Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Djiwanti, Setyowati Retno"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    INFESTASI NEMATODA PARASIT PADA BENIH JAHE DAN CARA PENGENDALIANNYA : Warta balittro Vol. 33 No. 65 tahun 2016
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-06-01) Djiwanti, Setyowati Retno; Kurniati
    Infestasi nematoda parasit pada Lrimpang merupakan salah satu kendala dalam penyediaan benih jahe sehat bermutu. Tingkat infestasi nematoda parasit Meloidogyne spp. pada benih jahe di beberapa lokasi di Jawa Barat cukup tinggi, yaitu sekitar 60-75 %. Penyebaran nematoda terjadi melalui rimpang yang terinfeksi, yang kemudian dijadikan benih. Penekanan infestasi nematoda parasit pada benih jahe, dapat dilakukan melalui penggunaan benih rimpang sehat, solarisasi tanah, perlakuan benih sebelum tanam, dan aplikasi nematisida pada tanaman di lapang.
  • No Thumbnail Available
    Item
    KENDALA PENYAKIT DALAM BUDIDAYA NILAM DI INDONESIА
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Djiwanti, Setyowati Retno
    Sebagai sumber devisa negara maupun sumber pendapatan petani, tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) cukup penting peranannya diberbagai daerah produksi, seh'ngga animo masyarakat untuk berusahatani nilam tetap tinggi. Akhir-akhir ini terjadi outbreak penyakit budok di daerah sentra produksi di Jawa. Sebelumnya penyakit budok hanya terjadi di sentrasentra produksi di Sumatra, sehingga perhatian dan kekhawatiran terhadap penyakit-penyakit yang kerap menjadi kendala dalam produksi nilam tercurah kembali terutama pada daerah-daerah pengembangan baru. Daerah sentra produksi nilam maupun daerah pengembangan baru di Indonesia mencakup Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Tiga jenis penyakit yang dapat menyebabkan kerugian secara ekonomis, yaitu: 1) penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum, 2) penyakit budok/buduk yang dahulu diduga disebabkan oleh virus atau MLO (Mycoplasm Like Organism); sekarang telah diidentifikasi disebabkan oleh jamur Synchytrium sp., dan 3) penyakit daun kuning atau daun merah yang disebabkan oleh nen atoda parasit Pratylench is spp., Meloidogyne spp. dan Radopholus similis. Akhir-akhir ini sering ditemukan gejala penyakit virus pada pertanaman maupun bibit nilam. Sifat virus yang sulit dikendalikan dan penyebarannya dapat melalui penggunaan bibit terinfeksi, serangga aphids dan kontak; menyebabkan penyakit ini berpotensi pula sebagai kendala dalam produksi nilam dimasa yang akan datang. Penyakit-penyakit tersebut selain sangat merugikan juga sulit dikendalikan. Penyakit layu bakteri dan penyakit budok bersifat endemik dan di Sumatra dapat menurunkan produksi 60 - 95%. Serangan nematoda parasit dapat menghambat pertumbuhan tanaman 26 49%. Penyebaran penyakit mengikuti penyebaran budidaya nilam. Faktor utama penyebaran penyakit layu dan budok untuk antar kebun atau antar pulau/propinsi adalah melalui penggunaan bahan tanaman yang terinfeksi. Sampai tahun 2007 ini, penyebaran penyakit layu bakteri dan daun merah/daun kuning terjadi di daerah Sumatra, Jawa dan Kalimantan, sedangkan penyakit budok baru terjadi di Sumatra dan Jawa. Saran-saran untuk penelitian lebih lanjut di masa datang adalah ekobiologi penyakit budok, ekobiologi penyakit virus, evaluasi varietas-varietas/klon-klon nilam tahan bakteri layu dan nematoda di lahan-lahan endemik, evaluasi lebih lanjut penggunaan lahan sawah dan lahan gambut seperti di Kaltim sebagai alternatif, pengendalian penyakit yang ramah lingkungan untuk mengantisipasi permintaan pasar dunia terhadap produk nilam organik (organic patchouli), survey terhadap daerah-daerah pengembangan baru di Jawa, Kalimantan dan Sulawesi sehingga dapat dilakukan suatu kebijakan untuk pengembangan nilam selanjutnya terutama untuk daerah-daerah yang masih bebas penyakit agar menggunakan bahan tanaman dari daerah-daerah yang masih bebas penyakit, serta mengefektifkan peran Karantina Pertanian dalam pembatasan lalu lintas bahan tanaman yang masuk ke propinsi serta daerah-daerah lain yang masih bebas budok.
  • No Thumbnail Available
    Item
    MEKANISME VERIFIKASI PENETAPAN AREA PRODUKSI BEBAS ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN DI BELANDA : Warta balittro Vol. 31 No. 61 Juni 2014
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2014-06-01) Djiwanti, Setyowati Retno
    Verifikasi penetapan area produksi bebas organisme pengganggu tumbuhan telah dilakukan oleh Tim Teknis Badan Karantina Pertanian (salah satunya peneliti dari Balittro) di Belanda dengan tujuan untuk melaksanakan kajian teknis dan verifikasi lapang penetapan area produksi bebas organisme pengganggu tumbuhan. Sebagai tempat kajian terdapat 3 (tiga) lokasi budi daya dan sistem pengepakan yang dikunjungi yaitu perusahaan Jonika B.V. dan Wiskerke Bawang Bombays B.V. yang berada di Provinsi Zeeland dan Waterman Bawang bombays B.V. di Provinsi Flevopolder. Sistem kesehatan tanaman (phytosanitary) diterapkan dalam sistem budi daya dan proses produksi di setiap area produksi untuk menghasilkan umbi bawang bombay bermutu bebas infestasi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OРТK).

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback