Browsing by Author "Hipi, Awaludin"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemKajian Interaksi Antara Sistem Tanam Jajar Legowo Dengan Varietas Unggul Baru Padi di Nusa Tenggara Barat(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Mardian, Irma; Hipi, Awaludin; Widiastuti, Eka; Herawati, Nani; L.M. ZarwaziAbstrak Peningkatan produksi padi menjadi prioritas pembangunan pertanian. Dengan adanya variasi sistem tanam dan banyaknya VUB padi yang telah dihasilkan BB Padi maka dirasa perlu kajian tentang sistem tanam jajar legowo dan VUB padi yang memberikan interaksi terbaik untuk meningkatkan produksi padi di NTB. Pengkajian interaksi sistem tanam jajar legowo dengan VUB dilakukan pada Musim Kemarau (MK) I bulan Mei-Agustus 2016 pada kelompok tani Lawoto Kelurahan Rabangodu Selatan Kecamatan Raba, Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengkajian ini bersifat action research di lahan petani yakni dengan melakukan demfarm seluas 3 ha. Pelaksanaan demfarm menerapkan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) menggunakan rancangan acak kelompok petak terpisah dengan 4 ulangan yaitu sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1 sebagai petak utama dan VUB padi (Inpari 10, Inpari 22, Inpari 30) sebagai anak petak. Pengamatan dilakukan pada keragaan agronomi, hasil, analisa usaha tani dan persepsi petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sifat genetis VUB lebih dominan mempengaruhi pertumbuhan agronomi padi dibandingkan jarak tanam jajar legowo. Sistem tanam jajar legowo 2:1 memberikan keragaan hasil serta keuntungan usaha tani yang tidak berbeda nyata dengan jajar legowo 4:1. Persepsi petani pada sistem tanam jajar legowo sebesar 77,08 % dalam kategori setuju bahwa sistem jajar legowo mampu meningkatkan produktivitas, memudahkan pengelolaan serta layak secara ekonomi. Abstract Increasing rice production is a priority for agricultural development in Indonesia. Due to variation of planting systems and many new superior rice varieties that have been released by Indonesian Center for Rice Research (ICRR), it is necessary to study the legowo planting system and new superior rice varieties which gives the best interaction to increase rice production in West Nusa Tenggara. Study of the interaction between legowo planting system and new superior rice varieties was conducted in the dry season in May-August 2016 at the Lawoto farmer group in South Rabangodu, Raba, Bima City, West Nusa Tenggara Province. This study was action research in farmers’ field with demfarm area of 3 ha. Demfarm was applied Integrated Crop Management (ICM) with Randomized Completely Block Design (RCBD) with split plot design with 4 replications where legowo 2:1 and 4:1 planting systems as main plot and new superior rice varieties (Inpari 10, Inpari 22, Inpari 30) as subplots. Observations were on agronomic performance, yield, farming system analysis and farmer adoption. The results show that the genetic characteristics of new superior rice varieties are more dominant in influencing the growth of rice agronomy compared to the legowo planting system. Legowo 2:1 planting system provides a result of yield and profit of farming which is not significantly different from legowo 4:1. Around 77.08% farmers agreed that legowo planting system could improve productivity, simple in management and economically feasible.
- ItemKeragaan Pertumbuhan, Hasil Varietas Unggul Baru Padi dan Pendapatan Petani di Lahan Sawah Irigasi Kota Bima, Nusa Tenggara Barat(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Mardian, Irma; Hipi, Awaludin; Widiastuti, Eka; L.M.ZarwaziAbstrak Produktivitas padi sawah di Kota Bima masih rendah karena penggunaan varietas yang sama dalam kurun waktu yang lama. Dengan demikian ada peluang ditingkatkan melalui pemanfaatan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi. BB Padi telah menghasilkan puluhan Varietas Unggul Baru (VUB) yang berdaya hasil tinggi. Oleh karena itu kajian ini bertujuan untuk melakukan uji kesesuaian VUB padi sawah dengan agroekosistem setempat. Pengkajian dilaksanakan di lahan sawah irigasi kelompok tani Lawoto di Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima pada MK I bulan Mei-Agustus 2016. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan lima perlakuan VUB yang terdiri atas Inpari 7, Inpari 10, Inpari 22, Inpari 30, dan Inpari 31 dengan tiga ulangan. Budidaya berdasarkan rekomendasi PTT padi. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai dan produktivitas yang dilakukan pada saat panen kemudian dikonversi dalam satuan ha. Data yang dikumpulkan dianalisis secara sidik ragam pada taraf 5% menggunakan program SAS. Pengamatan juga dilakukan pada curahan tenaga kerja, serta biaya sarana produksi . Data analisa usaha, curahan tenaga kerja dan biaya sarana produksi diolah dan dianalisis kelayakan ekonomi dengan parameter R/C, B/C. Adapun hasil yang diperoleh Inpari 31 memberikan keragaan agronomi terbaik dan hasil yang paling tinggi sebesar 9,93 t/ha dibandingkan Inpari 7, 10, 22, dan 30 yang produktivitasnya berkisar pada 6,11-7,38 t/ha. Berbanding lurus dengan pendapatan dan rasio B/C yang diperoleh petani. Oleh karena itu preferensi petani untuk mengadopsi varietas Inpari 31 sangat tinggi diikuti oleh varietas Inpari 22. Abstract The productivity of paddy in Bima City is still low due to the use of the similar varieties over long periods. Thus, there is an increased opportunity of using high yield new superior varieties. Indonesian Center for Rice Research (ICRR) has produced many high yield new superior varieties. Therefore, this study aims to examine the suitability of new superior variety of paddy in local agroecosystem. The experiment was carried out in irrigated low land of Lawoto farmer group in South Rabangodu, Raba, Bima City in May until August 2016. The experimental design was Randomized Completely Block Design (RCBD) with five varieties treatments consisting of Inpari 7, Inpari 10, Inpari 22, Inpari 30, and Inpari 31 with three replications. The cultivation based on the rice good agricultural practices recommendation. Parameters observed were plant height, number of productive tillers, panicle length, number of fully filled grain per panicle, number of empty grains per panicle and productivity at the harvest time which was converted in Ha. The data were analyzed at the 5% level variance using the SAS program. Labor and cost of production facilities were also counted. Data of economic analysis, labor and production cost are processed and analyzed of economic feasibility with R/C, B/C parameters. Result show that Inpari 31 provide best agronomic performance and highest yield of 9.93 t/ha compared to Inpari 7, 10, 22, and 30 with productivity ranged from 6.11 to 7.38 t/ha. It is directly proportional to the profit and the B / C ratio that farmers gained. Therefore, farmers’ preferences for adopting inpari 31 varieties very high followed by Inpari 22 variety.
- ItemManajemen Pemeliharaan Ayam KUB - Sensi(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Gorontalo, 2018) Munawaroh, Soimah; Anas, Serli; Fadwiwati, Andi Yulyani; Saleh, Tedy Wahyana; Hipi, AwaludinSalah satu usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan masyarakat adalah dengan memelihara ayam. Ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian (KUB) adalah Ayam KUB adalah ayam hasil riset dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor yang dibuat untuk tujuan petelur, sedangkan ayam Sensi adalah ayam lokal unggul tipe potong. Buku ini memaparkan manajemen pemeliharaan ayam KUB dari pemilihan bibit (anakan/indukan), hingga reproduksi dan pencegahan penyakit ini disusun berdasarkan langkah kerja pada kegiatan pengembangan ayam KUB-Sensi yang telah dilaksanakan di BPTP Gorontalo dan juga merupakan saduran dari beberapa sumber dan buku juknis Pengembangan Ayam KUB dari Balai Penelitian Ternak. Pemeliharaan ayam KUB dan Sensi tidak jauh berbeda dengan pemeliharaan ayam kampung pada umumnya. Namun beberapa hal perlu diperhatikan secara khusus agar potensi produksi ayam tersebut dapat diperoleh secara optimal.
- ItemPENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BENIH JAGUNG HIBRIDA DENGAN APLIKASI MIKROBA DAN PUPUK FOSFAT(Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2017-10) Hipi, Awaludin; Giyanto, B.; Ratna Erawati, Tri; Balai Pengkajian Teknologi PertanianSalah satu cara untuk meningkatkan produktivitas jagung adalah dengan menggunakan benih jagung yang bermutu. Untuk menghasilkan benih jagung yang bermutu diperlukan teknologi produksi benih yang mampu meningkatkan vigor dan viabilitas benih, serta efisien seperti penggunaan mikroba yang dapat berfungsi sebagai biostimulan, biofertilizer, dan bioprotektan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi mikroba dan pupuk fosfat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas benih jagung hibrida. Percobaan dilaksanakan di Desa Lembar, kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari bulan July hingga Nopember 2012. Percobaan disusun mengikuti rancangan perlakuan petak terpisah. Petak utama adalah dosis pupuk P (kontrol, 50 kg, 100 kg, 150 kg, dan 200 kg SP-36 ha- 1), dan anak petak adalah perlakuan mikroba(kontrol, bakteri B42, bakteri ATS4 dan bakteri AJ14). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara aplikasi bakteri dengan pupuk fosfat. Perlakuan pupuk P 100 kg SP-36 ha-1 dapat meningkatkan produktivitas benih jagung dibanding kontrol. Isolat bakteri AJ14 dan ATS4 mampu meningkatkan tinggi tanaman umur 6 minggu setelah tanam (MST) dan fase generatif, serta dapat meningkatkan bobot biomas (77,00 g/tan dan 76,84 g/tan), produktivitas (3,29 t ha-1dan 3,17 t ha-1) dan rendemen benih (67,45% dan 65,99%).