Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Nurwulan Agustiani"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Optimalisasi Potensi Hasil Berbagai Tipe Varietas Padi Melalui Pengaturan Populasi dan Pemupukan Nitrogen
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2010-11-18) Sarlan Abdulrachman; Hasil Sembiring; Nurwulan Agustiani
    Abstract Optimalization of Yield Potential on Several Types of Rice Varieties through Arrangement of Plant Population and Nitrogen Fertilizer. The phenomenon showed that lowland rice productivity under intensive technology has been stagnant, even declined. So that, to increase rice production, used of improved varieties and correctly management are needed. To examine the interaction among rice variety, plant population, and fertilizer N management on rice growth and yield, and also to develop "healthy canopy" in order to get high yield and efficiency input production as well field experiments had been done at ICRR Sukamandi Field Experimental on DS and WS 2008/09. Variety, plant population and N fertilizer management were used as the treatments and designed in Randomized Complete Block with four replications. Selection of varieties was basically based on panicle length and tillers number. VI: long panicle and high tillers number (hybrid Rokan). V2: long panicle and low tillers number (NPT, BP360E-MR-9-PN-2), and V3: short panicle and high tillers number (inbred Ciherang). Plant population consisted of P1: recommended plant spacing 20 cm x 20 cm or 25 hills per m' and P2: un optimum plant spacing 25 cm x 25 cm or 16 hills per m³. Nitrogen fertilizer management was two different treatments, NI: SSNM recommendation (30-45-60), and N2: high early N dosage (60-45-30). The research results were: (1) The most significant response of variety was observed on rice growth, yield component, and grain yield, followed by plant population and N fertilizer management. Having better growth Performance, hybrid Rokan had also high yield (8.49 t/ha in DS 2008 and 7.10 t/ha in WS 2008/09). Meanwhile, NPT BP 360 produced 8.50 t/ha in DS 2008 and 6.46 t/ha in WS 2008/09), and inbred Ciherang 7.89 1/ha in DS 2008 and 6.48 t/ha in WS 2008/09, and (2) On unfavourable environment (high rainfall) rice was more sensitive to treatments. To get high yield needs a wider spacing 25 cm x 25 cm with high dosage of early N fertilization (60 kg/ha) in order to prevent from logging and improving tillering ability. Abstrak Fenomena menunjukkan bahwa produksi padi pada lahan irigasi dengan teknologi intensif sudah mulai stagnasi, bahkan ada yang mulai menurun. Oleh karena itu, peningkatan produksi saat ini perlu ditempuh melalui pemilihan varietas yang unggul dan dengan manajemen yang sesuai. Penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi antara varietas padi, populasi tanaman, dan pengelolaan pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil padi serta pemanfaatan hasil penelitian untuk pengembangan konsep "kanopi sehat sebagai dasar pengelolaan tanaman padi agar diperoleh hasil tinggi dan efisien input produksi telah dilaksanakan di Kebun Percobaan BB Padi Sukamandi pada MK 2008 dan MH 2008/2009. Perlakuan percobaan adalah varietas, populasi, dan pengelolaan N. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Varietas atau galur yang digunakan diseleksi atas dasar perbedaan karakter panjang malai dan jumlah anakan. VI: malai panjang dengan jumlah anakan banyak (hibrida Rokan), V2: malai panjang dengan jumlah anakan rendah (PTB, galur BP360E-MR-9-PN-2), dan V3: malai pendek dengan jumlah anakan banyak (inbrida Ciherang). Populasi tanaman terdiri atas P1: jarak tanam rekomendasi 20 cm x 20 cm atau 25 rumpun per m² dan P2: jarak tanam dengan asumsi kurang optimal (yang sering digunakan petani), yaitu rata-rata 25 cm x 25 cm atau 16 rumpun per m². Sedangkan pengelolaan pupuk N dibedakan atas NI: rekomendasi PHSL terkini untuk pengelolaan N (30-45-60), dan N2: pemberian pupuk N awal yang tinggi (60-45-30). Dari penelitian ini dihasilkan (1) perlakuan varietas paling menonjol pengaruhnya terhadap pertumbuhan, komponen hasil maupun hasil, disusul perlakuan populasi, dan pengaturan pupuk N. Hibrida Rokan selain memiliki pertumbuhan yang lebih baik, juga memberikan produksi tertinggi (8,49 t/ha pada MK 2008 dan 7,10 t/ha pada MH 2008/09), РТВ ВР 360 (8,50 t/ha pada MK 2008 dan 6,46 t/ha pada MH 2008/2009). inbrida Ciherang (7.89 t/ha pada MK 2008 dan 6,48 t/ha pada MH 2008/2009), dan (2) Pada kondisi lingkungan yang kurang kondusif (intensitas curah hujan tinggi) tanaman lebih sensitif terhadap perlakuan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi diperlukan jarak tanam yang lebar 25 x 25 cm dengan pupuk N dasar tinggi (60 kg/ha). Hal ini untuk mengurangi tingkat kerebahan dan mendorong pembentukan lebih banyak anakan.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Optimalisasi Potensi Hasil Berbagai Tipe Varietas Padi Melalui Pengaturan Populasi dan Pemupukan Nitrogen
