Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Kristina, NN"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    PEMANFAATAN TANAMAN AKWAY (Drymis sp.) OLEH MASYARAKAT LOKAL DI MANOKWARI, PAPUA BARAT
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Bermawie, Nurliani; Kristina, NN; Martono, B; Djazuli, M; Ma'mum
    Manokwari dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan kekayaan hayati dan kearifan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat. Untuk mengetahui tumbuhan oleh masyarakat lokal telah dilakukan survei etnobtani pada bulan Agustus tahun 2005 di kabupaten Menokwari, Papua Barat. Tanamar alwny banyak ditemukan didaerah pegunungan Arfak, dataran tinggi Myambouw, Kabupaten Manokwari. Masyarakat setempat memanfaatkan kulit dari batang tanaman akway untuk meningkatkan stamina, afrodisiak dan anti infeksi. Hasil analisis kimia menggunakan GC-MS dari kulit kayu tanaman akway menunjukkan adanya 12 senyawa kimia berkisar antara 0,57 - 16,72%, dengan konsenytrasi tertinggi adalah 7,11-epoksi isogormakron (16,72%), 9,10-dimetil fenatren (polygodial) (8,12%) 2,5-dimetil-3-etilfuran (7,36%) 7,8- isopropiliden di oksi bisiklo (4,2) (3,43%) dan 5-sedranon (1,87%). Senyawa dari golongan fenantren diketahui bersifat sebagai afrodisiak, anti inflamasi dan anti alergi. Hasil analisis ini mendukung klaim masyarakat bahwa kulit batang kayu akway berkhasiat sebagai obat afrodisial, anti infeksi.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback