Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Rochman"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Hama Utama Tanaman Pangan pada Sistem Usahatani di Lahan Pasang Surut Sumatera Selatan
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Suwalan, S.; I. G. Ismail; Rochman
    Salah satu kendala utama pengembangan pertanian tanaman pangan khususnya padi, jagung dan kedelai di lahan pasang surut adalah tingginya serangan hama terutama karena adanya perubahan ekosistem hutan/rawa menjadi ekosistem pertanian. Hama utama tanaman padi adalah tikus, lembing batu, orong-orong, walang sangit, penggerek batang dan wereng coklat. Hama utama tanaman jagung adalah babi hutan, lalat bibit dan penggerek tongkol, sedangkan pada tanaman kedelai berupa lalat bibit, penggerek polong dan pengisap polong. Walaupun teknologi pengendalian hama tersebut sudah cukup tersedia, namun pengembangannya masih menemui berbagai kendala, baik yang bersifat agroteknis maupun sosial ekonomi, serta sarana pendukungnya termasuk partisipasi aktif dari petani maupun instansi terkait.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Kajian Habitat dan Perilaku Tikus sebagai Dasar Pengendalian Secara Terpadu
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Rochman; Joko Priyono²
    Selama periode 1981-90, luas tanaman padi yang terserang tikus adalah 141.743 ha, intensitas serangan 16, 7%, dan nilai kerugian diperkirakan lebih Rp 31 milyar/th. Kelompok tani yang telah melakukan pengendalian secara teratur dan terorganisasi, berhasil menekan populasi dan serangan tikus. Namun demikian, di daerah-daerah yang kronis tikus, petani menjumpai hambatan dalam melaksanakan pengendalian, misalnya teknik pengendalian yang tepat, mendapatkan sarana, dan mengorganisasi diri sesuai dengan kondisi sosial ekonomi dan budaya setempat. Dengan diketahuinya informasi tentang berbagai aspek kehidupan tikus, maka teknik pengendaliannya dapat lebih disempurnakan. Berbagai kajian tentang perilaku tikus yang berhubungan dengan ruang gerak, habitat, pola reproduksi, daya tarik, daya rusak, tanaman perangkap, konservasi musuh alami, penggunaan rodentisida dan berbagai macam alat fumigasi, diharapkan dapat dijadikan acuan bagi penyempurnaan teknik pengendalian tikus. Pelaksanaan pengendalian tikus yang selaras dengan kajian tersebut diharapkan dapat terkoordinasi, terpadu, meluas dan sinambung.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengendalian Hama Tikus
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1991) Rochman; Dandi Sukarna
    Serangan tikus yang cukup berat pada tanaman padi telah dilaporkan sejak tahun 1915 dan 1938. Kemudian pada tahun 1960-63, serangan tikus di Jawa, Sumatera Selatan, Lampung, dan Tanjung (Kal-Sel) meliputi 800.000 ha sawah dengan kerusakan rata-rata 40%. Pada tahun yang sama, dilaporkan pula 14.000 ha tanaman tebu terserang dengan kerusakan 30-100% (10, 36). Pada periode tahun 1963-73, serangan tikus mencapai rata-rata 327.726 ha tiap tahun dengan kehilangan hasil 32%. Selama periode Pelita II (1974/75-1978/79) luas serangan rata-rata 211.705 ha tersebar di seluruh Indonesia. Luas serangan di atas 18.000 ha terjadi di Propinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan (13). Pada tahun 1979 luas serangan sekitar 400.000 ha. Pada Pelita IV serangan tersebut menurun hingga pada tahun 1987 tercatat serangan seluas 74.265 ha dengan intensitas berkisar antara 14-21%

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback