Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Kardinan, Agus"

Now showing 1 - 12 of 12
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    DAYA TOLAK EKSTRAK TANAMAN ROSEMARY (Rosmarinus officinalis) TERHADAP LALAT (Musca domestica)
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2007) Kardinan, Agus
  • No Thumbnail Available
    Item
    Kajian Aplikasi Insektisida Nabati Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) Pada Pertanaman Kubis Petani
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1999) Kardinan, Agus; Ellyda - A.W, NFN; -; Dhalimi, A.; -; Yuhono, J.T; -; Iskandar, M.; -
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Kearifan Lokal Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Tanaman Menuju Sistem Pertanian Organik
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2009) Kardinan, Agus; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
  • No Thumbnail Available
    Item
    Keefektifan Piretrum, Mimba, Beuaveria bassiana dan Metarhizium ansopliae Terhadap Wereng Coklat (Nilaparva lugens Stal.)
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-05) Kardinan, Agus; Wahyono, Tri Eko; Tarigan, Nurbeti
    Wereng coklat merupakan masalah dalam budidaya tanaman padi karena sering mengakibatkan gagal panen. Pengendalian dengan insektisida sintetis berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan insektisida nabati (piretrum dan mimba) dan insektisida hayati (Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae) terhadap wereng coklat. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Entomologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor tahun 2017. Penelitian terdiri atas 2 kegiatan yaitu efektifitas insektisida nabati dan hayati terhadap mortalitas wereng coklat dan penularan insektisida hayati secara horizontal. Formula insektisida nabati yang diuji adalah (1) piretrum I (5 ml.l-1air ), (2) piretrum II (5 ml.l-1air ), (3) mimba I (20 ml.l-1air ), (4) mimba II (20 ml.l-1air ), (5) insektisida sintetis (karbosulfan) (2 ml.l-1air ) dan(6) kontrol (air). Perlakuan insektisida hayati yang diuji adalah (1) Bb (semprot, 2,5 ml/tanaman), (2) Bb (granul, 5 g/pot), (3) Ma (semprot, 2,5 ml/tanaman), (4) Ma(granul, 5 g/pot) dan (5) kontrol. Perlakuan daya tular horizontal terdiri atas perbandingan wereng terinfeksi : sehat yaitu 1 : 10; 2 : 10; 3 : 10; 4 : 10. Insektisida nabati piretrum dan mimba dapat menekan populasi wereng coklat berturut turut 85-87 % dan 60-70 %. B. bassiana mampu menekan populasi wereng sekitar 18,2 %, lebih baik dari M. anisopliae (5,6 %). Aplikasi dengan penyemprotan lebih baik dari bentuk granul. Penggunaan insektisida hayati tidak menunjukkan daya tular horizontal pada wereng sehat. Insektisida nabati (piretrum dan mimba) lebih prospektif dalam mengendalikan wereng coklat daripada insektisida hayati (B. bassiana dan M. anisopliae).
  • No Thumbnail Available
    Item
    Keefektifan Piretrum, Mimba, Beuaveria bassiana dan Metarhizium ansopliae Terhadap Wereng Coklat (Nilaparva lugens Stal.)
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-05) Kardinan, Agus; Wahyono, Tri Eko; Tarigan Nurbeti
    Wereng coklat merupakan masalah dalam budidaya tanaman padi karena sering mengakibatkan gagal panen. Pengendalian dengan insektisida sintetis berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan insektisida nabati (piretrum dan mimba) dan insektisida hayati (Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae) terhadap wereng coklat. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Entomologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor tahun 2017. Penelitian terdiri atas 2 kegiatan yaitu efektifitas insektisida nabati dan hayati terhadap mortalitas wereng coklat dan penularan insektisida hayati secara horizontal. Formula insektisida nabati yang diuji adalah (1) piretrum I (5 ml.l-1air ), (2) piretrum II (5 ml.l-1 air ), (3) mimba I (20 ml.l-1air ), (4) mimba II (20 ml.l-1air ), (5) insektisida sintetis (karbosulfan) (2 ml.l-1air ) dan (6) kontrol (air). Perlakuan insektisida hayati yang diuji adalah (1) Bb (semprot, 2,5 ml/tanaman), (2) Bb (granul, 5 g/pot), (3) Ma (semprot, 2,5 ml/tanaman), (4) Ma (granul, 5 g/pot) dan (5) kontrol. Perlakuan daya tular horizontal terdiri atas perbandingan wereng terinfeksi : sehat yaitu 1 : 10; 2 : 10; 3 : 10; 4 : 10. Insektisida nabati piretrum dan mimba dapat menekan populasi wereng coklat berturut turut 85-87 % dan 60-70 %. B. bassiana mampu menekan populasi wereng sekitar 18,2 %, lebih baik dari M. anisopliae (5,6 %). Aplikasi dengan penyemprotan lebih baik dari bentuk granul. Penggunaan insektisida hayati tidak menunjukkan daya tular horizontal pada wereng sehat. Insektisida nabati (piretrum dan mimba) lebih prospektif dalam mengendalikan wereng coklat daripada insektisida hayati (B. bassiana dan M. anisopliae).
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Abu Limbah Serai Dapur dan Tepung Bawang Putih Terhadap Hama Gudang Callosobruchus analis F. (Coleoptera; Bruchidae)
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1994) Kardinan, Agus; Wikardi, Ellyda Abas; -
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH CAMPURAN BEBERAPA JENIS MINYAK NABATI TERHADAP DAYA TANGKAP LALAT BUAH
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2007) Kardinan, Agus
  • No Thumbnail Available
    Item
    PERAN SERANGGA SEBAGAI DEKOMPOSER DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK : Warta balittro Vol. 35 No. 70 Tahun 2018
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Kardinan, Agus; Kirana, Candra
    Masalah sampah, sampah rumah tangga di Indonesia menjadi perhatian semua pihak karena menjadi sumber awal dari berbagai masalah sosial dan kesehatan di masyarakat, khususnya di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (ТРА). Вeberapa metode yang digunakan adalah dengan cara melakukan pengomposan atau dekomposisi sampah tersebut sehingga terjadi perubahan bentuk dan sifatnya menjadi lebih berguna atau dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk. Salah satu cara dekomposisi sampah rumah tangga menjadi pupuk organik adalah dengan menggunakan larva dari lalat tentara hitam Hermetia illucens (Black soldier fly). Lalat ini sering dijumpai pada tumpukan limbah sayur, buah, kompos padat atau bahan organik lainnya. Lalat tentara hitam bersifat non-patogenik dan bukan vektor pembawa penyakit, beraktivitas hanya di sekitar sampah, tidak berkeliaran ke mana mana, larvanya banyak digunakan sebagai alternatif sumber protein pakan ikan maupun unggas. Cara pembuatan pupuk organik dengan menggunakan lalat tentara hitam ini sangat sederhana, WartaBalittro yaitu hanya menggunakan ember atau drum kemudian kita han y a memasukkan limbah sayur atau buah-buahan dari sampah rumah tangga. Lalat tentara hitam akan bertelur di dalam ember atau drum yang berisi sampah organik kemudian telur akan menetas menjadi larva dan akan mengkonversi limbah tersebut menjadi pupuk yang dikenal sebagai "Pupuk Maggot". Ada dua pupuk yang akan dihasilkan, yaitu pupuk cair dan pupuk padat. Selain pupuk, larva dari lalat ini dapat dipanen sebagai pakan ikan atau unggas.
  • No Thumbnail Available
    Item
    POTENSI ADAS (Foeniculum vulgare) SEBAGAI BAHAN AKTIF LOTION ANTI NYAMUK DEMAM BERDARAH(Aedes aegypti)
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Kardinan, Agus; Dhalimi, Azmi
  • No Thumbnail Available
    Item
    Potensi Adas (Foeniculum vulgare) sebagai Bahan Aktif Lotion Anti Nyamuk Demam Berdarah (Aedes aegypti)
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Kardinan, Agus; Dhalimi, Azmi
    Penelitian dilakukan pada tahun 2007-2008 di Laboratorium Entomologi, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap, terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi minyak adas (0; 1,25; 2,5; 5; dan 10%), dan diulang sebanyak sepuluh kali. Pengamatan dilakukan terhadap uji organoleptik, yaitu meliputi homogenitas formula, warna, aroma, uji iritasi, pH, viskositas, serta uji daya proteksi. Pengujian dilakukan selama enam jam, sedangkan pengolesan lotion hanya dilakukan satu kali, pada saat awal pengujian untuk melihat daya tahan lotion. Hasil menunjukkan bahwa formula lotion anti nyamuk bercampur secara homogen yang dilihat pada bulan pertama hingga bulan ketiga. Lotion berwarna agak kekuningan, sebagai akibat dari warna minyak atsiri adas yang berwarna kekuningan. Aroma formula berbau khas seperti minyak telon dengan aroma yang stabil sampai pengamatan bulan ke tiga. Lotion tidak menyebabkan iritasi atau ketidak-nyamanan pada pengguna selama pemakaian enam jam. pH formula lotion hampir merata yaitu sekitar 8,6 lebih, dimana pH ideal sebagai lotion adalah mendekati netral (7). Oleh karena itu perlu pengurangan kadar trietanolamin pada formula untuk menurunkan pH. Terdapat korelasi positif antara konsentrasi minyak atsiri adas dengan viskositas formula, yaitu semakin tinggi kandungan minyak atsiri adas, semakin tinggi viskositasnya. Minyak atsiri adas bersifat repellent (menolak) nyamuk A. aegypti, namun demikian pada konsentrasi 1,25 dan 2,5% hanya menampakkan efektifitasnya pada jam pertama pengujian. Sedangkan pada konsentrasi 5 dan 10%, efektifitasnya dapat bertahan selama dua jam dengan menunjukkan daya proteksi di atas 50%, setelah itu daya proteksi mulai menurun.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Prospek cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) sebagai bahan insektisida nabati
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018) Kardinan, Agus
    Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) yang mengandung bahan aktif utama piperin selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional pada berbagai jamu, minuman herbal, bumbu masakan, dan berpotensi sebagai bahan insektisida nabati. Telah banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa cabe jawa efektif sebagai insektisida nabati dan mampu menekan pertumbuhan beberapa jenis hama tanaman. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai LC50 ekstrak cabe jawa terhadap serangga uji larva Spodoptera litura adalah 2,37% (y = 5,57 + 0,40x) dan pada konsentrasi 4% mampu menghambat daya konsumsi sebesar 62,8%. Dengan dikembangkannya cabe jawa sebagai bahan insektisida nabati, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan insektisida sintetis, penggunaan insektisida kimia sintetis, yang pada akhirnya mampu menghasilkan produk yang dan lingkungan yang sehat. Kata kunci: Piper retrofractu
  • No Thumbnail Available
    Item
    PROSPEK САВЕ ЈAWA (Piper retrofractum Vahl.) SEBAGAI BAHAN INSEKTISIDA NABATI : Warta balittro Vol. 35 No. 69 tahun 2018
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-06-01) Kardinan, Agus
    Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) yang mengandung bahan aktif utama piperin selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional pada berbagai jamu, minuman herbal, bumbu masakan, dan berpotensi sebagai bahan insektisida nabati. Telah banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa cabe jawa efektif sebagai insektisida nabati dan mampu menekan pertumbuhan beberapa jenis hama tanaman. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai LC50 ekstrak cabe jawa terhadap serangga uji larva Spodoptera litura adalah 2,37% (y = 5,57 + 0,40x) dan pada konsentrasi 4% mampu menghambat daya konsumsi sebesar 62,8%. Dengan dikembangkannya cabe jawa sebagai bahan insektisida nabati, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan insektisida sintetis, penggunaan insektisida kimia sintetis, yang pada akhirnya mampu menghasilkan produk yang dan lingkungan yang sehat.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback