Browsing by Author "Pratiwi, Etty"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemEfektivitas Pemupukan NPK Menggunakan Pupuk Hayati Agrimeth Pada Padi Varietas Inpari 10 di Lahan Sawah Inceptisol Bogor(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Purwani, Jati; Pratiwi, Etty; D. Hastuti, Ratih; Salma, Selly; Wardana, I PutuAbstrak Agrimeth adalah pupuk hayati yang mengandung beberapa jenis bakteri yaitu Bradyrhizobium japonicum, Rhizobium japonicum, Azotobacter sp, Bacillus sp dan Methylobacterium sp yang dikemas dalam bahan pembawa berbentuk bubuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemupukan N, P, dan K menggunakan pupuk hayati Agrimeth pada pertumbuhan dan hasil padi di Inceptisol Bogor. Percobaan adalah rancangan acak kelompok terdiri dari 7 perlakuan dengan empat ulangan per perlakuan. Perlakuan yang dilakukan adalah: 1) Kontrol yang tidak dipupuk, 2) Pupuk NPK 100% dari tingkat yang direkomendasikan, 3) Agrimeth, 4) Pupuk NPK pada 25% dari tingkat yang direkomendasikan +Agrimeth, 5) Pupuk NPK pada 50% daritingkat yang direkomendasikan+Agrimeth, 6) Pupuk NPK sebesar 75% dari tingkat yang direkomendasikan+Agrimeth, 7) Pupuk NPK 100% dari tingkat yang direkomendasikan + Agrimeth. Agrimeth diaplikasikan pada perlakuan benih pada 16 g/kg biji atau 400 g/25 kg per ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Agrimeth memberikan hasil positif baik pada pertumbuhan dan hasil padi yang tumbuh di tanah agak masam dengan dolomit dan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Perlakuan yang paling penting untuk meningkatkan hasil gabah padi adalah pupuk NPK pada pupuk NPK sebesar 75% dari tingkat yang direkomendasikan + Agrimeth seperti yang ditunjukkan oleh nilai Efektivitas Agronomi Relatif sebesar 134,9%. Abstract Agrimeth is a biological fertilizer containing several Bradyrhizobium japonicum and Rhizobium japonicum, Azotobacter sp, Bacillus sp and Methylobacterium sp in powder-shaped carrier material. The objective of this research was to evaluate the effectiveness of Agrimeth on rice growth and yield at Inceptisol of Bogor. The experiment was a randomized block design consisting of 7 treatments with four replications per treatment. The treatments included were: 1) Untreated control, 2) NPK fertilizers at 100% of recommended level, 3) Agrimeth, 4) NPK fertilizers at 25% of recommended level + Agrimeth, 5) NPK fertilizers at 50% of recommended level + Agrimeth, 6) NPK fertilizers at 75% of recommended level + Agrimeth, 7) NPK fertilizers at 100% of recommended level + Agrimeth. The Agrimeth was applied to the seed treatment at 16 g/kg of seed or 400 g/25 kg per ha. The results of this research showed that the application of Agrimeth gave a positive result both on growth and yield of paddy grown in slightly acid soil with dolomite and manure as a base fertilizer. The most important treatments to enhance the grain yield of rice were NPK fertilizers at NPK fertilizers at 75% of recommended level + Agrimeth as indicated by the value of Relative Agronomic Effectiveness of 134,9 %.
- ItemMetode Analisis Biologi Tanah(Balai Penelitian Tanah, 2022) Husen, Edi; Surono; Pratiwi, Etty; Widowati, Ladiyani RetnoPesatnya pembangunan pertanian dewasa ini untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduk yang jumlahnya terus bertambah telah memacu peningkatan penggunaan lahan pertanian (makin intensif) dan penambahan luas areal tanam. Situasi ini sudah tentu memicu peningkatan kebutuhan dan ketersediaan sarana produksi, seperti pupuk dan pestisida. Menghadapi situasi ini, peran biologi tanah menjadi semakin penting ke depan karena penggunaan berbagai produk berba sis biologi tanah dapat menghemat penggunaan pupuk anorganik, meningkat kan produktivitas lahan, dan dalam beberapa kasus mampu memperbaiki kualitas tanah pertanian akibat salah kelola. Saat ini berbagai jenis mikroba dan juga fauna tanah telah diketahui ber potensi sebagai pupuk hayati, perombak bahan organik, dan beberapa atribut biologi tanah juga sudah mulai banyak digunakan sebagai indikator kualitas dan kesehatan tanah. Namun untuk mengetahui pemanfaatan produk berbasis biologi tanah tersebut perlu ditunjang oleh penuntun analisis biologi tanah yang mema dai untuk eksplorasi agen hayati, analisis aktivitas, merakit formula dan teknologi penggunaannya secara tepat, dan analisis mutu agen hayati komersial
- ItemPetunjuk Teknis Penanganan Lahan Relokasi Pengungsi Sinabung di Siosar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Sukarman; Suryani, Erna; Dariah, Ai; Anda, Markus; Pratiwi, Etty; Nurida, Neneng L.; Sutono; Erfandi, Dedi; Kasno, A.; Las, IrsalSehubungan dengan permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara melalui surat tertanggal 6 Oktober 2015 perihal Penanganan Lahan Relokasi untuk Pengungsi Sinabung di Siosar, Kabupaten Karo kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, maka telah dilakukan kajian di lahan relokasi tersebut. Lahan relokasi merupakan bekas hutan pinus yang menyisakan banyak permasalahan, yaitu: 1) pencabutan tunggul pohon pinus, 2) masalah alelopati, dan 3) pemilihan komoditas. Disamping itu, permasalahan lain yang ditemukan di lapang adalah: lahan berlereng (5-15%), dan tanah masam serta kesuburan rendah.