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2010-11-18) Sarlan Abdulrachman; Hasil Sembiring; Nurwulan Agustiani
    Abstract Optimalization of Yield Potential on Several Types of Rice Varieties through Arrangement of Plant Population and Nitrogen Fertilizer. The phenomenon showed that lowland rice productivity under intensive technology has been stagnant, even declined. So that, to increase rice production, used of improved varieties and correctly management are needed. To examine the interaction among rice variety, plant population, and fertilizer N management on rice growth and yield, and also to develop "healthy canopy" in order to get high yield and efficiency input production as well field experiments had been done at ICRR Sukamandi Field Experimental on DS and WS 2008/09. Variety, plant population and N fertilizer management were used as the treatments and designed in Randomized Complete Block with four replications. Selection of varieties was basically based on panicle length and tillers number. VI: long panicle and high tillers number (hybrid Rokan). V2: long panicle and low tillers number (NPT, BP360E-MR-9-PN-2), and V3: short panicle and high tillers number (inbred Ciherang). Plant population consisted of P1: recommended plant spacing 20 cm x 20 cm or 25 hills per m' and P2: un optimum plant spacing 25 cm x 25 cm or 16 hills per m³. Nitrogen fertilizer management was two different treatments, NI: SSNM recommendation (30-45-60), and N2: high early N dosage (60-45-30). The research results were: (1) The most significant response of variety was observed on rice growth, yield component, and grain yield, followed by plant population and N fertilizer management. Having better growth Performance, hybrid Rokan had also high yield (8.49 t/ha in DS 2008 and 7.10 t/ha in WS 2008/09). Meanwhile, NPT BP 360 produced 8.50 t/ha in DS 2008 and 6.46 t/ha in WS 2008/09), and inbred Ciherang 7.89 1/ha in DS 2008 and 6.48 t/ha in WS 2008/09, and (2) On unfavourable environment (high rainfall) rice was more sensitive to treatments. To get high yield needs a wider spacing 25 cm x 25 cm with high dosage of early N fertilization (60 kg/ha) in order to prevent from logging and improving tillering ability. Abstrak Fenomena menunjukkan bahwa produksi padi pada lahan irigasi dengan teknologi intensif sudah mulai stagnasi, bahkan ada yang mulai menurun. Oleh karena itu, peningkatan produksi saat ini perlu ditempuh melalui pemilihan varietas yang unggul dan dengan manajemen yang sesuai. Penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi antara varietas padi, populasi tanaman, dan pengelolaan pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil padi serta pemanfaatan hasil penelitian untuk pengembangan konsep "kanopi sehat sebagai dasar pengelolaan tanaman padi agar diperoleh hasil tinggi dan efisien input produksi telah dilaksanakan di Kebun Percobaan BB Padi Sukamandi pada MK 2008 dan MH 2008/2009. Perlakuan percobaan adalah varietas, populasi, dan pengelolaan N. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Varietas atau galur yang digunakan diseleksi atas dasar perbedaan karakter panjang malai dan jumlah anakan. VI: malai panjang dengan jumlah anakan banyak (hibrida Rokan), V2: malai panjang dengan jumlah anakan rendah (PTB, galur BP360E-MR-9-PN-2), dan V3: malai pendek dengan jumlah anakan banyak (inbrida Ciherang). Populasi tanaman terdiri atas P1: jarak tanam rekomendasi 20 cm x 20 cm atau 25 rumpun per m² dan P2: jarak tanam dengan asumsi kurang optimal (yang sering digunakan petani), yaitu rata-rata 25 cm x 25 cm atau 16 rumpun per m². Sedangkan pengelolaan pupuk N dibedakan atas NI: rekomendasi PHSL terkini untuk pengelolaan