Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Heryani, Nani"

Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Dinamika Aliran Bawah Permukaan pada Berbagai Kandungan Kimia Air secara Spasial dan Temporal di dalam Daerah Aliran Sungai
    (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, 2013-07-01) Heryani, Nani; Pawitan, Hidayat; Institut Pertanian Bogor; Purwanto, M. Yanuar J.; Institut Pertanian Bogor; Subagyono, Kasdi; Sekretariat Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Direct Seeding Mulch-Based Cropping Systems (DMC): A Tool For Sustainable Management Of Cultivated Soils
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2012-10-01) Heryani, Nani
    DMC (Direct seeding Mulch-based Cropping systems) is a new tillage-free agricultural approach that has short-to medium-term effects with respect to halting erosion, increasing soil fertility, stabilising or even increasing yields, even on infertile wastelands, while also reducing fuel consumption. This system is based on three principles: zero soil tillage, permanent soil (plant) cover, and relevant crop sequences or rotations associated with cover plants. These three principles combine to create a micro-environment for the crop, hence better expression of its potential to resist pests and diseases, and increased productivity.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Embung: Sumber Air Alternatif Untuk Peningkatan Produktivitas Lahan Kering
    (Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Heryani, Nani; Sutrisno, Nono; Surmaini, Elza; Syahbuddin, Haris; Sawiyo
    Reservoir: Alternative of water resources to increase upland productivity. Watershed's patch capacity escalation by made reservoir could be diminishing runoff volume and enhancing of soil water content. The purposed of the research was enhanced water resources availability dan crops productivity in upland area. The research was conducted in Cianjur regency. In the initial step we bring about Rapid Rural Apraisal (RRA), besides that climate and soil resouces. All of the information were analysed by economic and crop water balance. The implementation of water balance analysis were conducted by field experiment on chili. The results of the experiment showed that chili plantation in the end of dry season or the early of rainy season (Oct. 2 and 9, 2003), on the early planting time indicated unsatisfied crop's growing. In the early planting date on Oct 2, 2003, the crops.had been suffered from water stress indicated by ETRIETM ratio bellow 0.65. The planting date of Oct. 2 and 9, 2003 showed relative yield lost about 7 and 1 %. Reservoir could be utilized as a source of suplement irrigation at dry season, and increased the planting area. Key words: water resources, suplement irrigation, land productivity
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengelolaan Sub DAS Cilalawi Berdasarkan Prediksi Sedimentasi dan Produksi Air DAS
    (Balai Peneltian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Sutrisno, Nono; Wiganda, Sudradjat; Heryani, Nani
    Kesalahan penggunaan lahan di sub DAS Cilalawi menyebabkan peningkatan sedimen sungai d air DAS. Sehubungan dengan itu, prediksi sedimentasi dan penurunan produksi air DAS merupakan metode yang tepat untuk menentukan pengelolaan DAS Cilalawi. Penelitian ini bertujuan menentukan rekomendasi penggunaan lahan yang proporsional untuk pengelolaan sub DAS Cilalawi, berdasarkan kondisi fisik DAS serta analisis pemodelan prediksi sedimen dan produksi air DAS. Metode penelitian yang diterapkan terdiri dari tahapan pengamatan dan analisis yang diawali dengan pengkajiar penggunaan lahan runtut waktu berdasarkan citra landsat TM 1992 dan Agustus 2002. Selanjutna dilakukan pengkajian kondisi sungai, yang menggambarkan tinggi air dan sedimen sungai. Tahap terakhie mengkaji trend perubahan penggunaan lahan terhadap erosi permukaan, sedimen, aliran permukaan dan produksi air DAS. Prediksi erosi permukaan, sedimen dan aliran permukaan dilakukan dengan mode Agricultural non Point Source Pollution (AGNPS) dan produksi air DAS dihitung dengan neraca air DAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perubahan penggunaan lahan dari tahun 1992 - 2002 menyebabkan tcrjadinya peningkatan aliran permukaan, puncak runoff, erosi permukaan dan sedimen berdasarkan prediksi model AGNPS, serta terjadi penurunan produksi air DAS Cilalawi berdasarkan analisis neraca air DAS. Simulasi model AGNPS dengan meningkatkan luas hutan seluas 5 persen dan IO persen dari luas DAS, dapat menurunkan aliran permukaan, puncak runoff, erosi permukaan dan sedimen serta dapat meningkatkan produksi air DAS Cilalawi. Simulasi neraca air DAS dengan penambahan luas hutan seluas 10 persen dari luas DAS Cilalawi, dapat meningkatkan produksi air DAS dan aliran permukaan di DAS Cilalawi menurun sebanyak 25 persen. Kata kunci: sedimen, erosi permukaan, produksi air DAS, sub DAS Cilalawi
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Kartiwa, Budi; Heryani, Nani; Rejekiningrum, Popi; Susanti, Erni; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Haryono; Sosiawan, Hendri; Sutrisno, Nono; Hamdani, Adang; Talaohu, Sidik Hadi; Sudarman, Kurmen; Pramudia, Aris; Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Husen, Edi; Syahbuddin, Haris; Nursyamsi, Dedi
    Petunjuk teknis (Juknis) Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer merupakan pedoman bagi: (1) koordinator POPT Kabupaten (Dinas Pertanian), (2) Danramil wilayah kekeringan (KODIM), (3) koordinator Liaison Officer (LO) Upaya Khusus (UPSUS) BPTP, di 14 provinsi yang terkena kekeringan, serta (4) beberapa eselon 2 dan 3 Balitbangtan, (5) Eselon 2 dan 3 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, (6) eselon 2 dan 3 Ditjen Tanaman Pangan, dan (7) Tim kekeringan Kementerian Pertanian. Juknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer terdiri atas: (1) pendahuluan, (2) jenis-jenis sumber dan bangunan air, (3) identifikasi sumber dan bangunan air eksisting, (4) identifikasi dan pengembangan sumber dan bangunan air baru, (5) perawatan sumber dan bangunan air, dan (6) pelaporan hasil
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Stasiun Hidrometri untuk Mempelajari Karakteristik Hidrologis Daerah Aliran Sungai (DAS)
    (Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2014-04-01) Heryani, Nani; Kartiwa, Budi
    Stasiun Hidrometri adalah bangunan yang didesain untuk menempatkan peralatan pengukuran aliran dan pengamatan tinggi muka air di sungai. Stasiun Hidrometri berfungsi untuk mengamati dan mempelajari karakteristik hidrologis suatu DAS. Stasiun Hidrometri terdiri dari alat pengukur tinggi muka air otomatis (Automatic Water Level Recorder /AWLR) serta benda penduga debit (weir)
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Teknik Perunut Hidrokimia Untuk Mempelajari Dinamika Aliran Pada Daerah Aliran Sungai
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2014-06-01) Heryani, Nani
    Unsur kimia air (hidrokimia) dapat dijadikan sebagai perunut dalam mempelajari proses aliran bawah permukaan di dalam suatu daerah aliran sungai (DAS). Perunut adalah zat kimia yang digunakan sebagai tanda untuk mengikutl berlangsungnya reaksi kimla atau proses fisika, atau untuk menunjukkan posisi atau lokasi suatu zat kimia. Penggunaan perunut hidrokimia lebih aman dibandingkan dengan perunut ion-ion lain seperti bromide dan chlorine. Unsur kimia air secara alami terkandung di dalam air baik air permukaan, air tanah (soil water) dan air bumi (groundwater). Keragaman musiman kandungan kimia air pada air hujan, air tanah, dan air bumi dapat memberikan informasi tentang proses campuran (mixing) kimia air dan proses transpor kimia air atau unsur hara pada zone tidak jenuh. Aliran bawah permukaan berperan dalam transpor hara kedalam badan air permukaan sehingga karakterisasi jalur aliran bawah permukaan dan asal muasal air penting untuk dipelajari. Untuk mempelajari hal tersebut diperlukan peralatan pengamatan untuk pengambilan sampel air untuk dianalisis kandungan unsur kimianya.Manfaat dari pengambilan contoh air secara kimiawi dan data-data perunut yang dihasilkan dapat membantu kalibrasi model hidrologi. Materi ini menyajikan informasi tata cara pemasangan peralatan untuk pengamatan hidrokimia dan dinamika aliran di DAS mikro Cakardipa, Sub DAS Cisukabirus, DAS Ciliwung Hulu, Bogor, Jawa Barat.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback