Browsing by Author "Mastur"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS FINANSIAL USAHATANI PADI PASANG SURUT DI KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA(Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian Lahan Rawa, 2007) Sriwulan P. R; Dhyani N.P; MasturBPTP Kalimantan Timur sejak berdiri tahun 1995/1996 telah banyak menghasilkan paket teknologi dari hasil litkaji teknologi ditingkat lapangan guna menghasilkan rekomendasi spesifik lokasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kelayakan pengembangan pola tata air mikro yang diperkenalkan BPTP pada tahun 1999/2000, dan kelayakan finansial teknologi ini. Waktu penelitian yaitu bulan Juli-Desember 2004, dengan tempat di lokasi litkaji yang dilakukan BPTP yaitu di Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil penelitian menunjukkan ; (1) R/C bagi petani kooperator lebih tinggi (1,36) dengan pendapatan Rp 1.093.830,97, dibandingkan non kooperator (1,17) dengan pendapatan Rp 475.123,96. (2) Angka marginal B/C dari perubahan tersebut adalah sebesar 2,06, (3) titik impas tambahan produksi (TIP) sebesar 2.282,23 kg/ha, (4) titik impas harga (TIH) padi sebesar 949,82/kg.
- ItemBoosting the big data of plant with digital identifiers(IAARD Press, 2020-04-05) Sabran, Muhamad; Lestari, Puji; Satyawan, Dani; Hadiarto, Toto; Mastur; Balitbangtan
- ItemFEATI Farmer Empowerment Through(BPTP Jawa Tengah / Warta inovasi, 2011) Budi Prayogo, Kuscahyono; Mastur; Maharso, Dianimplementasi inovasi yang dilakukan di tingkat UPEMA embrio agribisnis telah terjadi di level kelompok tani hal ini diberikan oleh telah terjadi perkembangan jumlah adopter dibandingkan jumlah petani yang mengikuti proses pembelajaran awal .
- ItemJejak Implementasi Perjanjian Internasional SDGTPP di Indonesia(IAARD Press, 2022) Djufry, Fadjry; Mastur; Syahbuddin, Haris; Lestari, Puji; Hidayatun, Nurul; Adriani, Erlita; Nugrahani, NuningKomitmen Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan global ditunjukkan melalui perannya dalam kancah internasional khususnya keanggotaan Indonesia di Traktat/Perjanjian Internasional Sumber Daya Genetik Tanaman Pangan dan Pertanian (SDGTPP) atau International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA), FAO sejak 2006. Indonesia aktif berpartisipasi dalam agenda rutin sesuai elemen Traktat maupun melalui pertemuan tiap dua tahunan Badan Pengatur (Governing Body). Indonesia berusaha mengimplementasikan Traktat Internasional ini berdasarkan hak dan kewajiban sebagai anggota seperti tertera dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2006 tentang Pengesahan Perjanjian Internasional SDGTPP, sehingga memerlukan dukungan semua pihak tidak hanya dari institusi pemerintah, namun juga LSM, perguruan tinggi dan semua elemen masyarakat yang aktivitasnya melibatkan SDGTPP. Buku ini bertujuan untuk membantu memberi pemahaman apa sebenarnya Perjanjian atau Traktat Internasional SDGTPP, dan mensosialisasikan aktivitas dan jejak Indonesia sebagai negara anggota yang terikat pada perjanjian.
- ItemKarakterisasi Molekuler Materi Genetik Padi Lokal (Oryza Sativa L.) Asal NTB dan Yogyakarta Menggunakan Penanda Mikrosatelit(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Nugroho, Kristianto; Mastur; Lestari, PujiAbstrak Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi molekuler materi genetik padi lokal asal NTB dan Yogyakarta menggunakan penanda mikro satelit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2017 di Laboratorium Biologi Molekuler BB Biogen. Sebanyak 18 varietas padi di amplifikasi menggunakan sepuluh pasang marka mikro satelit yang berasal dari beberapa referensi. Pita amplikon selanjutnya diskor sebagai data biner dan dianalisis menggunakan perangkat lunak NTSYS dan Power Markers. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52 alel berhasil dideteksi pada 18 varietas padi pada penelitian ini. Rata-rata jumlah alel yang dihasilkan sebesar 5,2 dengan rentang 2-9 alel per lokus. Frekuensi alel utama yang diperoleh pada p18 p.; enelitian ini berkisar dari 22% (RM144) hingga 67% (RM259) dengan rata-rata sebesar 42%. Nilai PIC (Polymorphism Information Content) berkisar dari 0,33 (RM105) hingga 0,85 (RM248) dengan rata-rata sebesar 0,65. Analisis kekerabatan menunjukkan bahwa 18 varietas padi pada penelitian ini memisah menjadi dua klaster utama pada koefisien kesamaan genetik 0,62. Sebagian besar varietas padi lokal mengelompok pada klaster kedua bersama varietas unggul baru, sementara varietas lokal asal NTB dan Yogyakarta masing-masing berada pada klaster yang terpisah. Selain itu varietas lokal asal Yogyakarta memiliki jarak genetik yang lebih dekat dengan varietas unggul baru dibanding varietas asal NTB. Informasi mengenai hubungan kekerabatan yang diperoleh pada penelitian ini sangat penting dalam mendukung pelestarian plasma nutfah padi lokal serta dapat dimanfaatkan dalam menentukan varietas potensial yang dapat dikembangkan ke depannya dalam mendukung program percepatan pemuliaan tanaman padi di Indonesia. Abstract The aim of this study was to do a molecular characterization of local rice germplasms from NTB (West Nusa Tenggara) and Yogyakarta by using microsatellite profile. The research was conducted in ICABIOGRAD Molecular Biology Laboratory from August to September 2017. There were 18 rice varieties that were amplified by using 10 microsatellite markers based on references. The amplicon band was scored as binary data and were analyzed using NTSYS and Power Marker. The results showed that as many as 52 alleles were detected in this study. The average number of alleles was 5.2 with a range of 2-9 alleles per locus. The main allele frequency ranged from 22% (RM144) to 67% (RM259) with an average of 42%. The value of PIC ranged from 0.33 (RM105) to 0.85 (RM248) with an average of 0.65. The genetic relationship showed that 18 local varieties were separated into two clusters in the similarity coefficient of 0.62. Most of local varieties were grouped in the second cluster including all new improved varieties, in contrast to the first cluster which consisted of few varieties. Importantly, all local varieties from NTB and Yogyakarta were distinctive in the two generated clusters. The local rice from Yogyakarta was closer to the new improved varieties than those from NTB. The information of genetic relationship and diversity is important to support the preservation according to their geographical origin and to determine potential crossing parents to accelerate rice breeding program in Indonesia.
- ItemMekanisasi Pertanian pada Tanaman Tebu Skala Kecil(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2016-01-29) Mastur; Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan SeratDalam penerapan mekanisasi pertanian pada tanaman tebu yang menjadi kendala utama adalah kepemilikan lahan yang sempit khususnya di Pulau Jawa, sehingga untuk penerapannya akan berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan. Budidaya sampai pasca panen pada tanaman tebu, sebagian besar masih menggunakan tenaga manual petani, hanya pada pengolahan tanah yang menggunakan mekanisasi
- ItemPetunjuk Teknis Budi Daya Porang(Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanain, 2021) Sasmita, priatna; Mastur; Syamsyuri, prayudi; Sundari, titik; Anggara, agus wahyana; Subekti, nuning Argo; Wardana,i putu; Patriyahwati, Nia Romania; Ramadhan, Rizky Prayoga; Radianto, Haryo; Herawaty, Heny; Tabunan, Ika Roosita; Nugrahaeni, Novita; Baliadi, yuliantoro; Utomo, joko Susilo; Koenjoro,Bambang Sri; Indriani, Febria Cahya; Trustinah; Yusnawan, eriyanto; Hapsari, Tri ratri; Amanah, Amri; Mutmaidah, siti; Sutrisno; Sukmaja, Deden; Supriyati, yanti; Purmaningsih, ragapadmi; kamsiati, elmi; Widowati, sri; Soemantri, Agus Supriatna; Usmiati, Sri; Haliza,Winda; Sunarmani; Suryana, Esty Asriyana
- ItemPetunjuk Teknis Budi Daya Porang : Teknologi Budi Daya, Produksi Benih, Perbanyakan Tanaman Secara Kultur Jaringan, dan Pascapanen(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2021) Sasmita, Priatna; Mastur; Syamsuri, Prayudi; Sundari, Titik; Anggara, Agus Wahyana; Subekti, Nuning Argo; Wardana, I Putu; Patriyawaty, Nia Romania; Ramadhan, Rizky Prayogo; Radianto, Haryo; Herawaty, Heny; Tabunan, Ika Roostika; Nugrahaeni, Novita; Baliadi, Yuliantoro; Utomo, Joko Susilo; Indriani, Febria Cahya; Trustinah; Yusnawan, Eriyanto; Hapsari, Ratri Tri; Mutmaidah, Siti; Sutrisno; Sukmaja, Deden; Supriati, Yati; Purmaningsih, Ragapadmi; Kamsiati, Elmi; Widowati, Sri; Soemantri, Agus Supriatna; Usmiati, Sri; Haliza, Winda; Sunarmani; Suryana, Esty AsriyanaPorang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan komoditas pangan yang potensial dikembangkan di Indonesia karena nilai ekonomi yang dimiliki. Komoditas ini mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga prospektif dijadikan sebagai bahan baku industri pangan dan obat-obatan. Peluang ekspor dan pasar produk porang masih terbuka lebar dikaitkan dengan semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan pangan fungsional. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan porang diantaranya belum tersedianya benih dalam jumlah memadai dan sebagian besar petani belum mengetahui manfaat dan teknologi budi daya dan pascapanen komoditas porang. Oleh karena itu perlu dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah, untuk mengatasi permasalahan yang ada sekaligus sosialisasi pengembangan porang. Dari aspek teknis pengembangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan teknologi produksi benih, budi daya, panen, dan pascapanen porang melalui berbagai penelitian.
- ItemStrategies and Technologies for the Utilization and Improvement of Rice(IAARD Press, 2020-12-01) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Lestari, Puji; Mulya, Karden; Utami, Dwinita Wikan; Satyawan, Dani; Supriadi; Mastur; Balitbangtan