Browsing by Author "Kardinan, Agus"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
- ItemDAYA TOLAK EKSTRAK TANAMAN ROSEMARY (Rosmarinus officinalis) TERHADAP LALAT (Musca domestica)(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2007) Kardinan, Agus
- ItemKajian Aplikasi Insektisida Nabati Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) Pada Pertanaman Kubis Petani(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1999) Kardinan, Agus; Ellyda - A.W, NFN; -; Dhalimi, A.; -; Yuhono, J.T; -; Iskandar, M.; -
- ItemKearifan Lokal Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Pengendalian Hama Tanaman Menuju Sistem Pertanian Organik(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2009) Kardinan, Agus; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
- ItemKeefektifan Piretrum, Mimba, Beuaveria bassiana dan Metarhizium ansopliae Terhadap Wereng Coklat (Nilaparva lugens Stal.)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-05) Kardinan, Agus; Wahyono, Tri Eko; Tarigan, NurbetiWereng coklat merupakan masalah dalam budidaya tanaman padi karena sering mengakibatkan gagal panen. Pengendalian dengan insektisida sintetis berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan insektisida nabati (piretrum dan mimba) dan insektisida hayati (Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae) terhadap wereng coklat. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Entomologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor tahun 2017. Penelitian terdiri atas 2 kegiatan yaitu efektifitas insektisida nabati dan hayati terhadap mortalitas wereng coklat dan penularan insektisida hayati secara horizontal. Formula insektisida nabati yang diuji adalah (1) piretrum I (5 ml.l-1air ), (2) piretrum II (5 ml.l-1air ), (3) mimba I (20 ml.l-1air ), (4) mimba II (20 ml.l-1air ), (5) insektisida sintetis (karbosulfan) (2 ml.l-1air ) dan(6) kontrol (air). Perlakuan insektisida hayati yang diuji adalah (1) Bb (semprot, 2,5 ml/tanaman), (2) Bb (granul, 5 g/pot), (3) Ma (semprot, 2,5 ml/tanaman), (4) Ma(granul, 5 g/pot) dan (5) kontrol. Perlakuan daya tular horizontal terdiri atas perbandingan wereng terinfeksi : sehat yaitu 1 : 10; 2 : 10; 3 : 10; 4 : 10. Insektisida nabati piretrum dan mimba dapat menekan populasi wereng coklat berturut turut 85-87 % dan 60-70 %. B. bassiana mampu menekan populasi wereng sekitar 18,2 %, lebih baik dari M. anisopliae (5,6 %). Aplikasi dengan penyemprotan lebih baik dari bentuk granul. Penggunaan insektisida hayati tidak menunjukkan daya tular horizontal pada wereng sehat. Insektisida nabati (piretrum dan mimba) lebih prospektif dalam mengendalikan wereng coklat daripada insektisida hayati (B. bassiana dan M. anisopliae).
- ItemKeefektifan Piretrum, Mimba, Beuaveria bassiana dan Metarhizium ansopliae Terhadap Wereng Coklat (Nilaparva lugens Stal.)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-05) Kardinan, Agus; Wahyono, Tri Eko; Tarigan NurbetiWereng coklat merupakan masalah dalam budidaya tanaman padi karena sering mengakibatkan gagal panen. Pengendalian dengan insektisida sintetis berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan insektisida nabati (piretrum dan mimba) dan insektisida hayati (Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae) terhadap wereng coklat. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Entomologi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor tahun 2017. Penelitian terdiri atas 2 kegiatan yaitu efektifitas insektisida nabati dan hayati terhadap mortalitas wereng coklat dan penularan insektisida hayati secara horizontal. Formula insektisida nabati yang diuji adalah (1) piretrum I (5 ml.l-1air ), (2) piretrum II (5 ml.l-1 air ), (3) mimba I (20 ml.l-1air ), (4) mimba II (20 ml.l-1air ), (5) insektisida sintetis (karbosulfan) (2 ml.l-1air ) dan (6) kontrol (air). Perlakuan insektisida hayati yang diuji adalah (1) Bb (semprot, 2,5 ml/tanaman), (2) Bb (granul, 5 g/pot), (3) Ma (semprot, 2,5 ml/tanaman), (4) Ma (granul, 5 g/pot) dan (5) kontrol. Perlakuan daya tular horizontal terdiri atas perbandingan wereng terinfeksi : sehat yaitu 1 : 10; 2 : 10; 3 : 10; 4 : 10. Insektisida nabati piretrum dan mimba dapat menekan populasi wereng coklat berturut turut 85-87 % dan 60-70 %. B. bassiana mampu menekan populasi wereng sekitar 18,2 %, lebih baik dari M. anisopliae (5,6 %). Aplikasi dengan penyemprotan lebih baik dari bentuk granul. Penggunaan insektisida hayati tidak menunjukkan daya tular horizontal pada wereng sehat. Insektisida nabati (piretrum dan mimba) lebih prospektif dalam mengendalikan wereng coklat daripada insektisida hayati (B. bassiana dan M. anisopliae).
- ItemPengaruh Abu Limbah Serai Dapur dan Tepung Bawang Putih Terhadap Hama Gudang Callosobruchus analis F. (Coleoptera; Bruchidae)(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1994) Kardinan, Agus; Wikardi, Ellyda Abas; -
- ItemPENGARUH CAMPURAN BEBERAPA JENIS MINYAK NABATI TERHADAP DAYA TANGKAP LALAT BUAH(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2007) Kardinan, Agus
- ItemPOTENSI ADAS (Foeniculum vulgare) SEBAGAI BAHAN AKTIF LOTION ANTI NYAMUK DEMAM BERDARAH(Aedes aegypti)(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Kardinan, Agus; Dhalimi, Azmi
- ItemPotensi Adas (Foeniculum vulgare) sebagai Bahan Aktif Lotion Anti Nyamuk Demam Berdarah (Aedes aegypti)(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Kardinan, Agus; Dhalimi, AzmiPenelitian dilakukan pada tahun 2007-2008 di Laboratorium Entomologi, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap, terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi minyak adas (0; 1,25; 2,5; 5; dan 10%), dan diulang sebanyak sepuluh kali. Pengamatan dilakukan terhadap uji organoleptik, yaitu meliputi homogenitas formula, warna, aroma, uji iritasi, pH, viskositas, serta uji daya proteksi. Pengujian dilakukan selama enam jam, sedangkan pengolesan lotion hanya dilakukan satu kali, pada saat awal pengujian untuk melihat daya tahan lotion. Hasil menunjukkan bahwa formula lotion anti nyamuk bercampur secara homogen yang dilihat pada bulan pertama hingga bulan ketiga. Lotion berwarna agak kekuningan, sebagai akibat dari warna minyak atsiri adas yang berwarna kekuningan. Aroma formula berbau khas seperti minyak telon dengan aroma yang stabil sampai pengamatan bulan ke tiga. Lotion tidak menyebabkan iritasi atau ketidak-nyamanan pada pengguna selama pemakaian enam jam. pH formula lotion hampir merata yaitu sekitar 8,6 lebih, dimana pH ideal sebagai lotion adalah mendekati netral (7). Oleh karena itu perlu pengurangan kadar trietanolamin pada formula untuk menurunkan pH. Terdapat korelasi positif antara konsentrasi minyak atsiri adas dengan viskositas formula, yaitu semakin tinggi kandungan minyak atsiri adas, semakin tinggi viskositasnya. Minyak atsiri adas bersifat repellent (menolak) nyamuk A. aegypti, namun demikian pada konsentrasi 1,25 dan 2,5% hanya menampakkan efektifitasnya pada jam pertama pengujian. Sedangkan pada konsentrasi 5 dan 10%, efektifitasnya dapat bertahan selama dua jam dengan menunjukkan daya proteksi di atas 50%, setelah itu daya proteksi mulai menurun.