N (30-45-60), dan N2: pemberian pupuk N awal yang tinggi (60-45-30). Dari penelitian ini dihasilkan (1) perlakuan varietas paling menonjol pengaruhnya terhadap pertumbuhan, komponen hasil maupun hasil, disusul perlakuan populasi, dan pengaturan pupuk N. Hibrida Rokan selain memiliki pertumbuhan yang lebih baik, juga memberikan produksi tertinggi (8,49 t/ha pada MK 2008 dan 7,10 t/ha pada MH 2008/09), РТВ ВР 360 (8,50 t/ha pada MK 2008 dan 6,46 t/ha pada MH 2008/2009). inbrida Ciherang (7.89 t/ha pada MK 2008 dan 6,48 t/ha pada MH 2008/2009), dan (2) Pada kondisi lingkungan yang kurang kondusif (intensitas curah hujan tinggi) tanaman lebih sensitif terhadap perlakuan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi diperlukan jarak tanam yang lebar 25 x 25 cm dengan pupuk N dasar tinggi (60 kg/ha). Hal ini untuk mengurangi tingkat kerebahan dan mendorong pembentukan lebih banyak anakan.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengujian Cara Tanam dan Varietas Pada Budidaya Salibu
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Sujinah; Nurwulan Agustiani; Jamil, Ali
    Abstrak Peningkatan produksi tanaman dapat dilakukan dengan penyesuaian sistem tanam, diantaranya dengan menggunakan cara tanam yang tepat. Selain itu, peningkatan produksi dapat dilakukan dengan peningkatan indeks panen yaitu dengan budidaya salibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cara tanam dan varietas pada budidaya salibu. Percobaan dilaksanakan di KP Sukamandi dimulai tahun 2015 sampai 2016 selama 3 musim tanam. Rancangan menggunakan split plot 3 ulangan. Petak utama adalah cara tanam yaitu tapin, atabela, dan tabela manual sedangkan anak petak yaitu varietas yang terdiri dari Inpari 32 HDB, Inpari 42 Aritan GSR, dan Hipa 5 Ceva. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Cara tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada tanaman induk, salibu 1, dan salibu 2, (2) Cara tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, dan hasil pada tanaman induk serta berpengaruh nyata terhadap persentase gabah isi pada salibu, Interaksi nyata berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada tanaman induk dan salibu 1, serta jumlah anakan pada fase primordia, (4) Tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil, dan hasil mengalami penurunan pada salibu 1 dan salibu 2 dari tanaman induk, (4) Hasil gabah tertinggi dihasilkan oleh Inpari 42 pada tanaman induk sedangkan pada salibu 1 dan salibu 2 pada Inpari 32, (5) Hasil pada salibu 1 mengalami penurunan 37,93% dari tanaman induk dan hasil salibu 2 mengalami penurunan 58,33% dari salibu 1. Abstract Increased crop production can be done by adjusting the cropping system, including by using the appropriate planting system. In addition, the increase in production can be done by increasing harvest index i.e. salibu cropping. The research purpose was to know response of planting system and varieties on salibu cropping. The experiments were conducted at Sukamandi Experimental Station on 2015 to 2016 during three cropping seasons. The experiments design using split plot with 3 replications. Main plot is planting i.e. transplanting, direct seeding, and manual direct seeding while sub plot is varieties consisting of Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR, and Hipa 5 Ceva. The result showed that (1) Planting system does not significant on plant height on the parent plant, salibu 1, and salibu 2, (2) Planting system significantly affect the number of panicles per hill, the number of grains per panicle, and yield on parent plant and significant effect on the percentage of fill grain on salibu, (3) Interaction significantly to plant height on parent plant and salibu 1, and also number of tillering at panicle initiation, (4) Plant height, number of tillering, yield component, and yield decreases on salibu 1 and salibu 2 from parent plant, (4) The highest yield was produced by Inpari 42 on parent plant while in salibu 1 and salibu 2 on Inpari 32, (5) Yield on salibu 1 decreased 37,93% from parent plant and salibu 2 decreased 58,33% from salibu 1.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Sistem Tanam Legowo
    (2014-04) Sarlan Abdulrachman; Made Jana Mejaya; Nurwulan Agustiani; Indra Gunawan; Priatna Sasmita; Agus Guswara

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback