Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Muhammad Zahid,"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Bersama Lawan rabies Tanpa ada yang tertinggal: Implementasi Kampanye Kesehatan Hewan Inklusif untuk siswa Tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB)
    (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2025) Muhammad Zahid,; Ketut Karuni N.Natih
    Rabies adalah penyakit yang bersifat zoonosis (menular hewan ke manusia) dengan tingkat persentase angka kematian nyaris hampir 100%. Virus ini disebabkan oleh genus Lyssavirus yang menyerang system saraf pusat yang ditularkann melalui lewat air liur atau gigitan hewan yang terinfeksi rabies. Di Indonesia sendiri rabies masih menjadi masalah yang penting. Hingga tahun 2024 Kementerian Pertanian melaporkan penyakit endemik Rabies di 25 dari 38 provinsi, dengan ratusan ribu kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dilaporkan setiap tahunnya dan terjadi puluhan kasus kematian akbiat rabies pada manusia masih terjadi. Hewan berpotensi sebagai HPR yaitu anjing, kucing dan kera. Dari ketiga hewan tersebut anjing merupakan vector utama khususnya dengan daerah dengan populais anjing yang tinggi. Upaya pencegahan penularan rabies ke manusia memerlukan pendekatan terpadu lintas sektor salah satunya melalui edukasi anak-anak, khususnya anak-anak disabilitas pendengaran (tunarungu). Dalam tulisan ini penulis mengedukasi anak-anak tunarungu dengan pendekatan edukasi berbasis Inklusi sosial. Kegiatan dilakukan berupa kampanye di Sekolah Luar Biasa (SLB-B) Tunas Kasih 2 Kota Bogor. Kegiatan penyuluhan menggunakan Bahasa Isyarat, pemutaran video edukasi dan kuis interaktif pre- dan post-test. Hasil post-test terjadi peningkatan pengetahuan anak-anak terlihat dari peningkatan nilai sempurna sebanyak 20% , meningkat menjadi 75,5%. Kegiatan ini menjadi model awal untuk pengembangan pedoman teknis kampanye rabies inklusif di tingkat nasional.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback