Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "J. Limbongan"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Berbagai Kendala Pada Penanaman Kapas Di Lahan Sawah Bero Sesudah Padi Di Sulawesi Selatan
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1993-01) J. Limbongan
    Berbagai kendala pada usaha penanaman kapas di lahan sawah bero sesudah padi diteliti di Kabupaten Takalar Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 1993 dengan menggunakan metode survey dan analisis program linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai kondisi optimum maka perlu diadakan alokasi sumberdaya baik di lahan sawah maupun di lahan kering. Pada kondisi optimal maka polatanam untuk lahan sawah adalah padil - (kapas+ kedelai) dengan luas masing-masing 0.95 ha, sedangkan pola tanam untuk lahan kering adalah (kapas+kacang hijau) ubikayu, dengan luas masing-masing 0.54 ha. Pada pola optimal ternyata tenaga kerja merupakan kendala pada bulan Januari, Februari, April, Juni, dan Desember artinya pada bulan-bulan tersebut tenaga kerja keluarga tidak cukup untuk mengelola usahatani sehingga perlu menyewa tenaga kerja dari luar keluarga. Sebaliknya pada bulan Maret, Juli, Agus-tus, September, Oktober, Nopember terjadi kelebihan tenaga kerja keluarga. Air merupakan kendala pada bulan Juni, Juli, Agustus untuk tanaman kapas+kedelai di lahan sawah sehingga perlu ada substitusi air dengan menggunakan air tanah. Jumlah substitusi air pada bulan-bulan tersebut berturut-turut adalah 114,8; 793,8; dan 701,5 kiloliter per ha. Kredit kapas yang seharusnya diberikan kepada petani untuk men-capai hasil yang optimal sebesar Rp 234 238/ha.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pemanfaatan Kompos Jerami dan Pupuk Anorganik Untuk Peningkatan Produksi Padi VUB di Sulawesi Selatan
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2012-06) J. Limbongan; Sahardi; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
    Pemanfaatan kompos jerami dan pupuk anorganik untuk peningkatan produksi padi varietas Unggul Baru (VUB) di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan. Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah melalui perbaikan kesuburan lahan dengan memanfaatkan kompos jerami sebagai sumber bahan organik. Tujuan jangka pendek untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos jerami padi yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terhadap produksi VUB. Pengkajian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Mariri Kabupaten Luwu Utara, tanam tanggal 14 Oktober 2010 dan panen 21 Januari 2011. Pelakuan yang dikaji adalah: (1) kompos jerami 5 ton + pupuk organik cair 4 liter/ha, (2) kompos jerami 5 ton + ½ rekomendasi urea dan NPK, (3) kompos jerami 5 ton + urea dan NPK sesuai rekomendasi, dan (4) urea + NPK sesuai rekomendasi (kontrol). Dosis pupuk sesuai rekomendasi yaitu 180 kg urea) + NPK (15:15:15) 200 kg/ha. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Varietas yang ditanam adalah Inpari 7 Lanrang, ditanam dengan cara jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam {(20 cm x 10 cm) x 40 cm}. Hasil pengkajian menunjukan bahwa produksi gabah kering panen tertinggi diperoleh pada perlakuan kompos jerami 5 ton + urea 180 kg + NPK 200 kg/ha yaitu rata-rata 8,40 t/ha, namun hanya berbeda secara nyata dengan perlakukan Kompos jerami 5 t/ha + pupuk organik cair yang memberikan hasil 7,20 t/ha GKP

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback