Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Mardiningsih, Tri Lestari"

Now showing 1 - 10 of 10
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    BIOLOGI DAN PEMBIAKAN MASAL FALL ARMY WORM Spodoptera frugiperda J. E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) DI LABORATORIUM : Warta balittro Vol. 37 No. 73 tahun 2020
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-06-01) Perkasa, Galih; Rizal, Molide; Mardiningsih, Tri Lestari; Tarigan, Nurbetti; Maris, Paramita
    Fall Army Worm, Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama baru yang masuk ke Indonesia. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab hama tersebut dapat masuk ke Indonesia. Hama ini bersifat polifag, mampu memakan jenis-jenis tanaman yang tergolong ke dalam berbagai famili. Perlu adanya penelitian untuk mengetahui biologi dan cara pembiakan massalnya dalam upaya mencari cara pengendalian yang diharapkan mampu mengendalikan dan sekaligus menekan laju penyebarannya. Tersedianya hama S.frugiperda dalam jumlah banyak dan seragam dibutuhkan untuk menunjang Di laporkan oleh Srikanth et al., (2018), bahwa S. frugiperda telah menyerang tanaman perkebunan, yaitu tebu di negara bagian selatan India, Tamil Nadu. Serangan ditemukan pada tanaman tebu yang masih muda dengan intensitas serangan yang cukup rendah (1.85-30.86%). Sebaran ulat ini di Indonesia, terutama di Sumatera dan Jawa pada bulan Juni 2019, pada pertanaman jagung telah dilaporkan oleh Sartiami et al., (2019). Dikhawatirkan ulat baru yang bersifat polifag ini akan menyerang tanaman perkebunan lainnya seperti tanaman rempah dan tanaman obat. Oleh karena itu perlu segera dilakukan penelitian untuk menemukan cara pengendalian yang efektif dalam upaya menekan laju penyebaran S. berbagai penelitian dalam rangka frugiperda di Indonesia. pengendalian hama tersebut. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa pada pakan alami buah jagung muda (baby corn) siklus hidup S. frugiperda berlangsung selama 34-47 hari, terdiri dari stadia telur 2-3 hari, larva 12-20 hari, pupa 8-9 hari, imago 12-15 hari. Dengan pakan alami tersebut serangga S. frugiperda telah berhasil dibiakkan secara massal di laboratorium pada suhu ± 29-30°c dan kelembaban relatif 66-67%.
  • No Thumbnail Available
    Item
    EFEKTIVITAS INSEKTISIDA NABATI BERBAHAN AKTIF AZADIRACHTIN DAN SAPONIN TERHADAP MORTALITAS DAN INTENSITAS SERANGAN Aphis gossypii Glover
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Mardiningsih, Tri Lestari; Sukmana, C.; Tarigan, N.; Suriati, S.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Goniorhynchus sp.: ULAT PELIPAT DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) : Warta balittro Vol. 33 No. 65 tahun 2016
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-01) Mardiningsih, Tri Lestari
    Serangan ulat pelipat daun merupakan kendala dalam budi daya tanaman sembukan di Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro). Akibat serangan ulat ini daun menjadi transparan dan terlipat. Hama ini telah diidentifikasi di Pusat Penelitian Biologi, LIPI Cibinong, Bogor, dengan nama Goniorhynchus sp. (Lepidoptera: Pyralidae). Untuk mencegah serangan hama ini perlu dilakukan monitoring. Bila terjadi serangan berat dari hama ini, pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida nabati biji mimba.
  • No Thumbnail Available
    Item
    JENIS DAN BIOLOGI KEPIK RENDA PADA TANAMAN KUMIS KUCING
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Mardiningsih, Tri Lestari; Balfas, Rodiah
    Kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Bl.) Miq) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya infeksi ginjal dan peluruh air seni. Di lapang, tanaman ini terserang oleh serangga hama. Hama ini menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman sehingga bekas serangannya dapat menyebabkan kematian bagian tanaman yang diserang. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serangga perusak dan mengetanui beberapa aspek biologinya. Identifikasi serangga dilakukan LIPI Cibinong. Penelitian aspek biologis dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Nimfanimfa yang baru menetas dari telur dipelihara secara individu pada tabung plastik dengan diberi makan pucuk daun kumis kucing yang dibalut dengan kapas basah. Penggantian makanan dilakukan bila daun sudah tidak segar lagi. Pengamatan dilakukan setiap hari. Parameter yang diamati ialah lama dan siklus hidup dan ciri dari telur, nimfa, imago, masa preoviposisi, oviposisi, keperidian dan persentase banyaknya telur yang menetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis serangga yang menyerang tanaman kumis kucing ialah Monanthia sp. (Hemiptera: Tingidae). Lama stadia telur 8 - 12 hari. Nimfa terdiri dari 5 - 6 instar, berlangsung selama 14 - 19 hari. Imago dapat hidup sampai 69 harı. Masa preoviposisi, oviposisi, pasca oviposisi berturut-turut 1 - 7 hari, 1 - 41 hari dan 0 - 5 hari. Keperidian dari seekor imago betina 0 - 128 telur. Persentase penetasan telur berkisar 0 - 71%. Tanaman yang terserang pucuknya layu, mengering dan daun gugur.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Kerana diocles Moore: ULAT PENGGULUNG DAUN KECOMBRANG (Nicolaia speciosa Horan) : Warta balittro Vol. 33 No. 66 tahun 2016
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-12-01) Mardiningsih, Tri Lestari
    Salah satu organisme pengganggu tanaman kecombrang adalah ulat penggulung daun, Kerana diocles Moore (Lepidoptera: Hesperiidae). Ulat ini berwarna hijau, merupakan hama kedua setelah Phaulernis monticola yang dijumpai menyerang tanaman kecombrang di Kebun Wisata Ilmiah Balittro, Bogor. Ulat merobek pinggir daun kecombrang, memintal, dan menggulungnya ke atas. Ulat memakan daun dan berada di dalam gulungan daun tersebut. Walaupun belum merugikan, keberadaan serangga ini perlu dikelola dengan mempertahankan musuh alaminya yang ada di lapang.
