Browsing by Author "Deciyanto Soetopo"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
- ItemFluktuasi Populasi Hama Bunga Lada (Diconoceris Hewetti Dist) Dan Hubungannya Dengan Kerusakan Bunga, Musim Pembungaan Serta Curah Hujan Di Bangka(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1988-07) Deciyanto SoetopoPenelitian fluktuasi populasi Diconoceris hewetti Dist. dan hubungannya dengan kerusakan bunga, ketersediaan makanan (musim pembungaan) serta iklim (curah hujan) dilakukan di Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka dari Oktober 1984 hingga Agustus 1987. Penelitian dilakukan dengan pengambilan contoh tanaman secara acak pada empat kebun petani rakyat yang menanam lada varietas Cunuk. Pengamatan populasi serangga, kerusakan bunga dan jumlah bunga dilakukan setiap bulan di areal penelitian, sedangkan curah hujan diambil dari data Kebun Percobaan Petaling, Balittro, Bangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi puncak D. hewetti umumnya terjadi antara bulan Oktober sampai Februari, dan populasi terendah dapat terjadi antara bulan Juli sampai September. Keadaan fluktuasi populasi hama tersebut sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan (bunga), dan tidak olch curah hujan. Tampak sangat nyata pengaruh fluktuasi populasi D. hewetti terhadap kerusakan bunga lada. Penggunaan varietas lada berbunga serempak sangat dianjurkan untuk menekan populasi hama bunga lada.
- ItemHAMA TANAMAN KENAF DAN PENGENDALIANNYA(Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, 2009) SUNARTO, Dwi Adi; Deciyanto Soetopo; Sujak; Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat
- ItemMonograf Jahe(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997) D. sitepu; Sudiarti; Nurliani Bermawie; Supriadi; Deciyanto SoetopoJahe (Zingiber Officinale Rosc.), satu dari sejumlah temu-temuan dari suku Zingiberaceae, menempati posisi yang sangat penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia, karena perannya dalam berbagai aspek: kegunaan, perdagangan, kehidupan, adat kebiasaan, kepercayaan dalam masyarakat bangsa Indonesia yang sifatnya majemuk dan terpencar-pencar diseluruh nusantara ini. jahe juga termasuk komoditas yang sudah sejak ribuan tahun digunakan sebagai bagian dari ramuan rempah-rempah yang diperdagangkan secara luas di Dunia ini. walaupun tidak terlalu menyolok, penggunaan komoditas jahe berkembang dari waktu ke waktu, baik itu mengenai jumlah, Variasi, kegunaan maupun mengenai nilai ekonominya.
- ItemPENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KEBERLANJUTAN ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA TEBU TERPADU(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2019) Deciyanto Soetopo; Elna Karmawati; Bambang PrastowoKebutuhan gula di Indonesia terus bertambah, baik untuk kebutuhan rumah tangga mauun untuk industry makanan dan minuman. Kebutuhan gula naik terus dari sekitar 5,7 juta ton pada tahun 2014 dan diprediksi menjadi sekitar 6,6 juta ton pada tahun 2019. Di lain pihak luas lahan pertanaman tebu pada tahun 2015 baru mencapai 460 ribu ha dan terus menurun menjadi sekitar 430 ribu ha pada tahun 2017 dengan produktivitas hablur yang masih rendah yaitu sekitar 1,57 ton/ha di bawah potensinya yang sekitar 2 ton/ha. Oleh sebab itu upaya pemenuhnan kebutuhan gula nasional tampaknya harus terus dilakukan, baik melalui pembangunan industry nasional, penambahan pabrik gula, peremajaan, perluasan areal termasuk melalui Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (P2T3). Upaya melalui P2T3 lebih diutamakan karena upaya progam ekstensifikasi menghadapi keterbatasan lahan termasuk karena adanya kompetisi peruntukan lahan dengan kepentingan lain.
- ItemPENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KEBERLANJUTAN ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA TEBU TERPADU(2019) Deciyanto Soetopo; Elna Karmawati; Bambang Prastowo BadanKebutuhan gula di Indonesia terus bertambah, baik untuk kebutuhan rumah tangga mauun untuk industry makanan dan minuman. Kebutuhan gula naik terus dari sekitar 5,7 juta ton pada tahun 2014 dan diprediksi menjadi sekitar 6,6 juta ton pada tahun 2019. Di lain pihak luas lahan pertanaman tebu pada tahun 2015 baru mencapai 460 ribu ha dan terus menurun menjadi sekitar 430 ribu ha pada tahun 2017 dengan produktivitas hablur yang masih rendah yaitu sekitar 1,57 ton/ha di bawah potensinya yang sekitar 2 ton/ha. Oleh sebab itu upaya pemenuhnan kebutuhan gula nasional tampaknya harus terus dilakukan, baik melalui pembangunan industry nasional, penambahan pabrik gula, peremajaan, perluasan areal termasuk melalui Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (P2T3). Upaya melalui P2T3 lebih diutamakan karena upaya progam ekstensifikasi menghadapi keterbatasan lahan termasuk karena adanya kompetisi peruntukan lahan dengan kepentingan lain.