Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Fachrur Rozi"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Prospek Pengembangan Kacang Hijau Berdasarkan Peta Bisnis di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
    (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2020-05) Fachrur Rozi; Andy Wijanarko; Henny Kuntyastuti
    Peluang peningkatan produksi kacang hijau di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terbuka luas walaupun ditemui adanya faktor pembatas dalam pengembangannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi permasalahan kacang hijau secara teknis dan sosial ekonomi, serta menyusun model dan strategi pengembangannya berdasarkan posisi peta bisnisnya. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan pendekatan PRA dan pengambilan sampel secara ‘purposive’. Pengolahan data dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kacang hijau potensial dikembangkan di Sumba Timur, tetapi terdapat kendala faktor internal dan eksternal (lingkungan). Potensi pengembangan kacang hijau di Sumba Timur ditunjukkan oleh faktor penguat berupa teknologi budi daya yang telah tersedia dan kesesuaian lahan untuk bertanam kacang hijau yang merupakan pengaruh internal usahatani. Pengaruh eksternal yang mendukung pengembangan kacang hijau adalah faktor peluang terdiri atas harga kacang hijau dan permintaan pasar yang tinggi. Selain itu juga ditemukan kelemahan pada faktor internal seperti produktivitas rendah, modal terbatas, kelompok tani pasif dan rasa puas petani dengan kehidupan yang ada (petani ‘laggard’). Pengaruh eksternal yang berpeluang menghambat pengembangan kacang hijau adalah rendahnya infrastruktur, kelangkaan tenaga kerja, serangan hama dan adanya tanaman kompetitor, misalnya jagung. Dengan menganalisis data yang diperoleh, disusun strategi dan prospek pengembangan kacang hijau pada kondisi skala usaha menguntungkan. Strategi jangka pendek yang dapat dilakukan adalah strategi (S-O), yaitu peningkatan kapasitas hasil melalui pengelolaan intensif menggunakan teknologi baru (varietas dan teknik budi daya). Model yang sesuai untuk pengembangan kacang hijau di Sumba Timur NTT adalah model pengembangan kawasan usahatani kacang hijau berbasis korporasi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Rantai Pasok Benih Sumber Varietas Unggul Baru Kedelai
    (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2017-12) Bambang S. Koentjoro; Fachrur Rozi
    Rantai pasok benih sumber varietas unggul kedelai yang kurang optimal merupakan salah satu kendala dalam mencapai swasembada kedelai nasional. Tujuan penelitian adalah mengkaji rantai pasok Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), ditinjau dari aspek produksi dan distribusinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis diskriptif kualitatif, menggunakan data sekunder Balitkabi, Direktorat Tanaman Pangan, Badan Pusat Statistik, dan penjaringan informasi melalui kegiatan FGD perbenihan bertempat di Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek produksi, benih sumber UPBS Balitkabi sebesar 6,05 ton sudah mencukupi untuk program PAT (perluasan areal tanam) 1,7 juta ha. Dari aspek distribusi, sampai saat ini rantai pasok varietas unggul kedelai yang dilakukan pengelola benih sumber masih sebatas pada rantai ke-1 dan ke- 2, yaitu suplier (UPBS Balitkabi dan BPSB) dan distributor (Direktorat Perbenihan), sementara untuk rantai retail (produsen benih) dan customer (petani), UPBS Balitkabi tidak dapat memantau sebab peran tersebut lebih tepat dilakukan oleh BPTP, dan BBI. Perbaikan rantai pasok benih sumber untuk menjadi benih sebar perlu adanya pengawalan sampai rantai paling bawah (petani), sehingga tidak digunakan di luar sasaran, seperti untuk konsumsi.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback