Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian"

Now showing 1 - 10 of 10
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Budi Daya dan Pascapanen Jambu Mente
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1994) Lubis, Muhd. Yaqub; Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Ekspor kacang mente yang terus meningkat ini menunjukkan adanya peluang untuk menunjang kegiatan agro-industri/agribisnis jambu mente di pedesaan. Dalam hal ini dituntut peningkatan produktivitas dan kualitas, baik melalui intensifikasi, ekstensifikasi maupun diversifikasi. Agro-ekosistem kawasan timur Indonesia sangat sesuai untuk tanaman jambu mente. Untuk meningkatkan produktivitas perlu pemanfaatan dan penerapan teknologi budi daya meliputi penggunaan bahan tanaman unggul, penerapan kultur teknis yang tepat seperti keseimbangan kebutuhan air terutama untuk tanaman muda dan pemupukan berimbang, serta pengelolaan pasca panen yang tepat.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Budi Daya dan Pascapanen Mangga
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1994) Broto, Wisnu; Primawati, Nova; Sule, Lenny Herliany; Krisnawati, Yusri; Kusmawardani, Oemi; Purwati; Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Buah mangga (Mangifera indica L.) merupakan salah satu buah-buahan yang populer di Indonesia. Dalam kurun waktu 1987 - 1991, luas panen mangga cenderung naik dengan produksi berkisar antara 400 - 600 ribu ton. Apabila dibandingkan dengan buah-buahan lain, maka produksi buah mangga per tahun menduduki peringkat ke dua setelah pisang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa potensi buah mangga termasuk cukup besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Budi Daya Jeruk
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1993) Nia T., Shalimar Andaya; Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Buah jeruk mempunyai nilai ekonomis dan mengandung gizi cukup tinggi, yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan. Di Indonesia, jeruk merupakan tanaman rakyat yang sebagian besar diusahakan di lahan kering, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Di lahan pasang surut, jeruk ditanam pada sorjan-sorjan. Permintaan akan buah jeruk, di samping buah-buahan tropis lainnya semakin meningkat sebagai akibat peningkatan jumlah penduduk, pendapatan, dan kesadaran masyarakat akan nilai gizi, serta semakin lajunya perkembangan sektor pariwisata.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Budi Daya Kapas
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1994) Sutijah; Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Tanaman kapas (Gossypium hirsutum L.) adalah tumbuhan perdu yang dapat diusahakan di dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Sejarah tanaman kapas sudah ada sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Gossypium hirsutum berasal dari Meksiko, berkembang ke Amerika Tengah, Hindia Barat, Florida, dan diintroduksi ke Asia serta Afrika, tetapi baru abad ke 16 kapas diusahakan secara intensif, dan pada abad ke 18 menjadi komoditas yang penting di Amerika Serikat. Penelitian kapas di Indonesia sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Hasil penelitiannya dapat ditelusuri melalui majalah atau publikasi lain yang terbit sejak tahun 1936, tetapi hasil penelitian serupa sulit ditemukan antara tahun 1940 - 1960-an. Sesudah itu baru ditemukan lagi hasil-hasil penelitian kapas di Indonesia. Pada tahun 1960-an banyak jenis kapas lokal di Indonesia yang diganti dengan kapas up land, atau G. hirsutum atau kapas Amerika. Tanaman kapas dimanfaatkan terutama untuk produksi seratnya, dan sebagai hasil samping adalah minyak makan dari biji kapas, serta bungkilnya untuk campuran makanan ternak. Di luar negeri, minyak biji kapas sudah dimanfaatkan sebagai minyak makan, sedangkan tepung biji kapas digunakan untuk bahan makanan campuran guna meningkatkan nilai proteinnya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Hijauan Pakan Ternak
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1994) Budiman, Hadi; Djamal, Sjamsimar; Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Di Indonesia, produktivitas ternak ruminansia (sapi, kerbau, domba, dan kambing) pada umumnya rendah. Hal ini terutama disebabkan jumlah dan mutu pakan yang diberikan di bawah kebutuhan ternak. Umumnya, ternak hanya diberi rumput alam yang berasal dari tegalan, pekarangan, tepi jalan, dan tanah bera dengan kadar protein dalam bahan kering rata-rata 5-6%. Rumput unggul yang mudah ditanam dan disukai ternak serta produksinya tinggi antara lain rumput raja, rumput gajah, dan setaria. Namun pemberian rumput unggul secara tunggal belum dapat memberikan produktivitas ternak yang optimal, karena itu masih diperlukan makanan tambahan yang bermutu tinggi seperti konsentrat. Tetapi karena harga konsentrat mahal, maka tidak dianjurkan diberikan pada ternak ruminansia, kecuali bila bahannya mudah didapat dan harganya murah. Sebagai alternatif, disarankan penggunaan leguminosa pohon sebagai sumber protein selain rumput sebagai pakan utama. Leguminosa pohon yang mudah ditanam dan mengandung protein tinggi adalah gamal, lamtoro, kaliandra, dan turi. Keempat jenis leguminosa pohon tersebut mempunyai beberapa keunggulan, yaitu produksi hijauan tinggi, tahan terhadap iklim, mudah ditanam, dan mempunyai kandungan zat makanan cukup tinggi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pedoman Teknis Budidaya Ikan Nila
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1995) Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan introduksi dari Taiwan yang didatangkan pertama kali ke Bogor pada tahun 1969 dan telah dibudidayakan di hampir semua propinsi di Indonesia. Strain ikan nila yang dikenal di Indonesia ada 3 macam, yaitu nila merah lokal, nila merah Filipina dan nila biasa atau nila hitam. Ikan nila, terutama ikan nila merah telah memiliki pasaran internasional cukup baik, terutama di Jepang, Hongkong, Eropa, dan Amerika (Departemen Pertanian, 1987).
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Budidaya Salak
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1995) Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Salak (Salacca edulis Reinw.) merupakan tanaman asli Indonesia, sehingga tanaman ini tumbuh dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Pada umumnya buah salak dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi sering pula diolah dalam bentuk manisan, dikeringkan dan dikemas dalam kalengan. Salak mempunyai masa depan yang cukup baik untuk diusahakan dan dikembangkan, baik untuk memenuhi pasaran dalam negeri maupun pasaran luar negeri. Peluang tersebut didasarkan atas kenyataan bahwa konsumsi salak untuk pasaran dalam negeri sangat tinggi juga peluang untuk ekspornya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Menyusun Tulisan Ilmiah Populer
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1999) Soedijanto; Soehardjan, M.; Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Buku ini dipakai sebagai pedoman untuk menyusun tulisan dalam bentuk ilmiah populer. Tulisan ilmiah populer mempunyai ciri khas dan khusus ditujukan bagi masyarakat awam. Pengertian masyarakat awam dalam tulisan ini bukan hanya mereka yang berpendidikan rendah dan menengah, tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi, dan ingin mengetahui perkembangan disiplin ilmu lain yang bukan menjadi bidangnya. Salah satu syarat dalam menyusun tulisan ilmiah populer adalah menetapkan sasaran pembaca. Jika yang menjadi sasaran adalah mereka yang berpendidikan rendah, kalimat perlu disusun sependek mungkin, agar mudah dipahami. Inti tulisan ilmiah populer adalah untuk menambah wawasan, pengetahuan atau keterampilan pembaca yang disajikan secara populer dengan istilah-istilah teknis yang telah diketahui oleh masyarakat. Cakupan tulisan ilmiah populer tidak selalu berkaitan dengan isu yang sedang berkembang, sehingga isinya tidak selalu mudah basi. Isi tulisan ilmiah populer dapat menjadi basi jika telah ada temuan baru
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Usahatani Bunga Potong
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1994) Harry, Nin Rismini; Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Bunga potong yang paling banyak diusahakan oleh para petani bunga di Indonesia adalah mawar, anggrek, gerbera, krisan, gladiol, anthurium, dan sedap malam. Saat ini sentra produksi bunga yang potensial adalah Jakarta, Jawa Barat yang tersebar di daerah Bogor, Cianjur, dan Lembang, serta Jawa Timur di daerah Batu, Malang. Propinsi-propinsi lain yang akan dikembangkan sebagai sentra produksi bunga potong adalah Sumatera Utara (anggrek, krisan, mawar, gladiol, anthurium), Sumatera Barat, Riau (anggrek), Jambi (anggrek), Jawa Barat (anggrek), Sulawesi Selatan (anggrek), Jawa Tengah, Bali, dan Sulawesi Tengah. Mengingat prospeknya yang cukup cerah dalam agribisnis hortikultura, terutama untuk pe ningkatan pendapatan para petani bunga dan sumber devisa negara, maka produksi bunga potong perlu dikembangkan, baik dari segi teknik budi daya, pascapanen, dan pemasarannya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Usahatani Lada Perdu
    (Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1994) Salim, Farida; Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian
    Dari hasil rekayasa teknologi budi daya tanaman lada, telah dihasilkan lada perdu yang mempunyai efisiensi usahatani lebih tinggi daripada lada biasa. Dengan perkiraan produksi ±0,3 kg/tanaman yang ditanam dengan jarak tanam 1 x 1,5 m, setiap hektar tanaman lada perdu memberikan hasil yang hampir sama dengan tanaman lada biasa. Keuntungan menanam lada perdu ini adalah tanaman lebih cepat berproduksi, tidak memerlukan tiang panjat, populasi per satuan luas lebih banyak, pemeliharaan lebih mudah, tidak memerlukan lahan yang luas, dan mempunyai nilai estetika.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback