Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Didik Sucahyono"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Teknik Matriconditioning dan Aplikasi Pupuk Hayati Untuk Peningkatan Mutu Benih dan Hasil Biji Kedelai
    (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2022-05) Didik Sucahyono; Didik Harnowo
    Menanam kedelai dengan benih bermutu rendah dapat menyebabkan populasi tanaman di lapangan tidak optimal dan hasilnya rendah. Mutu benih tersebut dapat diperbaiki dengan Matriconditioning, yaitu teknik invigorasi untuk meningkatkan mutu benih yang sudah rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh matriconditioning terhadap peningkatan daya tumbuh benih kedelai dan pengaruh perlakuan pupuk hayati yang diintegrasikan bersama matriconditionong terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil biji tiga varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balitkabi Malang dan di Ngawi Jawa Timur pada MK I tahun 2015 menggunakan rancangan petak terpisah tiga ulangan. Petak utama adalah varietas kedelai yang terdiri atas: 1) Grobogan, 2) Wilis, dan 3) Tanggamus. Anak petak adalah perlakuan matriconditioning benih, yang terdiri atas : 1) Tanpa matriconditioning dan tanpa pupuk hayati, 2) Matriconditioning, 3) Pupuk hayati Iletrisoy, 4) Pupuk hayati Iletrisoy + pelarut P, 5) Matriconditioning + Iletrisoy + pelarut P. Setiap perlakuan ditanam pada petak berukuran 4 m x 5 m, jarak tanam 40 x 15 cm, dua tanaman per lubang. Matrikondisioning benih menggunakan serbuk arang lembab dengan perbandingan 9 benih : 6 serbuk arang : 7 air, selama 12 jam, baik dilakukan sendiri maupun bersamaan dengan pupuk hayati (Iletrisoy). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara varietas dan teknik matriconditioning pada semua peubah yang diamati. Matriconditioning mampu meningkatkan daya tumbuh benih kedelai berukuran biji kecil, sedang, maupun besar dari 76% menjadi 84% bila disertai dengan penggunaan pupuk hayati Iletrisoy dan bakteri pelarut P. Pupuk hayati Iletrisoy yang dicampur dengan bakteri pelarut P dan diaplikasikan bersamaan dengan matriconditioning pada benih kedelai dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman di lapangan, tetapi belum mampu meningkatkan hasil kedelai dibanding tanpa matriconditioning. Pupuk hayati Iletrisoy dan bakteri pelarut P dapat diaplikasikan secara bersamaan dengan matriconditioning.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback