Browsing by Author "Muchtar"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemEvaluasi Cara Tanam Jajar Legowo 2:1 Menggunakan Indojarwo Transplanter(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Firdaus, Jonni; Muchtar; Syafruddin; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Teknologi jajar legowo diyakini dapat meningkatkan produksi namun tingkat adopsinya masih rendah karena dianggap sulit dilakukan akibat bertambahnya populasi sehingga menambah waktu, tenaga kerja dan biaya tanam. Dilain pihak dampak perubahan iklim dan ketersediaan tenaga kerja menjadi factor pembatas. Untuk mengatasi hal itu, Badan Litbang pertanian telah membuat Indo jarwo rice transplanter. Penerapan teknologi harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan indo jarwo transplanter oleh operator dengan tingkat keahlian yang berbeda. Penelitian dilakukan di lokasi Taman Teknologi Pertanian Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada bulan Juli 2016. Pengamatan dibedakan dalam dua kategori operator yaitu operator terlatih (Teknisi BPTP Sulawesi Tengah) dan operator yang belum terlatih (Petani). Pengamatan untuk masing–masing kategori dilakukan pada tiga petakan sebagai ulangan. Parameter yang diamati berupa jumlah batang tertanam per rumpun, jumlah anakan dan jumlah total batang per rumpun, jarak dalam barisan, jarak antar barisan, jarak legowo serta missing hill. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan stastistik deskriptif sederhana berupa rata-rata, nilai maksimum dan nilai minimum serta nilai error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bibit per rumpun berkisar antara 2-4 batang. Jarak antar barisan dan jarak legowo dalam satu set lebar kerja alat telah sesuai dengan jarak tanam legowo 2:1, namun untuk jarak legowo antar set lebar kerja alat dan jarak tanam dalam barisan belum sesuai dengan kriteria jarak tanam jarwo. Besarnya error tergantung pada desain alat dan tingkat keahlian operator. Besarnya nilai missing hill tergantung pada tingkat keahlian operator dalam persiapan pembibitan dan pengoperasian alat tanam
- ItemPertumbuhan Dan Hasil Padi Varietas Inpari 30 Pada Musim Kering Di Sulawesi Tengah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Saidah; Muchtar; Suwitra, I Ketut; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Tujuan kajian adalah untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas Inpari 30 di musim kering/kemarau di Sulawesi Tengah. Kajian dilaksanakan di lokasi Taman Sains Pertanian (TSP) Sidondo Desa Sidondo 3 Kec. Biromaru Kab. Sigi Sulawesi Tengah pada bulan Mei hingga Agustus 2015. Masa ini masuk dalam musim kemarau (MK). Padi varietas Inpari 30 ditanam pada lahan sawah irigasi di musim kering seluas satu hektar. Pengamatan dilakukan terhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang mencakup tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah malai dalam 1 m panjang malai, jumlah bulir per malai, jumlah gabah hampa, berat 1000 butir, dan berat ubinan yang dikonversi ke dalam hektar, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan data pendukung lainnya seperti curah hujan. Jumlah sampel yang menjadi objek pengamatan sebanyak 10 rumpun yang kemudian dirata-ratakan. Sedangkan data ubinan diambil dengan cara tiga set jajar legowo (6 baris tanaman) sepanjang 5 m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tampilan padi varietas Inpari 30 belum optimal dengan rata-rata produktivitas 6,61 t/ha GKP, masih di bawah rata-rata produktivitas berdasarkan deskripsi.
- ItemPertumbuhan dan Hasil Padi Varietas Inpari 30 Pada Musim Kering di Sulawesi Tengah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) Saidah; Muchtar; Suwitra, I KetutAbstrak Tujuan kajian adalah untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas Inpari 30 di musim kering/kemarau di Sulawesi Tengah. Kajian dilaksanakan di lokasi Taman Sains Pertanian (TSP) Sidondo Desa Sidondo 3 Kec. Biromaru Kab. Sigi Sulawesi Tengah pada bulan Mei hingga Agustus 2015. Masa ini masuk dalam musim kemarau (MK). Padi varietas Inpari 30 ditanam pada lahan sawah irigasi di musim kering seluas satu hektar. Pengamatan dilakukan terhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang mencakup tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah malai dalam 1 m2, panjang malai, jumlah bulir per malai, jumlah gabah hampa, berat 1000 butir, dan berat ubinan yang dikonversi ke dalam hektar, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan data pendukung lainnya seperti curah hujan. Jumlah sampel yang menjadi objek pengamatan sebanyak 10 rumpun yang kemudian dirata-ratakan. Sedangkan data ubinan diambil dengan cara tiga set jajar legowo (6 baris tanaman) sepanjang 5 m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tampilan padi varietas Inpari 30 belum optimal dengan rata-rata produktivitas 6,61 t/ha GKP, masih di bawah rata-rata produktivitas berdasarkan deskripsi Abstract Objective assessment is to determine the performance of growth and yield of rice plants Inpari 30 in the dry season / drought in Central Sulawesi. Studies conducted in the location of Agricultural Science Park (ASP) Sidondo 3 village, Sidondo sub district. Biromaru, Sigi district in Central Sulawesi in May and August 2015. This period included in the dry season (DS). Inpari 30 varieties of rice grown on irrigated land area of one hectare of dry season. Observations were made of the components of growth and yield of rice plants include plant height, number of productive tiller, the number of panicles in 1 m2, panicle length, number of grains per panicle, number of grain hollow, weight of 1000 grains, and the weight of tile that is converted into hectares, attack plant pests (APP), and other supporting data such as rainfall. The number of samples is the object of observation as much as 10 clumps which are then averaged. While the tiled data taken by way of three sets of row legowo (6 rows of plants) and length 5 m. The results showed that rice appearance Inpari 30 is not optimal with an average productivity of 6.61 t / ha GKP, still below the average productivity based on the description