  • No Thumbnail Available
    Item
    KUMBANG PEMAKAN DAUN TANAMAN RANGGA DIPA (Clerodendron indicum (L.) O Ktje) DAN BEBERAPA ASPEK BIOLOGINYA
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Mardiningsih, Tri Lestari
  • No Thumbnail Available
    Item
    POTENSI FORMULA MINYAK CENGKEH SERAI WANGI UNTUK MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) PADA TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens L.) : Warta balittro Vol. 35 No. 70 Tahun 2018
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Mardiningsih, Tri Lestari; Fitri, Indah Nur; Setyaningsih, Maryanti; Faruq, Hilman
    M inyak cengkeh dan serai Lwangi diketahui mempunyai aktivitas sebagai insektisida nabati. Pencampuran dua jenis minyak atsiri diharapkan dapat meningkatkan aktivitas insektisidanya. Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh formula minyak cengkeh + serai wangi terhadap mortalitas ulat grayak (Spodoptera litura) dan kerusakan tanaman inangnya (cabai). Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor, yang disusun dalam rancangan acak kelompok, terdiri atas lima perlakuan konsentrasi formula minyak cengkeh + serai wangi (2,5; 5; 7,5; 10 ml, kontrol), dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati adalah mortalitas larva dan intensitas kerusakan tanaman cabai. Formula minyak cengkeh + serai wangi 10 ml/I menyebabkan mortalitas larva S. litura tertinggi, yaitu 86% dan persentase rata-rata intensitas kerusakan tanaman cabai terendah (18%) selama 7 hari pengamatan.
  • No Thumbnail Available
    Item
    SERANGAN SERANGGA PERUSAK PADA AKSESI LEMPUYANG WANGI DI KEBUN PERCOBAAN (KР) CIBINONG : Warta Balittro Vol.31 No. 61 Juni 2014
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2014-06-01) Mardiningsih, Tri Lestari; Wahyuni, Sri
    Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat telah memiliki enam nomor aksesi lempuyang wangi yang sedang diuji multilokasi. Observasi serangga perusak pada keenam aksesi tanaman lempuyang wangi telah dilakukan di KP Cibinong. Seranggaserangga yang ditemukan menyerang enam aksesi tanaman lempuyang wangi ialah trips Panchaetothrips indicus (Thysanoptera: Thripidae) dan belalang (Orthoptera: Acrididae). Selain itu, juga ditemukan ulat penggulung daun (Lepidoptera: Hesperiidae). Intensitas serangan serangga-serangga tersebut masih tergolong ringan.
  • No Thumbnail Available
    Item
    ULAT PEMAKAN DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum L.) : Warta balittro Vol 32, No. 64 Desember 2015
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-12-01) Mardiningsih, Tri Lestari
    Tanaman bakung memiliki berbagai khasiat sebagai tanaman obat tradisional. Di Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat Balittro ditemukan serangan ulat pemakan daun pada tanaman ini yang berakibat tanaman menjadi gundul. Hasil identifikasi di Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong, Bogor menunjukkan bahwa hama ini adalah Spodoptera littoralis yang keberadaan hama ini di Indonesia sebelumnya.
  • No Thumbnail Available
    Item
    НАМА PEMAKAN DAUN KECOMBRANG (Nicolaia speciosa Horan) : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) Mardiningsih, Tri Lestari; Balfas, Rodiah; Willis, Mahrita
    Tanaman kecombrang merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai khasiat. Di Kebun Wisata Ilmiah Tanaman Obat, Balittro ditemukan tanaman obat yang terserang ulat pemakan daun yang menyebabkan tanaman tersebut tak berdaun (gundul). Hama ini telah diidentifikasi di Pusat Penelitian Biologi, LIPI Cibinong, Bogor, dengan nama Phaulernis monticola Moriuti. Ulat ini juga menyerang tanaman famili Zingiberaceae lainnya yang berdekatan dengan tanaman kecombrang, yaitu kunyit, bangle, dan temu pinggang.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback