Browsing by Author "Mardiningsih, Tri Lestari"
Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
- ItemEFEKTIVITAS INSEKTISIDA NABATI BERBAHAN AKTIF AZADIRACHTIN DAN SAPONIN TERHADAP MORTALITAS DAN INTENSITAS SERANGAN Aphis gossypii Glover(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Mardiningsih, Tri Lestari; Sukmana, C.; Tarigan, N.; Suriati, S.
- ItemGoniorhynchus sp.: ULAT PELIPAT DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) : Warta balittro Vol. 33 No. 65 tahun 2016(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-01) Mardiningsih, Tri LestariSerangan ulat pelipat daun merupakan kendala dalam budi daya tanaman sembukan di Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Akibat serangan ulat ini daun menjadi transparan dan terlipat. Hama ini telah diidentifikasi di Pusat Penelitian Biologi, LIPI Cibinong, Bogor, dengan nama Goniorhynchus sp. (Lepidoptera: Pyralidae). Untuk mencegah serangan hama ini perlu dilakukan monitoring. Bila terjadi serangan berat dari hama ini, pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida nabati biji mimba.
- ItemJENIS DAN BIOLOGI KEPIK RENDA PADA TANAMAN KUMIS KUCING(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Mardiningsih, Tri Lestari; Balfas, RodiahKumis kucing (Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya infeksi ginjal dan peluruh air seni. Di lapang, tanaman ini terserang oleh serangga hama. Hama ini menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman sehingga bekas serangannya dapat menyebabkan kematian bagian tanaman yang diserang. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serangga perusak dan mengetanui beberapa aspek biologinya. Identifikasi serangga dilakukan LIPI Cibinong. Penelitian aspek biologis dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Nimfanimfa yang baru menetas dari telur dipelihara secara individu pada tabung plastik dengan diberi makan pucuk daun kumis kucing yang dibalut dengan kapas basah. Penggantian makanan dilakukan bila daun sudah tidak segar lagi. Pengamatan dilakukan setiap hari. Parameter yang diamati ialah lama dan siklus hidup dan ciri dari telur, nimfa, imago, masa preoviposisi, oviposisi, keperidian dan persentase banyaknya telur yang menetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis serangga yang menyerang tanaman kumis kucing ialah Monanthia sp. (Hemiptera: Tingidae). Lama stadia telur 8 - 12 hari. Nimfa terdiri dari 5 - 6 instar, berlangsung selama 14 - 19 hari. Imago dapat hidup sampai 69 harı. Masa preoviposisi, oviposisi, pasca oviposisi berturut-turut 1 - 7 hari, 1 - 41 hari dan 0 - 5 hari. Keperidian dari seekor imago betina 0 - 128 telur. Persentase penetasan telur berkisar 0 - 71%. Tanaman yang terserang pucuknya layu, mengering dan daun gugur.
- ItemKerana diocles Moore: ULAT PENGGULUNG DAUN KECOMBRANG (Nicolaia speciosa Horan) : Warta balittro Vol. 33 No. 66 tahun 2016(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-12-01) Mardiningsih, Tri LestariSalah satu organisme pengganggu tanaman kecombrang adalah ulat penggulung daun, Kerana diocles Moore (Lepidoptera: Hesperiidae). Ulat ini berwarna hijau, merupakan hama kedua setelah Phaulernis monticola yang dijumpai menyerang tanaman kecombrang di Kebun Wisata Ilmiah Balittro, Bogor. Ulat merobek pinggir daun kecombrang, memintal, dan menggulungnya ke atas. Ulat memakan daun dan berada di dalam gulungan daun tersebut. Walaupun belum merugikan, keberadaan serangga ini perlu dikelola dengan mempertahankan musuh alaminya yang ada di lapang.
- ItemKUMBANG PEMAKAN DAUN TANAMAN RANGGA DIPA (Clerodendron indicum (L.) O Ktje) DAN BEBERAPA ASPEK BIOLOGINYA(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Mardiningsih, Tri Lestari
- ItemPOTENSI FORMULA MINYAK CENGKEH SERAI WANGI UNTUK MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) PADA TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens L.) : Warta balittro Vol. 35 No. 70 Tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Mardiningsih, Tri Lestari; Fitri, Indah Nur; Setyaningsih, Maryanti; Faruq, HilmanM inyak cengkeh dan serai Lwangi diketahui mempunyai aktivitas sebagai insektisida nabati. Pencampuran dua jenis minyak atsiri diharapkan dapat meningkatkan aktivitas insektisidanya. Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh formula minyak cengkeh + serai wangi terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura) dan kerusakan tanaman inangnya (cabai). Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, yang disusun dalam rancangan acak kelompok, terdiri atas lima perlakuan konsentrasi formula minyak cengkeh + serai wangi (2,5; 5; 7,5; 10 ml, kontrol), dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati adalah mortalitas larva dan intensitas kerusakan tanaman cabai. Formula minyak cengkeh + serai wangi 10 ml/I menyebabkan mortalitas larva S. litura tertinggi, yaitu 86% dan persentase rata-rata intensitas kerusakan tanaman cabai terendah (18%) selama 7 hari pengamatan.
- ItemSERANGAN SERANGGA PERUSAK PADA AKSESI LEMPUYANG WANGI DI KEBUN PERCOBAAN (KР) CIBINONG : Warta Balittro Vol.31 No. 61 Juni 2014(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2014-06-01) Mardiningsih, Tri Lestari; Wahyuni, SriBalai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat telah memiliki enam nomor aksesi lempuyang wangi yang sedang diuji multilokasi. Observasi serangga perusak pada keenam aksesi tanaman lempuyang wangi telah dilakukan di KP Cibinong. Seranggaserangga yang ditemukan menyerang enam aksesi tanaman lempuyang wangi ialah trips Panchaetothrips indicus (Thysanoptera: Thripidae) dan belalang (Orthoptera: Acrididae). Selain itu, juga ditemukan ulat penggulung daun (Lepidoptera: Hesperiidae). Intensitas serangan serangga-serangga tersebut masih tergolong ringan.