Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Kuntohartono, Tonny"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Peranan Penelitian Sosial Ekonomi dalam Pengembangan Industri Gula
    (Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1989-03-01) Susmiadi, Ali; Kuntohartono, Tonny
    Memuruknya situasi gula nasional hingga puncaknya pada tahun 1981 dengan lonjakan impor mencapai 0,83 juta ton atau 46 persen dari kebutuhan konsumsi mendorong pemerintah menerapkan dua kebijakan strategis sejak tahun 1975. Kebijakan tersebut meliputi pengembangan Sistem Tebu Rakyat (melalui pola TRI di Jawa-Lampung serta PIR di Kalimantan Selatan) dan peningkatan kapasitas pabrik gula melalui rehabilitasi di Jawa serta pembangunan pabrik baru di luar Jawa. Upaya ini bertujuan mencapai swasembada, mengurangi ketergantungan internasional, menaikkan pendapatan petani, memeratakan pembangunan, dan memperluas kesempatan kerja. Meskipun produksi gula nasional melonjak lebih dari dua kali lipat dengan laju rata-rata 8,7 persen per tahun dan sempat mengantarkan Indonesia pada swasembada tahun 1984–1986, evaluasi menunjukkan adanya kendala mendasar. Peningkatan produksi total murni didorong oleh perluasan areal tanam akibat meningkatnya kebutuhan bahan baku, sementara produktivitas lahan justru merosot sekitar 3,0 persen per tahun. Penurunan produktivitas ini menghambat upaya peningkatan pendapatan petani secara relatif maupun absolut. Selain itu, pembangunan industri gula baru di luar Jawa berjalan lambat sehingga konsentrasi industri tetap berada di Jawa, dengan kontribusi luar Jawa yang baru mencapai sekitar 15 persen akibat rendahnya produktivitas. Secara keseluruhan, berbagai tujuan strategis tersebut belum sepenuhnya tercapai karena pelaksanaan di lapangan dihadapkan pada kompleksitas masalah sosial-ekonomi di samping berbagai kendala teknis.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback