Browsing by Author "Darmono"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemMenyiasati Peran Suplemen Logam dan Mineral Terhadap Kesehatan Ternak Menuju Swasembada Daging(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2009-06-04) DarmonoBadan Libang Pertanian telah menghasilkan berbagai teknologi penggunaan logam dan mineral serta pencegahan toksisitasnya terhadap ternak, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan produkstivitas. Teknologi blok mineral, misalnya, mampu meningkatkan bobot badan ternak dan pemberian logam esensial berperan penting untuk mencegah toksisitas logam toksik. Bila diaplikasikan secara meluas maka teknologi hasil penelitian tersebut dapat meningkatkan kesehatan dan produksi ternak berupa daging, susu, dan telur. Dalam kaitan inilah saya sebagai peneliti utama di bidang toksikologi ingin memberikan pandangan dan kontribusi dalam menyiasati peran suplemen logam dan mineral untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak di Indonesia. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong penyediaan pangan asal ternak berupa daging, susu, dan telur menuju swasembada pangan secara berkelanjutan.
- ItemSKRINING EKSTRAK TANAMAN SEBAGAI ANTI FUNGI PADA KAPANG DERMATOFIT Trichophytone mentagrophytes SECARA IN VITRO(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Gholib, Djaenudin; DarmonoEkstrak tanaman dengan pelarut etanol terdiri dari daun sambiloto (Andrographis paniculata), daun ketepeng (Cassia alata), daun sirih (Peper betle), rimpang lengkuas merah dan putih (Alpinia galanga) dan Jahe (Zingiber officinale) telah diuji efek daya hambatnya terhadap pertumbuhan kapang dermatofit, Trichophyton mentagrophytes. Uji ini dilakukan dengan me tode dilusi (pengenceran) dari ekstrak dengan konsentrasi pengeneeran berbeda yang dicampur dengan larutan spora kapang dengan perbandingan volume sama (1:1) di dalam cawan petri, lalu dituangkan media SDA ke dalam cawan petri tersebut. Kemudian semua media uji diinkubasi pada suhu 37° C selama 5 hari. Perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Efek daya hambat dapat dilihat dengan tumbuh, menghitung jumlah koloni kapang yang tumbuh, semakin sedikit populasi koloni yang berarti makin tinggi efek daya hambat ekstrak. Jika pada suatu pengenceran menunjukkan tidak ada pertumbuhan koloni, maka ini sebagai konsentrasi hambat minimal (KHM) dari suatu ekstrak tanaman. Hasil penelitian dianalisa dengan menentukan Indek KHM dari ekstrak herbal yang diuji. Semakin kecil nilai Indek tersebut, berarti semakin tinggi efek daya hambatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indek KHM dari ekstrak yang diuji berturut-turut, dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah 0,1056; 0,4267; 1,3333; 1,7647; 3,8095; 4,7619 masing- masing untuk ekstrak Jahe, Lengkuas merah, Daun sirih, Lengkuas putih, Daun ketepeng dan Daun sambiloto. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang jahe dan lengkuas merah mempunyai daya hambat paling tinggi, dan daun sambiloto efek daya hambatnya rendah.