Browsing by Author "Rachmat, Ridwan"
Now showing 1 - 14 of 14
Results Per Page
Sort Options
- ItemAplikasi Ultrasonik untuk Pendugaan Kerusakan Serangan Lalat Buah pada Mangga Arumanis(Buletin Teknologi Pasca Panen, ) Hasbullah, Rokhani; Rachmat, Ridwan; Setyabudi, Dondy A; Warji, nFN
- ItemCharacteristics and Postharvest Technology of Fresh-Cut Fruits and Vegetables(Buletin Teknologi Pasca Panen, ) Qanytah, nFN; Rachmat, Ridwan; Jamal, Irpan Badrul
- ItemDeskripsi Varietas Unggul Baru Padi(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2017) Wahab, Moh. Ismail; Satoto; Rachmat, Ridwan; Guswara, Agus; Suharna
- ItemEfek Pengeringan Infrared Terhadap Perubahan Mikrostruktur, Sifat Fisik Dan Kapasitas Rehidrasi Bahan Pangan(Buletin Teknologi Pasca Panen, ) Adiandri, Resa Setia; Rahayu, Eka; Rachmat, Ridwan
- ItemEvaluasi karakteristik pengeringan jamur meraug kering (Volvariella voivacea) menggunakan Far Infra Red (FIR)(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Rachmat, Ridwan; Adiandri, Resa Setia
- ItemKarakteristik Mutu Fisikokimia Jamur Merang (Volvarella Volvacea) Selama Penyimpanan Dalam Berbagai Jenis Larutan Dan Kemasan(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Adiandri, Resa Setia; Nugraha, Sigit; Rachmat, Ridwan
- ItemMenggali Peluang Pengembangan Agroindustri Melalui Diversifikasi Pemanfaatan Limbah Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Rachmat, Ridwan; Suismono; FagI, Achmad M.Abstrak Indonesia sebagai negara agraris menghasilkan limbah padi yang sangat melimpah, seperti sekam, jerami, dan bekatul. Namun, pemanfaatannya di tingkat unit penggilingan dan petani masih didominasi oleh penggunaan bernilai ekonomi rendah atau bahkan dibakar secara terbuka yang memicu pencemaran lingkungan. Artikel ini mengkaji peluang strategis pengembangan agroindustri berbasis diversifikasi pemanfaatan limbah padi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi serta mendukung implementasi prinsip ekonomi sirkular. Melalui pendekatan studi literatur sistematis dan analisis deskriptif, dikaji berbagai potensi konversi teknologi limbah padi, meliputi pemanfaatan sekam menjadi arang sekam, briket energi terbarukan, silika, dan karbon aktif; transformasi jerami menjadi media tanam jamur, pupuk organik (bokashi), serta papan serat; serta pengolahan bekatul dan dedak menjadi minyak bekatul (rice bran oil) dan pakan bernutrisi tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa diversifikasi pemanfaatan limbah padi berpotensi secara signifikan meningkatkan margin pendapatan pelaku agroindustri hingga 30–50%, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, serta menekan emisi gas rumah kaca. Kendala utama yang dihadapi mencakup sifat bahan baku yang kamba (bulky), sebaran lokasi penggilingan yang terfragmentasi, serta keterbatasan investasi awal pada teknologi pengolahan berskala industri. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha melalui kebijakan insentif, introduksi teknologi tepat guna, serta penguatan kelembagaan rantai pasok guna mempercepat transformasi rantai nilai agroindustri padi menuju keberlanjutan. Abstract As an agricultural nation, Indonesia generates abundant rice waste, such as rice husks, straw, and bran; however, its utilization at the mill and farmer levels remains predominantly low-value or subject to open burning, triggering environmental pollution. This article explores strategic opportunities for agroindustrial development through the diversification of rice waste utilization to create economic added value and support the implementation of circular economy principles. Through a systematic literature review and descriptive analysis, various technological conversion potentials of rice waste are examined, including the conversion of husks into husk charcoal, renewable energy briquettes, silica, and activated carbon; the transformation of straw into mushroom growing media, organic fertilizer (bokashi), and fiberboard; as well as the processing of bran into rice bran oil and high-nutrition animal feed. The findings indicate that diversifying rice waste utilization significantly increases the profit margins of agroindustrial actors by 30–50%, reduces dependence on fossil fuels, and decreases greenhouse gas emissions. Main challenges identified include the bulky nature of the raw material, fragmented milling locations, and limited initial capital investment for industrial-scale processing technologies. Consequently, synergy among academia, government, and industry is required through incentive policies, appropriate technology introduction, and supply chain institutional strengthening to accelerate the transformation of the rice agroindustrial value chain toward sustainability.
- ItemModel Penggilingan Padi Terpadu Untuk Meningkatkan Nilai Tambah(Buletin Teknologi Pasca Panen, ) Rachmat, Ridwan
- ItemMutu Beras dan Rendemen Giling di Penggilingan Padi Kecil Pada Beberapa Daerah Sentra Produksi Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2015-10) Eka, Rahayu; Nugraha, Sigit; Suismono; Rachmat, Ridwan; Balai Besar Penelitian Tanaman PadiPenggilingan padi kecil (PPK) masih mendominasi proses penggilingan padi di Indonesia. Beragamnya kondisi bahan baku di PPK dapat menyebabkan beragamnya mutu beras giling yang dihasilkan. Tulisan ini membahas tentang gambaran mutu beras dan rendemen giling yang dihasilkan di PPK pada beberapa daerah sentra produksi padi. Penelitian dilakukan dengan metode survei lapang. Survei dilakukan di tiga PPK yang ditentukan secara acak di enam daerah sentra produksi padi yaitu Sleman, Garut, Klaten, Lamongan, Palembang, dan Makasar. Pada masing-masing PPK dilakukan pengamatan terhadap proses penggilingan padi untuk mengetahui persentase rendemen dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel dari setiap tahap penggilingan. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa beragamnya mutu gabah yang ada di setiap penggilingan padi menghasilkan beragamnya rendemen giling dan mutu beras yang dihasilkan. Rata-rata rendemen giling pada PPK pengamatan berkisar antara 55,83 – 64,74%. Berdasarkan SNI 6128 : 2008, rata-rata mutu fi sik beras giling di PPK pengamatan di Palembang, Yogyakarta, Lamongan, Makasar, dan Klaten belum sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan SNI. Sedangkan rata-rata mutu fi sik beras giling hasil penggilingan PPK pengamatan di Garut termasuk dalam mutu V.
- ItemPENENTUAN PRIORITAS SARANA PASCAPANEN JAGUNG UNTUK MENURUNKAN KEHILANGAN HASIL DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 2017-01-09) Fitriani, Deasy; Hasbullah, Rokhani; Rachmat, Ridwan
- ItemPengaruh Beberapa Komponen Teknologi Proses Pada Penggilingan Padi Terhadap Mutu Fisik Beras(Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, 2006-10) Rachmat, Ridwan; Sudaryono, Sudaryono; Thahir, Ridwan; Balai Besar Pengembangan Mekanisasi PertanianPenelitian untuk mengetahui pengaruh beberapa komponen teknologi proses pada penggilingan padi terhadap mutu fisik beras dilakukan didaerah Subang dan Karawang dari bulan Mei sampai Agustus 2004. Pengamatan dilakukan pada tiga sistem penggilingan yang berbeda, yaitu sistem penggilingan tidak kontinu, semi kontinu dan kontinu. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak blok dengan tiga ulangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi komponen mutu beras yang dihasilkan pada masing-masing unit proses pada penggilingan dengan sistem yang berbeda dan membandingkannya untuk mendapatkan informasi sebagai bahan perbaikan kapasitas dan kualitas beras giling. Sebanyak 1000 kg gabah kering giling diproses ditempat penggilingan padi dengan tiga kali ulangan pada masing-masing sistem penggilingan. Pengambilan sampel untuk analisa dilakukan pada masing-masing output mesin penggiling. Analisa mutu fisik terhadap sampel beras giling dan hasil samping yang diperoleh pada setiap mesin yang ada pada sistem penggilingan dilakukan di Laboratorium Karawang pada Balai Besar Litbang Pascapanen. Parameter pengukuran terdiri dari rendemen giling dan komponen mutu bahan dari output proses penggilingan. Hasil penelitian terhadap sistem penggilingan yang berbeda menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam rendemen giling dan mutu beras giling. Dari analisa dedak menunjukkan bahwa terdapat kandungan beras pecah kecil (menir) yang berbeda yaitu 13,36%, 20,48% dan 5,77% pada masing-masing sistem penggilingan tidak kontinu, semi kontinu dan kotinu.
