Browsing by Author "Nurmansyah"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
- ItemEfektifitas minyak seraiwangi dan fraksi sitronella terhadap pertumbuhan jamur phytophtora palmivora penyebab penyakit busuk buah kakao(Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, 2010-05) Nurmansyah; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
- ItemEfektifitas minyak seraiwangi dan fraksi sitronella terhadap pertumbuhan jamur phytophtora palmivora penyebab penyakit busuk buah kakao(Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, 2010-05) Nurmansyah; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan ObatEfektivitas minyak seraiwangi (Cymbopogon nardus) dan fraksi sitronellal terhadap pertumbuhan jamur Phytophthora palmivora, penyebab penyakit busuk buah kakao secara in vitro, telah dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit KP Laing Solok Sumatera Barat dari Juni - Desember 2008. Penelitian dilaksanakan dengan 3 metode : (a) penekanan diameter koloni menggunakan medium potato dekstrosa agar (PDA) dan perlakuan yang diuji adalah minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan beberapa tingkat konsentrasi (0, 100, 250, 500, 750, dan 1.000 ppm), (b) penekanan biomassa koloni menggunakan medium potato dextrose Broth (PDB), dan perlakuan yang diuji adalah minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan 6 tingkat konsentrasi (0; 100; 250; 500; 750 dan 1.000 ppm), dan (c) penekanan diameter koloni oleh senyawa volatil dari minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan 6 dosis uji (0;0,01; 0,025; 0,05; 0,075; dan 0,1 ml/ cawan petri). Percobaan (a) dan (b) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 4 ulangan, dan percobaan (c) disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 750 ppm, minyak seraiwangi mampu menghambat pertumbuhan diameter koloni P. palmivora 75,95% dan biomassa koloni 82,61%. Sedangkan fraksi sitronellal pada konsentrasi yang sama mampu menghambat pertumbuhan diameter koloni lebih baik (yakni 78,88%) dan biomassa koloni 88,41%. Pada konsentrasi 1.000 ppm, minyak seraiwangi maupun fraksi sitronellal mampu menghambat petumbuhan diameter dan biomassa koloni jamur P. palmivora 100%. Senyawa volatatil dari minyak seraiwangi pada dosis 0,1 ml dan fraksi sitronellal 0,075 ml/cawan petri mampu menghambat pertumbuhan diameter jamur P. palmivora 100%.
- ItemPenampilan Beberapa Klon Unggul Serai Wangi Pada Dua Agroekologi Berbeda di Sumatera Barat(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-12) Suryani, Erma; Nurmansyah
- ItemPENGARUH INTERVAL APLIKASI DAN WAKTU PENYEMPROTAN PESTISIDA NABATI SERAIWANGI TERHADAP HAMA Helopeltis antonii PADA TANAMAN KАКАО : Volume 25, Nomor 1, Mei 2014(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2014-05-01) NurmansyahPengaruh pengisap interval aplikasi dan waktu penyemprotan pestisida nabati seraiwangi (Cymbopogon nardus) terhadapSumatera Barat.buah Percobaan Helopeltis disusun antonii pada tanaman kakao, telah dilakukan di kebun PT. Inang Sari Kabupaten Agamperlakuan tersebut dalam Rancangan Acak Kelompok dengan delapan perlakuan dan empat ulangan, hari), In2P adalah: In1Pg (interval aplikasi 1 x 1 minggu pagi hari), In1Sr (interval aplikasi 1 x 1 minggu sore aplikasi 1 x 3 (interval minggu aplikasi 1 x 2 minggu pagi hari),In2Sr (interval aplikasi 1 x 2 minggu sore hari), In3Pg. (intervaldan kontrol pagi hari), In3Sr (.interval aplikasi 1 x 3 minggu sore hari), insektisida deltametrin 1 x 3 minggu Denurunan tanpa pestisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan In1Pg dan In1Sr, memperlihatkan populasi nimfa H. antonii tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Nilai efikasinya adalah 95,57% nsektisida (In1Pg), 96,46% (In1Sr), 85,84% (In2Pg), 86,73% (In2Sr), 69,03% (In3Pg) dan 71,68 (In3Sr), sedangkan dengan n1Pg deltametrin, penurunan populasi 100% pada pengamatan enam minggu setelah aplikasi (MSA6). Perlakuan m2Sr 93,44%, dan In1Sr juga menunjukkan penurunan populasi imago H. antonii tertinggi 100%, kemudian diikuti perlakuan plikasi (MSA8), In2Pg 91,80%, In3Sr 72,13% dan terendah pada perlakuan In3Pg (68,85%) pada delapan minggu setelah erusakan buah terendahsedangkan pada perlakuan deltametrin, penurunan populasi imago sudah 100% pada MSA6. tensitas terdapat pada perlakuan deltametrin dan kerusakan buah tertinggi terdapat pada kontrol, 18,36%),In1Sr kerusakan (17,98%), buah In2P masing-masing pada ahkir pengamatan sebagai berikut; deltametrin (15,32%), In1Pg (21,43%), In2Sr (23,19%), In3Pg (28,92%), In3Sr (29,61%) dan kontrol (39,34%).
- ItemTeknologi Budidaya dan Pasca Panen Tanaman Gambir (Uncaria gambir Hunter Roxb.)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-12-02) Suryani, Erma; Nurmansyah; Balittro