Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Nasrul Hosen"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Kondisi dan Peluang Peningkatan Produksi Jagung di Sumatra Barat
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Nasrul Hosen
    Permintaan terhadap jagung terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga impor jagung tidak dapat dihindari meskipun pada periode tertentu terjadi kelebihan produksi. Teknologi produksi jagung relatif sudah berkembang di kalangan petani, namun rata-rata hasil yang dicapai petani masih rendah sehingga perlu dikaji faktor penyebabnya. Studi kasus di beberapa sentra produksi di Sumatra Barat menunjukkan bahwa petani tanggap terhadap harga jagung. Petani tertarik untuk memperbaiki sistem produksi apabila hargajagung stabil dan menguntungkan mereka. Penggunaan pupuk urea, TSP, dan KCI beragam antar-petani dan antar-lokasi dengan koefisien keragaman yang cикир tinggi. Hal ini merupakan salah satu penyebab beragamnya hasil jagung. Bila petani di sentra produksi menerapkan teknologi pemupukan sesuai anjuran, produksi diperkirakan akan meningkat sebesar 40%. Penelitian pengembangan (on-farm research) di Kabupaten Tanah Datar menunjukkan bahwa hasil jagung yang diperoleh petani nonkoperator hanya 2,75 1, sedangkan yang diperoleh petani koperator mencapai 4,54 t/ha. Agar teknologi produksi dapat diadopsi oleh petani secara utuh dan cepat, maka tataniagajagung perlu diperbaiki agar tercipta sistem yang menguntungkan petani sebagai produsen di satu pihak dan pelaku ekonomi lainnya di pihak lain. Strategi pengembangan jagung berdasarkan konsep agribisnis tampaknya perlu segera diterapkan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback