Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Prof. Dr. Ir. Suyamto"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2008-12-16) Prof. Dr. lr. Achmad Suryana, MS; Prof. Dr. Ir. Suyamto; Ir. Zubachtirodin, MS; Dr. M.S. Pabbage; Dr. Sania Saenong
    Kebutuhan jagung terus meningkat, baik untuk pangan maupun pakan. Dewasa ini kebutuhan jagung untuk pakan sudah lebih dari 50% kebutuhan nasional. Peningkatan kebutuhan jagung terkait dengan makin berkembangnya usaha peternakan, terutama unggas. Sementara itu produksi jagung dalam negeri belum mampu memenuhi semua kebutuhan, sehingga kekurangannya dipenuhi dari jagung impor. Ditinjau dari sumber daya yang dimiliki, Indonesia mampu berswasembada jagung, dan bahkan mampu pula menjadi pemasok jagung di pasar dunia. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan berbagai dukungan, terutama teknologi, investasi, dan kebijakan. Secara teknis, upaya peningkatan produksi jagung di dalam negeri dapat ditempuh melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produktivitas jagung adalah menerapkan teknologi dengan pendekatan Pengeloaan Tanaman Terpadu (PTT). Dalam pengembangannya, PTT tidak menggunakan pendekatan paket teknologi, melainkan dengan pendekatan penerapan teknologi untuk memecahkan masalah usahatani di wilayah tertentu dan bersifat spesifik lokasi dengan bantuan para penyuluh dan petugas pertanian. Tujuan utama penerapan PTT adalah untuk meningkatkan produksi, pendapatan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan. Buku ini disusun berdasarkan hasil penelitian di berbagai daerah dan agroekosistem, terutama lahan kering dan lahan sawah. Selain diperuntukkan bagi penyuluh pertanian untuk dapat dijadikan acuan dalam pengembangan PTT jagung di wilayah kerjanya, panduan ini diharapkan dapat pula digunakan sebagai acuan dalam pelatihan PTT jagung di daerah, baik yang diselenggarakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian maupun Dinas Pertanian dan institusi terkait lainnya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Ubi Kayu
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2008) Prof. Dr. Ir. Suyamto; Prof. Dr. Ir. Made Oka Adnyana, MSc; Drs. J. Wargiono Hadi, APU; Dr. Ir. Nyoman Widiarta
    Produksi ubi kayu nasional cenderung stagnan dalam dasawarsa terakhir. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya areal panen dengan laju 0,53% per tahun dan produktivitas baru mencapai 60% dari potensi hasil yang dapat dicapai. Dampaknya adalah turunnya neraca gaplek 8,7% per tahun dan defisit pasokan gaplek 0,3 juta ton dan tapioka 0,01 juta ton. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dirancang program pengembangan ubi kayu yang diarahkan kepada peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas dan areal tanam dalam sistem agribisnis berbasis agroindustri. Hal ini makin penting artinya dikaitkan dengan diversifikasi pangan dan pengembangan bioethanol. Sebagai- mana diketahui ubi kayu potensial dikembangkan sebagai bahan baku bioethanol, yang merupakan bioenergi alternatif. Publikasi ini memuat prospek dan arah pengembangan agribisnis ubi kayu setelah melalui analisis dan kajian tentang potensi, peluang, dan hambatan pengembangan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Jagung
    (Departemen Pertanian, 2008) Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana, MS; Prof. Dr. Ir. Suyamto; Ir. Zubachtirodin, MS; Hermanto, S.Sos
    Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang mempunyai peranan strategis dalam perekonomian nasional. Kebutuhan terhadap komoditas ini terus meningkat, baik untuk pangan maupun pakan dan industri, apalagi dengan berkembangnya usaha peternakan di Indonesia akhir-akhir ini. Pada saat produksi dalam negeri tidak mendukung, pemerintah harus mengimpor jagung untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional dan menekan volume impor, pemerintah telah mencanangkan program peningkatan produksi jagung sejak 2007 dengan sasaran swasembada. Salah satu strategi dalam peningkatan nasional jagung adalah meningkatkan produktivitas yang hingga kini baru mencapai 3,6 t/ha, sementara di tingkat penelitian dapat mencapai 5-10 t/ha. Dalam hal ini inovasi teknologi memegang peranan penting. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas unggul yang dibudidayakan dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) mampu meningkatkan produksi jagung dan efisiensi input produksi. Pengalaman menunjukkan pula bahwa Sekolah Lapang Pengendalian Hama secara Terpadu (SL-PHT) dengan sistem belajar langsung di lahan petani dapat mempercepat alih teknologi. Keberhasilan SL-PHT yang ditindaklanjuti oleh pengembangan SL-Iklim (SL-I) memberi inspirasi bagi pengembangan PTT melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dengan mensinergikan dan memperluas cakupan SLPHT dan SL-I dengan sasaran peningkatan produksi dan efisiensi usahatani. Agar berdaya guna dan berhasil guna, SL-PTT dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai institusi yang kompeten, baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun kecamatan, dan bahkan tingkat desa. Buku panduan pelaksanaan SL-PTT Jagung ini disusun berdasarkan pengalaman penyelenggaraan SL-PHT dan diperkaya dengan pengalaman dalam pengembangan inovasi teknologi jagung dengan pendekatan PTT di berbagai lokasi di Indonesia
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Kedelai
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2008-12-16) Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana, MS; Prof. Dr. Ir. Suyamto; Prof. Dr. Marwoto; Ir. Abdullah Taufiq, MS; Ir. M. Muchlish Adie, MS; Prof. Dr. Subandi; Dr. Ir. I Nyoman Widiarta; Hermanto, S.Sos; Ir. Husni Kasim
    Kebutuhan kedelai pada tahun 2008 telah mencapai 2,2 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya 35-40% kebutuhan, sehingga kekurangannya dipenuhi dari impor. Naiknya harga kedelai di pasar dunia akhir-akhir ini menyebabkan harga kedelai di dalam negeri juga naik dari Rp 3.500 pada awal tahun 2007 menjadi Rp 7.500 per kg di akhir tahun 2007. Hal ini menggangu kelangsungan industri pangan berbahan baku kedelai, seperti tempe dan tahu yang telah populer di masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi kedelai di dalam negeri. Untuk meningkatkan produksi kedelai nasional dalam upaya pemenuhan kebutuhan dan menekan volume impor, pemerintah telah mencanangkan program peningkatan produksi kedelai. Salah satu strategi yang ditempuh adalah meningkatkan produktivitas yang hingga kini baru mencapai 1,2 t/ha, sementara di tingkat penelitian dapat mencapai 2,0- 2,5 t/ha. Dalam hal ini inovasi teknologi memegang peranan penting. Hasil penelitian di beberapa lokasi menunjukkan bahwa teknologi varietas unggul kedelai yang dibudidayakan dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi input produksi kedelai. Pengalaman menunjukkan pula bahwa Sekolah Lapang Pengendalian Hama secara Terpadu (SL-PHT) dengan sistem belajar langsung di lahan petani dapat mempercepat alih teknologi. Keberhasilan SL-PHT yang ditindaklanjuti oleh pengembangan SL-Iklim (SL-I) memberi inspirasi bagi pengembangan PTT melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dengan mensinergikan dan memperluas cakupan SL-PHT dan SL-I dengan sasaran peningkatan produksi dan efisiensi usahatani. Agar berdaya guna dan berhasil guna, SL-PTT dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan berbagai institusi yang kompeten, baik di tingkat pusat.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback