Browsing by Author "Noveriza, Rita"
Now showing 1 - 10 of 10
Results Per Page
Sort Options
- ItemAPLIKASI Fusarium oxysporum NON PATOGENIK (FoNP) UNTUK MENGINDUKSI KETAHANAN BIBIT LADA TERHADAP Phytophthora capsici L.(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2005) Noveriza, Rita; Tombe, Mesak; Rialdy, H.; Manohara, Dyah
- ItemDETEKSI CENDAWAN KONTAMINAN PADA SISA BENIH JAHE MERAH DAN JAHE PUTIH KECIL(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2009) Miftakhurohmah, Miftakhurohmah; Noveriza, Rita
- ItemDETEKSI JAMUR PATOGEN DAN AFLATOKSIN PADA SERBUK DAN EKSTRAK SAMBILOTO SERTA FORMULA OBAT DBD(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09) Miftakhurohmah; Noveriza, Rita; Sembiring, Bagem Br.Dewasa ini terjadi peningkatan penggunaan produk herbal sebagai obat alternatif maupun sebagai komplementer obat-obatan kimia. Produk herbal rentan terhadap kontaminasi jamur patogen penghasil mikotoksin, karena kondisi iklim maupun akibat proses panen dan penyimpanan. Oleh karena itu, setiap produk herbal yang akan dikonsumsi sebagai obat perlu dilakukan pengujian tingkat kontaminasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya jamu patogen tingkat kontaminasinya, dan kadar aflatoksin pada beberapa produk herbal asal Balittro Bogor. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Balittro, Bogor, mulai bulan April sampai Agustus 2007. Produk herbal yang diuji berasal dari Teknologi Hasil Balittro, Bogor, yaitu : serbuk dan ekstrak sambiloto, serta formula obat Demam Berdarah Dengue (DBD) (terdiri dari tanaman Meniran, Kunyit, Temu Ireng, daun Pepaya dan daun Jambu Biji Merah). Pengujian dilakukan dengan cara mengisolasi sampel produk herbal pada media PDA + Chlorampenicol dengan metode pengenceran bertingkat, kemudian dilakukan penghitungan jumlah koloni jamur yang tumbuh setelah diinkubasi selama 3 hari pada suhu kamar. Jamur patogen yang tumbuh dimurnikan dan diidentifikasi. Hasil pengujian menunjukkan pada serbuk sambiloto ditemukan jamur sebanyak 3,67 x 104 cfu/g bahan, dan setelah disimpan selama 4 bulan ditemukan jamur sebanyak 4,36 x 104 efu/g bahan. Penyimpanan ternyata tidak mempengaruhi tingkat kontaminasi jamur kontaminan pada serbuk sambiloto. Pada ekstrak sambiloto setelah disimpan selama 8 bulan, tidak ditemukan adanya jamur kontaminan. Sedangkan pada formula obat untuk DBD setelah disimpan selama 2 bulan, didapatkan 3,26 x 103 cfu/g bahan. Dari hasil isolasi, ditemukan 5 spesies jamur Aspergillus pada serbuk sambiloto, yaitu A. niger, A. tamarii, A. japonicus, А. flavus dan A. parasiticus. Sedangkan pada formula obat untuk DBD ditemukan 2 spesies Aspergillus., yaitu: A. niger dan A. sydowii. Berdasarkan pengujian secara kualitatif dengan lampu UV, tidak terdeteksi adanya aflatoksin pada serbuk sambiloto, tetapi setelah diuji secara kualıtatif dengan menggunakan TLC Scanner, didapatkan kadar aflatoksin B1 sebesar 29,51 ppb per gram bahan. Perlu dilakukan pengujian lebih lanjut untuk menguji kemampuan A. flavus dan A. parasiticus dalam memproduksi aflatoksin B1.
- ItemDeteksi Penyakit Mosaik pada Tanaman Nilam secara Serologi dan Molekuler(Unit Penerbitan dan Publikasi Balittro, 2013-06-10) Noveriza, Rita; Balittro
- ItemDETEKSI VIRUS PADA PERTANAMAN NILAM DI PANDEGLANG, BANTEN : Warta balittro Vol 32, No. 64 Desember 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-12-01) Mariana, Maya; Noveriza, RitaTanaman nilam (Pogostemon cablin) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri . Salah satu masalah budi daya nilam ialah penyakit mosaik yang disebabkan oleh virus. Virus yang dominan, yaitu Potyvirus. Deteksi virus telah dilakukan pada tanaman nilam di beberapa lokasi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Hasil deteksi menunjukkan bahwa ada dua jenis virus yang menyerang nilam, yaitu kelompok Potyvirus dan Broad bean wilt virus 2 (BBWV2).
- ItemDETEKSI VIRUS YANG BERASOSIASI DENGAN BEBERAPA JENIS TANAMAN OBAT MENGGUNAKAN METODE ELISA : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Nuryanih, Siti; Noveriza, RitaBeberapa jenis tanaman obat yang dikoleksi dari Kebun Percobaan Manoko-Lembang Kabupaten Bandung dan Cimanggu Bogor, seperti melati (Jasminum sambac), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), komprey (Simphytum officinale), dan echinase (Echinea purpurea) menunjukkan gejala belang-belang kekuningan dan keputihan. Hasil deteksi dengan metode enzyme-linked immuno sorbent assays (ELISA) menunjukkan bahwa seluruh sampel tanaman tersebut positif terinfeksi oleh Potyvirus dan Cucumber mosaic virus (CMV).
