Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Dewi Indrasari, Siti"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Komponen Volatil Beras Mentikwangi dan Rojolele dan Karakteristik Mutunya
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Dewi Indrasari, Siti; S.D. Ardhiyanti; D. Handoko, Dody; Kusbiantoro, Bram
    Abstrak Tulisan ini mengulas komponen volatil beras aromatik Mentikwangi dan Rojolele, mutu fisik beras, mutu giling, dan sifat fisikokimianya yang berasal dari Jawa Tengah. Komponen volatil yang teridentifikasi pada Mentikwangi dan Rojolele diantaranya golongan ester, alkohol, aldehid, keton, aromatik heterosiklik, hidrokarbon, dan furan. Beras Rojolele mempunyai jumlah benzaldehida dan 2 pentil-furan berturut-turut (61,34 dan 81,18 ppb) lebih banyak dibanding Mentikwangi (44,75 dan 37,86 ppb). Secara fisik panjang beras Mentikwangi termasuk panjang dan Rojolele termasuk sangat panjang, namun kedua beras tersebut sama sama berbentuk sedang. Rendemen giling beras Mentikwangi dan Rojolele berturut-turut sebesar 69,3 % dan 68,6%. Persentase beras kepala Mentikwangi ( 90,7 %) memenuhi kelas mutu medium 1 (minimum 78%) dan Rojolele ( 66,7 %) hanya memenuhi mutu kelas medium 3 SNI beras (minimum 60%). Kadar amilosa Mentikwangi sebesar 19,15% termasuk amilosa rendah sehingga nasi yang dihasilkan sangat pulen rasanya, sedangkan Rojolele (21,11 %) termasuk amilosa sedang sehingga nasi yang dihasilkan pulen rasanya. Nilai viskositas balik beras Mentikwangi (2278,4 cp) dan Rojolele (2150,4 cp) menunjukkan nilai yang positif dan semakin tinggi nilai viskositas balik, maka tepung beras tersebut lebih sesuai untuk membuat produk olahan yang sifatnya mengeras/mengembang. Abstract This paper reviews volatile components of Mentikwangi and Rojolele aromatic rice, physical quality of rice, milled quality, and physical properties originating from Central Java. The volatile components identified in Mentikwangi and Rojolele include groups of esters, alcohols, aldehydes, ketones, heterocyclic aromatics, hydrocarbons, and furans. Rojolele rice has a number of benzaldehyde and 2 pentyl-furans successive (61.34 and 81.18 ppb) more than Mentikwangi (44.75 and 37.86 ppb). Physically, the length of Mentikwangi rice including long and Rojolele including very long, but both of them have a medium shape. The milling yield of Mentikwangi and Rojolele was 69.3% and 68.6%, respectively. The percentage of head rice of Mentikwangi rice (90.7%) meets quality of medium 1 class (minimum 78%) and Rojolele (66.7%) only meets the quality of medium 3 class 3 of SNI of rice (minimum 60%). The amylose content of Mentikwangi is 19.15 % includes low amylose so that resulting rice with very soft taste, while Rojolele (21.11 %) including medium amylose so that the rice produced is soft taste. The viscosity value of Mentikwangi rice (2278.4 cp) and Rojolele (2150,4 cp) shows positive value and the higher viscosity value, then the rice flour is more suitable to make processed products that are hardened or expanded.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Mutu Fisik, Mutu Giling Dan Karakter Fisikokimia Beberapa Galur Padi Genjah Dan Sangat Genjah
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Mardiah, Zahara; D. Ardhiyanti, Shinta; Nugraha, Yudhistira; Dewi Indrasari, Siti; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
    Ketersediaan beras menjadi isu yang paling penting dalam menjamin keamanan pangan, terutama di negara dengan beras sebagai makanan pokok seperti Indonesia. Pengembangan varietas padi genjah dan sangat genjah dengan produktivitas yang tinggi, tahan hama dan penyakit utama, dan kualitas gabah yang lebih baik menjadi salah satu solusi untuk masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik, mutu giling dan karakter fisikokimia 11 galur genjah dan 5 galur sangat genjah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia BB Padi pada tahun 2011. Menurut SNI mutu gabah No.0224-1987 / SPI-TAN / 01/01/1993, sebagian besar sampel tidak memenuhi persentase maksimum butir hampa dan benda asing yaitu minimum 3% dan 1% berturut-turut, memenuhi persentase maksimum beras rusak dan butir kuning dari mutu II (maks 5%); memenuhi persentase maksimum beras kapur dan gabah muda dari mutu I (maks 1%); memenuhi persentase maksimum butir merah dari mutu I (maksimum 1%). Menurut SNI mutu beras 6128: 2015, sebagian besar sampel memenuhi persentase minimal beras kepala dari mutu medium II (min 73%); memenuhi persentase maksimum beras patah dari mutu medium III (maks 35%); memenuhi persentase maksimum beras menir dari mutu medium II (maks 5%); memenuhi persentase maksimum beras kapur dari mutu medium II (3%); memenuhi persentase maksimum butir kuning/rusak dari mutu medium III (maks 5%). Terdapat 15 varietas yang mengandung kadar amilosa sedang (20-25%) dengan karakter sebagai berikut: 7 varietas dengan konsistensi gel lembut, 8 varietas dengan konsistensi gel menengah, 14 varietas dengan suhu gelatinisasi tinggi, 1 varietas dengan suhu gelatinisasi sedang, 1 varietas dengan suhu gelatinisasi rendah. Sedangkan 1 varietas dengan kandungan amilosa tinggi (>25%) memiliki konsistensi gel keras dan suhu gelatinisasi tinggi. Galur sangat genjah memiliki rendemen 60-70% sedangkan galur genjah memiliki persentase beras kepala 69-72%. Persentase beras kepala dari galur-galur sangat genjah menunjukkan lebih tinggi (rata-rata 92,5%) dibandingkan dengan galur-galur genjah (82,1%). Galur-galur tersebut memiliki potensi karakteristik yang baik untuk dilepas sebagai varietas baru.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback