Browsing by Author "Hidayanto, N.H."
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemKajian Respon Imun Ayam Petelur Pascavaksinasi Avian Influenza (AI) di Delapan provinsi di Indonesia tahun 2022(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2023-12) Ramlah; Hidayanto, N.H.; Suryanti, S.; Suryati, Y.Virus Avian Influenza (AI) termasuk kedalam kategori penyakit zoonosis (mudah menular ke manusia melalui hewan). Berdasarkan patogenisitasnya virus AI dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi dan sering menimbulkan wabah dan Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI) menyebabkan gejala ringan atau tidak memiliki gejala pada unggas yang terinfeksi. Virus AI yang sangat patogenik hingga saat ini ditimbulkan oleh subtipe H5 dan H7. Sedangkan subtipe virus H9N2 termasuk kedalam kategori LPAI, tetapi subtipe ini telah menjadi perhatian bagi kesehatan unggas dalam 20 tahun terkahir karena menyebabkan kerugian yang cukup besar pada industri perunggasan. Hingga saat ini vaksinasi AI adalah satu-satunya jalan mencegah unggas terkena penyakit Avian Influenza. Pada artikelnya di ujikan sebanyak 550 sampel serum yang diambil dari peternakan ayam petelur pascavaksinasi vaksin AI tiga-enam minggu. Sampel serum di uji Haemagglutination Inhibition (HI) terhadap antigen AI subtipe H5N1 strain A/ Chicken/Semarang/04141225-07/2014 (Clade 2.3.2) dan antigen AI subtipe H9N2 strain A/chicken/ Sidrap/07170094-440/2017. Serum di uji dengan metode uji Haemagglutination (HA) dan Haemagglutination Inhibiton (HI) sesuai dengan metode standar Internasional (OIE 2021). Sampel Serum berasal dari Sumatera Selatan (Banyuasin), Banten (Tangerang), Jawa Tengah (Sukoharjo), Bali (Bangli), Jawa Barat (Cianjur), Sumatera Utara (Binjai), Lampung (Pringsewu) Kalimantan Barat (Singkawang Selatan). Hasil pengujian sampel serum ayam petelur pascavaksinasi AI dari delapan provinsi diperoleh gambaran bahwa vaksinasi AI yang berhasil menimbulkan titer antibodi positif terhadap virus AI subtipe H5N1 dengan nilai persentase 70% yaitu yang dilaksanakan di Provinsi Banten, Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, Sumatera Utara, Lampung dan Kalimantan Barat, sedangkan vaksinasi AI yang berhasil menimbulkan titer antibodi positif terhadap virus AI subtipe H9N2 yaitu yang dilaksanakan di Provinsi Banten, Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.
- ItemMonitoring dan Evaluasi Pascavaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tahun 2022(Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2023-12) Zahid, M.; Rahayuningtyas, I.; Ramlah; Hidayanto, N.H.; Setiawaty, R.; Emilia; Natih, K.K.N.; Astuti, L.S.Artikel ini berisikan tentang monitoring dan Evaluasi pascavaksinasi Penyakiy Mulut dan Kuku (PMK) selama tahun 2022 di Indonesia. Awalnya Indonesia sudah dinyatakan bebas PMK sejak tahun 1987, lalu di bulan April tahun 2022 di Surabaya, Jawa Timur kasus PMK muncul kembali di Indonesia yang merebak ke wilayah Indonesia lainnya. Tulisan ini bertujuan mengetahui efektivitas vaksin PMK yang digunakan pada sapi yang telah diberikan vaksinasi PMK. Adapun yang di uji adalah serum darah pascavaksinasi PMK. Data di peroleh dari 24 provinsi yang terdampak PMK. Total sampe; yamg diperoleh sebanyak 5.119 sampel dari target 5.160 sampel. Hasil pengujian serologik dengan metode ELISA terhadap serum yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata 97,20% hewan target (sapi) yang divaksinasi PMK memberikan respon pembentukan antibodi (positif) terhadap virus PMK, sebanyak 2,21% tidak terbentuk antibodi (negatif), dan dubius sebesar 0,59% dari 66 lokasi sampling. Faktor yang memengaruhi keberhasilan vaksinasi PMK diantaranya adalah penaganana rantai dingin vaksin yang baik, penyimpanan dan pendistribusian vaksin yang tepat ke lapangan. Selain itu penerapan biosekuritas yang baik di kandang juga ikut mempengaruhi keberhasilan vaksinasi PMK.