Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "M. Arifin²"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Strategi Pengendalian Hama Utama Padi Menggunakan Musuh Alami
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) Baehaki S.E.; M. Arifin²
    Sepanjang tahun, proses pengendalian hama secara terpadu (PHT) alamі terangkai dalam siklus pemanfaatan komponen pengendalian: varietas tahan - kultur teknik - musuh alami - varietas tahan. Dalam siklus tersebut, musuh alami belum banyak dimanfaatkan, walaupun arti pentingnya sebagai penyeimbang biologi (biological balance) populasi hama telah diketahui. Ada tiga strategi pengendalian hama dengan musuh alami, yaitu importasi, perbanyakan massal, dan manipulasi musuh alami. Manipulasi musuh alami dapat dilakukan dengan (1) konservasi, yaitu usaha melestarikan musuh alami yang sudah ada di lapang agar dapat bertahan hidup dan berkembang sesuai dengan sifatnya, dan (2) augmentasi, yaitu usaha meningkatkan efektivitas musuh alami di lapang agar mampu mengendalikan populasi hama. Pemantauan populasi hama dan musuh alami secara berkala harus dilakukan untuk menentukan perlu tidaknya populasi hama dikendalikan. Khusus untuk wereng coklat, keseimbangan populasi antara wereng dan musuh alaminya akan tercapai bila tingkat parasitasi telur wereng oleh Anagrus dan Oligosita lebih dari 25%. Dalam hal ini, wereng tidak perlu dikendalikan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback