Browsing by Author "E. Wina"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengaruh Berbagai Pengolahan terhadap Nilai Nutrisi Tongkol Jagung: Komposisi Kimia dan Kecernaan In Vitro(Balai Penelitian Ternak, 2012) Dwi Yulistiani; W. Puastuti; E. Wina; SupriatiTidak tersedianya pakan berkualitas secara berkelanjutan merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas ternak ruminansia di Indonesia. Tongkol jagung merupakan produk samping pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif yang dapat tersedia sepanjang tahun. Nilai nutrisinya masih rendah, dan oleh karena itu perlu diupayakan pengolahan yang dapat meningkatkan nilai nutrisinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknologi yang dapat meningkatkan nilai nutrisi tongkol jagung. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium. Tongkol jagung utuh digiling untuk mendapat ukuran sebesar biji jagung, kemudian diberi perlakuan: (1) urea 3%; (2) difermentasi dengan menggunakan kapang Trichoderma viridae; (3) Perlakuan 2 ditambah dengan urea 0,5%; (4) difermentasi dengan menggunakan kapang Aspergilus niger; (5) perlakuan 4 ditambah dengan urea 0,5%, (6) tongkol jagung disilase. Semua contoh tongkol jagung yang telah diolah dikeringkan dalam oven untuk kemudian digiling dan dianalisa komposisi kimianya dan diuji kecernaannya secara in vitro. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dan data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan program SAS v6.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tongkol jagung mempunyai kualitas rendah dengan kandungan protein 2,9% dan kecernaan in vitro 42,5%. Pengolahan tongkol jagung dapat meningkatkan kandungan protein. Peningkatan kandungan protein tertinggi pada perlakuan urea 3% dan fermentasi menggunakan A. niger yang disuplementasi urea 0,5% (masing-masing secara berurutan adalah 210 dan 172%). Peningkatan kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik secara nyata hanya terjadi pada pengolahan menggunakan perlakuan urea dimana terjadi peningkatan kecernaan sebesar 43%, sedangkan pengolahan dengan fermentasi menggunakan kapang A. niger baik dengan disuplementasi atau tanpa suplementasi meningkatkan kecernaan serat deterjen netral. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengolahan dengan urea 3% atau fermentasi dengan A. Niger nilai nutrisi tongkol jagung dapat ditingkatkan.
- ItemPerformans Ayam yang Diberi Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha curcas) Hasil Olahan Secara Fisik dan Kimiawi(Balai Penelitian Ternak, 2009) Tiurma Pasaribu; E. Wina; B. Tangendjaja; S. IskandarBungkil biji jarak yang merupakan limbah biofuel mempunyai kandungan proteinnya tinggi. Pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan dibatasi adanya kandungan senyawa antinutrisi dan racun. Penelitian telah dilakukan di Balitnak, Ciawi-Bogor untuk mengetahui efek bungkil biji jarak terhadap performans ayam broiler. Bungkil biji jarak diberi perlakuan secara fisik dan kimiawi maupun gabungannya untuk mengurangi kandungan senyawa anti nutrisi dan toksin. Kemudian, pemberian bungkil biji jarak (BBJ) tersebut sebanyak 4% di dalam campuran pakan dievaluasi terhadap performans ayam. Penelitian dibuat dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan pakan yaitu: 1) Kontrol (pakan tanpa BBJ), 2) pakan yang mengandung BBJ tanpa perlakuan (OO), 3) pakan yang mengandung BBJ dengan perlakuan fisik (OTO), 4) pakan yang mengandung BBJ dengan perlakuan kimiawi (EHM), dan 5) pakan yang mengandung BBJ dengan perlakuan gabungan kimiawi-fisik (EHMO). Setiap perlakuan terdiri dari 7 ulangan, masing-masing 5 ekor ayam untuk tiap ulangan. Ransum diberikan pada ayam umur 7 hari selama 14 hari. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot hidup, nilai konversi ransum dan mortalitas. Hasil menunjukkan bahwa bungkil biji jarak pagar tanpa perlakuan (OO) mengakibatkan pertumbuhan yang terhambat, konsumsi pakan terendah dan kematian. Performans ayam broiler yang mengkonsumsi pakan EHMO lebih baik dari perlakuan fisik (OTO) atau kimia (EHM) (751,1; 731,2; 498,8 g untuk bobot hidup dari masing-masing perlakuan EHMO, EHM, OTO tetapi masih dibawah kontrol 856,3 g (kontrol/tanpa BBJ). Rasio konversi pakan dari perlakuan EHM dan EHMO tidak berbeda nyata dengan kontrol (1,868, 1, 813 vs 1,707) tetapi nyata lebih rendah dari perlakuan OO (2,532) dan OTO (2,249). Mortalitas ayam menjadi 0 pada perlakuan EHMO dibanding dengan perlakuan OO yang mencapai 34,29%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa teknologi pengolahan secara fisik-kimiawi (EHMO) pada bungkil biji jarak merupakan perlakuan yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lain terhadap performans dan tidak menyebabkan kematian ayam.