Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Januwati, M"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH TINGKAT KEBUTUHAN AIR TERHADAP MUTU DAN PRODUKSI SAMBILOTО
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Maslahah, Nur; Januwati, M
    Penelitian pengeruh tingkat kebutuhan air dilaksanakan di rumah kaca Cimanggu, Bogor pada bulan September 2005 sampai April 2006. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima kali ulangan. Perlakuan terdiri atas lima taraf pemberian air 3, 4, 5, 6, dan 7 mm/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tingkat pemberian air nyata terhadap pertumbuhan dan produksi simplisia. Pemberian air 4 mm/hari memberikan tinggi tanaman, luas daun pertanaman tertinggi. Sedang berdasar kadar sari larut alkohol maka mutu tertinggi 12,63% diperoleh pada pemberian air 4 mm / hari dengan produksi simplisia 6,39 g/tanaman atau taksasi 357,84 kg/ha (Panen 1). Penurunan produksi sebesar 26,7 dan 30,8% dan mutu simplisia yaitu menjadi 11,9 dan 11,8% terjadi pada keadaan kekurangan dan kelebihan air pada tingkat pemberian 2 dan 6 mm/hari. Dengan demikian kebutuhan air sambiloto setara dengan palawija atau sayur-sayuran atau wilayah pengembangan optimum di daerah iklim tipe B (klasifikasi Schmidt Ferguson) dan di daerah C dengan penyiraman pada saat curah hujan kurang.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback