Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Jumberi, Achmad"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Padi di Lahan Rawa Lebak dan Peranannya Dalam Sistem Produksi Padi Nasional
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Ar-Riza, Isdijanto; Jumberi, Achmad
    Abstrak Ketersediaan air untuk budidaya padi sawah irigasi semakin terbatas akibat degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS), peruntukan air yang kompetitif antarsektor, serta dampak perubahan iklim global. Kondisi ini mengancam ketahanan pangan nasional mengingat sebagian besar produksi padi nasional bergantung pada sawah beririgasi. Artikel ini bertujuan untuk mengulas strategi dan teknik pengelolaan air yang efisien pada lahan padi sawah irigasi guna mengantisipasi ancaman kelangkaan air. Metode pengelolaan air seperti pengairan berselang (intermittent irrigation), irigasi basah-kering (Alternate Wetting and Drying/AWD), dan pendekatan System of Rice Intensification (SRI) terbukti mampu menghemat penggunaan air signifikan dibanding penggenangan secara terus-menerus tanpa mengorbankan hasil panen. Selain penerapan teknologi budidaya hemat air, optimalisasi pengelolaan air memerlukan perbaikan infrastruktur irigasi, rehabilitasi DAS, serta keterlibatan aktif kelompok tani dalam pembagian air secara adil. Implementasi strategi pengelolaan air terpadu ini diharapkan dapat mempertahankan produktivitas padi sawah, meningkatkan efisiensi penggunaan air, dan mendukung keberlanjutan usahatani di tengah tantangan kelangkaan sumber daya air. Abstract Water availability for irrigated lowland rice cultivation is increasingly constrained due to watershed degradation, competitive inter-sectoral water usage, and the impacts of global climate change. This condition poses a threat to national food security, given that a major portion of national rice production relies heavily on irrigated fields. This paper aims to review efficient water management strategies and techniques in irrigated paddy fields to anticipate the threat of water scarcity. Water management methods such as intermittent irrigation, Alternate Wetting and Drying (AWD), and the System of Rice Intensification (SRI) approach have been proven to significantly reduce water consumption compared to continuous flooding, without compromising crop yields. Beyond adopting water-saving cultivation technologies, optimizing water management requires the rehabilitation of irrigation infrastructure and watersheds, alongside active community participation in equitable water distribution. Implementing an integrated water management strategy is expected to sustain lowland rice productivity, enhance water use efficiency, and ensure agricultural sustainability amid growing water resource scarcity.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Potensi, Kendala dan Peluang Pengembangan Teknologi Budi Daya Padi di Lahan Rawa Pasang Surut
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Noor, Muhammad; Jumberi, Achmad
    Abstrak Lahan rawa pasang surut merupakan salah satu agroekosistem suboptimal yang memiliki potensi amat besar untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah semakin menyempitnya lahan sawah irigasi akibat alih fungsi lahan. Namun, pemanfaatannya untuk budi daya padi dihadapkan pada berbagai kendala biofisik dan kimia tanah yang kompleks, seperti kemasaman tanah yang tinggi (pH rendah), potensi racun besi (Fe) dan alumunium (Al), keberadaan lapisan pirit yang dangkal, fluktuasi tata air, serta efisiensi pemupukan yang rendah. Artikel ini bertujuan untuk mengulas potensi lahan, memetakan kendala utama, serta merumuskan peluang dan strategi pengembangan teknologi budi daya padi di lahan rawa pasang surut secara berkelanjutan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran pustaka dan sintesis hasil-hasil penelitian budi daya padi pada ekosistem rawa. Hasil ulasan menunjukkan bahwa peluang peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) dapat dicapai melalui penerapan paket inovasi teknologi terpadu. Inovasi kunci tersebut mencakup: (1) tata kelola air mikro melalui sistem tata air satu arah dan polder, (2) ameliorasi tanah (pengapuran dan pemanfaatan bahan organik) untuk meningkatkan pH tanah, (3) penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi adaptif lahan rawa yang toleran terhadap genangan dan kekeringan serta keracunan Fe, dan (4) pemupukan berimbang spesifik lokasi. Penerapan teknologi budi daya terpadu ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani secara signifikan di lahan rawa pasang surut. Keberhasilan diseminasi teknologi ini memerlukan dukungan infrastruktur jaringan irigasi, kelembagaan tani yang kuat, serta pendampingan teknis secara berkelanjutan. Abstract Tidal swamp land represents a strategic sub-optimal agroecosystem with significant potential to support national food security, mitigating the continuous conversion of irrigated rice fields. However, rice cultivation in this environment faces complex biophysical and soil chemical constraints, including high soil acidity (low pH), iron (Fe) and aluminum (Al) toxicity, shallow pyrite layers, fluctuating water regimes, and low nutrient retention. This paper reviews the land potential, identifies key constraints, and outlines opportunities and strategies for sustainable rice cultivation technology in tidal swamp areas. The review employs a descriptive-qualitative approach synthesizing secondary data and empirical research on swamp agriculture. Findings indicate that enhancing rice productivity and cropping intensity (CI) can be achieved through integrated technological packages. Key innovations include: (1) micro-water management via one-way waterflow and polder systems, (2) soil amelioration (liming and organic matter application) to increase soil pH, (3) the deployment of stress-tolerant High Yielding Varieties (HYVs) resilient to Fe toxicity and submergence, and (4) site-specific balanced fertilization. Implementing these integrated management packages has been demonstrated to significantly increase both rice yields and farmers' incomes. Sustainable technology adoption requires robust support from irrigation infrastructure development, strong institutional extension services, and continuous technical guidance.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback