning point) (Manning 2000).
- ItemStrategi Pencapaian Diversifikasi dan Kemandirian Pangan: Antara Harapan dan Kenyataan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2011-12-17) Roosganda ElizabethPangan merupakan kebutuhan dasar hidup dan hak azasi manusia. Kualitas dan kecukupannya berperan penting dalam menentukan kualitas, tingkat intelegensi sumber daya manusia. Kuantitas dan kualitas konsumsi pangan dan gizi individu, sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, pengetahuan, dan budaya masyarakat. Tujuan penulisan untuk mengemukakan lebih komprehensif tentang kondisi strategi pencapaian diversifikasi dan kemandirian pangan menuju terwujudnya ketahanan pangan, dengan mereview berbagai tulisan terkait. Pentingnya peran pangan menjadikan ketahanan pangan sebagai pilar ketahanan nasional. Pilar ketahanan nasional akan terusik bila jaminan ketersediaan, diversifikasi dan kemandirian pangan tidak mampu terpenuhi oleh suatu bangsa. Terganggunya ketahanan nasional disebabkan ketergantungan pangan beras impor dan mencerminkan ketidakmampuan negara mencapai kemandirian pangan beras rakyatnya. Perlunya strategi penyediaan teknologi dan informasi sesuai, adanya perangkat kebijakan operasional yang memadai, berfungsinya berbagai lembaga pendukung (penelitian, penyuluhan, pemasaran), serta dukungan kebijakan pemerintah yang lebih fokus dan berpihak untuk Elizabeth: Strategi Pencapaian Diversifikasi dan Kemandirian Pangan 231 mempercepat pencapaian dan pengembangan diversifikasi dan kemandirian pangan. Terjadinya krisis finansial global (untuk jangka waktu pendek) dan perubahan iklim (untuk jangka waktu panjang) mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melemah, pengangguran meningkat, dan daya beli masyarakat menurun sehingga akses penduduk terhadap pangan menurun, mengakibatkan ketahanan pangan menjadi lebih rawan. Perlunya pengevaluasian kebijakan pembangunan pertanian dari aspek kelembagaan pangan, sehingga strategi dan upaya keakuratan perumusan kebijakan diversifikasi dan kemandirian pangan ke depan dapat berimplikasi besar bagi peningkatan daya saing SDM perdesaan dan pengembangan agroindustri produk pangan berbahan baku hasil pertanian domestik