Browsing by Author "Rahayu, Lestari"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Dan Tingkat Efisiensi Alokatif Dan Ekonomi Petani Padi Sawah Di Kabupaten Polewali Mandar(Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2017) Riyadi, Ahmad; Rahayu, Lestari; Andri, Kuntoro Boga; ; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian MalukuDalam mengukur efisiensi teknis, alokatif dan ekonomis dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan yaitu dari aspek input dan aspek output. Dari aspek input merupakan rasio dari input dan biaya batas (frontier) terhadap input dan membutuhkan ketersediaan harga dan kurva isoquant yang menunjukkan kombinasi input yang digunakan dalam menghasilkan output yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang mempengaruhi biaya usahatani padi sawah di polewali mandar dan tingkat efisiensi ekonomi dan alokatif petani. Hasil menunjukkan bahwa untuk biaya usahatani padi sawah di Kabupaten Polewali Mandar dipengaruhi oleh harga benih, harga pupuk lainnya harga pestisida dan upah tenaga kerja serta untuk pendapatan dipengaruhi oleh luas lahan, harga benih, harga pupuk lainnya, harga pestisida, upah tenaga kerja dan produksi padi sawah, Rata-rata petani padi sawah di Kabupaten Polewali Mandar memiliki tingkatan Efisiensi Ekonomi 0.66 dan Efisiensi Alokatif 0.78 yang artinya usaha tani padi sawah belum efisien secara ekonomi dan harga
- ItemPENGARUH PЕМАКAIAN JANGKA PANJANG FORMULА ANTIKOLESTEROL YANG MENGANDUNG EKSTRAK BUAH LABU SIAM (Sechium edule Sw.) TERHADAP FUNGSI ORGAN GINJAL TIKUS PUTIH(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Agustini, Kurnia; Rahayu, Lestari; Sanfiany, EllyEkstrak buah labu siam (Sechium edule Sw.) telah diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Untuk membuat obat alami yang berkualitas, perlu dilakukan pengujian keamanan dari formula obat alami antikolesterol yang mengandung ekstrak buah labu siam ini. Penelitian lanjutan ini dilakukan untuk mengetahui pemakaian jangka panjang formula ekstrak tersebut terhadap kerusakan fungsi ginjal pada tikus putih jantan dan betina yang terbagi dalam tiga kelompok (Kelompok normal, dosis dan pemulihan), dengan metode mengacu pada protokol WHO. Campuran ekstrak diberikan per-oral dalam tiga variasi dosis, yaitu 80 mg/200 gBB, 400 mg/200 gBB dan 2000 mg/200 gBB selama 16 minggu. Pada minggu ke 16 tikus diambil darahnya dan diautopsi untuk diambil organ ginjalnya. Sedangkan kelompok pemulihan dibiarkan selama 2 minggu tanpa perlakuan. Analisis kimia darah dilakukan pada minggu ke 0, 8, dan 16 (serta minggu ke 18 bagi kelompok pemulihan) dengan parameter kreatinin dan urea darah. Data diolah dengan uji ANAVA dua arah (a=0,05) dan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil menunjukkan bahwa campuran ekstrak pada ketiga dosis (pada kelompok dosis maupun pemulihan) tidak menyebabkan perbedaan yang bermakna (a=0,05) terhadap kadar urea dan kreatinin serta gambaran histopatologi ginjal tikus putih dengan waktu pemberian selama empat bulan.