- ItemEFEKTIVITAS FORMULA NANO PESTISIDA BEBERAРА MINYAK ATSIRI TERHADAP VIRUS MOSAIK NILAM : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Noveriza, Rita; Mariana, Maya; Nuryanih, SitiMinyak atsiri semakin diminati untuk digunakan sebagai obat baru yang berfungsi sebagai agen antimikroba dan antiviral (virusida). Antimikroba minyak atsiri mempunyai kekurangan di antaranya tidak stabil dan mudah menguap. Pendekatan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan minyak atsiri sebagai antimikroba adalah dengan teknologi nano emulsi. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil pengujian efektivitas formula nano emulsi 3 jenis minyak atsiri (cengkeh, mimba, dan serai wangi) terhadap virus mosaik nilam di rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula nano pestisida (nano emulsi) minyak cengkeh, mimba dan serai wangi berpotensi sebagai virusida, khususnya terhadap virus mosaik nilam. Persentase penghambatan virus mosaik tertinggi pada tanaman uji Chenopodium amaranticolor ditunjukkan oleh formula nano pestisida minyak serai wangi dosis 1% (74,87%) dan cengkeh dosis 0,5% (43,55%). Sedangkan formula nano pestisida minyak mimba perlu optimasi formulasi agar diperoleh ukuran droplet minyak yang lebih kecil, walaupun ada potensinya untuk menekan perkembangan Potyvirus pada dosis 0,5% sampai 46%.
- ItemEFEKTIVITAS FORMULA NANO PESTISIDA BEBERAРА MINYAK ATSIRI TERHADAP VIRUS MOSAIK NILAM : Warta balittro Vol.34 No. 68 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Noveriza, Rita; Mariana, Maya; Nuryanih, SitiMinyak atsiri semakin diminati untuk digunakan sebagai obat baru yang berfungsi sebagai agen antimikroba dan antiviral (virusida). Antimikroba minyak atsiri mempunyai kekurangan di antaranya tidak stabil dan mudah menguap. Pendekatan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan minyak atsiri sebagai antimikroba adalah dengan teknologi nano emulsi. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil pengujian efektivitas formula nano emulsi 3 jenis minyak atsiri (cengkeh, mimba, dan serai wangi) terhadap virus mosaik nilam di rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula nano pestisida (nano emulsi) minyak cengkeh, mimba dan serai wangi berpotensi sebagai virusida, khususnya terhadap virus mosaik nilam. Persentase penghambatan virus mosaik tertinggi pada tanaman uji Chenopodium amaranticolor ditunjukkan oleh formula nano pestisida minyak serai wangi dosis 1% (74,87%) dan cengkeh dosis 0,5% (43,55%). Sedangkan formula nano pestisida minyak mimba perlu optimasi formulasi agar diperoleh ukuran droplet minyak yang lebih kecil, walaupun ada potensinya untuk menekan perkembangan Potyvirus pada dosis 0,5% sampai 46%.
- ItemKUNJUNGAN ILMIAH KE TOKYO UNIVERSITY OF AGRICULTURE (TUA) DAN KEBUN-KEBUN TANAMAN OBAT SERTA BANK DATABASE DNA DI JEPANG : Warta balittro Vol. 33 No. 66 tahun 2016(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-12-01) Noveriza, Rita; MiftakhurohmahBalai Penelitian Tanaman Rempah Obat (Balittro) mempunyai tugas pokok melaksanakan penelitian tanaman rempah, obat dan aromatik (TRO) secara berkelanjutan yang diimplementasikan melalui pemanfaatan inovasi teknologi dan sumberdaya lokal untuk meningkatan produktivitas dan mutu, nilai tambah, daya saing dan kesejahteraan petani. Masalah umum dalam pengembangan TRO diantaranya adalah banyaknya serangan OРТ diantaranya virus. Biologi Molekuler khususnya filogenetik molekuler merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang mengombinasikan teknik biologi molekuler dengan statistik untuk merekonstruksikan hubungan filogenetik atau kekerabatan suatu mikroorganisme. Ilmu ini sangat penting dalam mengidentifikasi jenis-jenis virus yang menginfeksi tanaman. Dalam pendekatan filogenetik, sebuah kelompok organisme dimana anggotaanggotanya memiliki banyak kesamaan karakter atau ciri yang dianggap memiliki hubungan yang sangat dekat dan diperkirakan diturunkan dari satu nenek moyang. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang filogenetik, penulis telah ditugaskan untuk melakukan kunjungan ilmiah pada laboratorium yang mempunyai sarana prasarana yang lengkap, yaitu Tokyo University of Agriculture (TUA) khususnya Laboratorium "Tropical Plant Protection. Department of International Agricultural Development, Tokyo, Japan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 22 September - 4 Oktober 2014, meliputi kegiatan penelitian di laboratorium dan kunjungan lapang.
- ItemPENGARUH INFEKSI VIRUS MOSAIK TERHADAP PRODUKSI DAN KADAR MINYAK TIGA VARIETAS NILAM(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2012) Noveriza, Rita; Suastika, Gede; Hidayat, Sri Hendrastuti; Kartosuwondo, Utomo