- ItemPengembangan Agroindustri Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Thahir, Ridwan; Rachmat, Ridwan; SuismonoAbstrak Pengembangan agroindustri padi memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, dan mendorong kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, kendala, serta strategi pengembangan agroindustri padi yang efisien dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam kajian ini meliputi pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui analisis deskriptif serta evaluasi kelayakan usaha dan rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas olah, penerapan teknologi pascapanen yang modern, dan integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir merupakan faktor kunci dalam mengoptimalkan produksi beras berkualitas tinggi dan produk sampingannya. Selain itu, peningkatam akses modal, kelembagaan petani yang kuat, dan kemitraan pasar yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk mengatasi hambatan efisiensi. Implikasi dari penelitian ini memberikan acuan kebijakan bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam memajukan sektor agroindustri padi yang berdaya saing tinggi. Abstract The development of rice agro-industry plays a strategic role in strengthening food security, increasing the added value of agricultural products, and boosting farmers' welfare. This study aims to analyse the potential, constraints, and strategies for developing an efficient and sustainable rice agro-industry. The methods used in this study include qualitative and quantitative approaches through descriptive analysis as well as business feasibility and supply chain evaluations. The results indicate that increasing processing capacity, adopting modern post-harvest technologies, and integrating the supply chain from upstream to downstream are key factors in optimizing the production of high-quality rice and its by-products. Furthermore, enhanced access to capital, strong farmer institutions, and sustainable market partnerships are essential to overcoming efficiency barriers. The implications of this research provide policy guidance for the government and business actors to advance a highly competitive rice agro-industry sector.
- ItemPerubahan Karakteristik Umbi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) Akibat Proses Curing Selama Penyimpanan(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 2017-01-18) Djali, Muhamad; Rachmat, Ridwan
- ItemTeknologi Pengolahan Padi Terpadu dengan Penerapan Sistem Manajemen Mutu(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 2007) Rachmat, Ridwan; Suismono; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen PertanianTeknologi pengolahan padi adalah teknologi penanganan pascapanen dan pengolahan yang akan menghasilkan produk utama [main product) beras, produk samping [by product) berupa dedak, beras pecah atau menir, dan limbah (waste product) berupa sekam. Untuk mengimplementasikan teknologi tersebut secara terpadu agar diperoleh produk yang berdaya saing, maka diperlukan penguasaan teknologi, proses dan sistem manajemen mutu secara tepat terap sehingga menghasilkan produk bermutu yang memberikan nilai tambah dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani. Buku teknologi pengolahan padi ini memaparkan teknologi, proses dan sistem manajemen mutu agar dapat disebarluaskan kepada para pengguna. Paparan tersebut memuat informasi secara singkat tentang konsep dan kelembagaan teknologi pengolahan padi yang dikemas dalam suatu model agroindustri padi terpadu. Konsep ini merupakan inovasi teknologi hasil penelitian Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian.