Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Made Rai Yasa dan I Nyoman Adijaya"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Potensi Permasalahan Model Usahatani Padi di Wilayah Subak Calon Pelaksana Program Gerbang Pangan di Kabupaten Tabanan Bali 119-126
    (Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014-06-01) Made Rai Yasa dan I Nyoman Adijaya
    Kabupaten Tabanan merupakan lumbung berasnya Provinsi Bali, karena 24,5% beras di Bali dipasok oleh daerah ini. Untuk meningkatkan produksi beras, mulai tahun 2013 Pemda Kabupaten Tabanan memprogramkan gerakan pembangunan pertanian (Gerbang Pangan). Program ini diawali dengan penelitian untuk menganalisis potensi dan permasalahan model budidaya padi dengan metode Participatorry Rural Appraisal (PRA). Penelitian dilaksanakan sejak Juli sampai September 2013, di enam subak, di enam kecamatan. Tiap-tiap lokasi, melibatkan 60 orang yang terdiri dari petani, PPL, dinas teknis, Bappeda, aparat desa, termasuk kalangan swasta, dan peneliti serta penyuluh BPTP Bali selaku fasilitator. PRA dilakukan dengan memanfaatkan enam metode, namun pada makalah ini hanya memaparkan hasil dari dua metode (metode analisis finansial dan sejarah program), dengan pokok bahasan terkait penggunaan pupuk dan pestisida. Hasil penelitian menunjukkan, petani di enam subak mengeluarkan biaya pupuk 7,3% lebih rendah dibandingkan biaya usahatani padi pada laboratorium lapang (LL) kegiatan sekolah lapang pengelolaan tananaman terpadu (SLPTT) padi, namun menggunakan biayə pestisida rata-rata 3,1% lebih tinggi dibandingkan pada LL SLPTT. Hasil analisis juga menunjukkan, penggunaan biaya pupuk tertinggi (di atas lab lapang) dikeluarkkan oleh petani di Subak Bulung Daya yang mencapai 33,3%, dan biaya pestisida tertinggi oleh Subak Meliling, yakni mencapai 19,2%; padahal dari metode sejarah program diketahui, seluruh subak yang diteliti telah pernah mendapatkan program SLPTT padi. Dengan demikian, perlu dilakukan pendampingan yang bersifat spesifik lokasi, sesuai dengan permasalahan masing-masing. Kata kunci: Potensi dan permasalahan, usahatani padi, subak

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback