Browsing by Author "Budi Kartiwa"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
- ItemMenata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan(IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Budi Indra Setiawan; Kasdi Subagyono; Popi Rejekiningrum; Budi Kartiwa; Foyya Yusufu Aquino; Yayan Apriyana; Hanhan Ahmad Sofiyuddin; Ani AndayaniSalah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan adalah peningkatan luas areal tanam atau luas panen yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi, terutama pada lahan sawah. Data menunjukkan, lahan sawah irigasi menyumbang sekitar 86% produksi beras nasional. Selain dari hujan, keteresediaan air bagi tanaman ditentukan oleh kinerja jaringan irigasi dan sumber daya air. Oleh sebab itu, sejak Indonesia merdeka pemerintah berupaya membangun jaringan irigasi. Kemudian, pengembangan jaringan irigasi semakin digalakkan sejak awal Program Bimas pada tahun 1970-an.
- ItemPengembangan Sistem Panen Hujan Dan Aliran Permukaan Sebagai Sumber Irigasi Alternatif Kebun Kelapa Sawit(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2009-10-01) Budi KartiwaSalah satu faktor yang menjadi pembatas dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit adalah faktor keterbatasan air yang erat kaitannya dengan jumlah dan distribusi curah hujan pada suatu wilayah. Curah hujan yang rendah atau distribusi curah hujan yang tidak merata menyebabkan terjadinya defisit air atau kekeringan fisiologis yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman. Untuk menjaga kesinambungan produksi dan produktivitas diperlukan upaya penyediaan air irigasi untuk menjamin kebutuhan air kelapa sawit pada periode cekaman air yang umumnya terjadi pada musim kemarau. Salah satu upaya penyediaan air irigasi untuk kebun kelapa sawit adalah dengan pemanenan air hujan dan aliran permukaan. Prinsip dasar sistem panen hujan adalah upaya untuk mengumpulkan dan menampung air yang berasal dari curah hujan dan aliran permukaan untuk dimanfaatkan sebagai sumber irigasi. Berdasarkan survei identifikasi potensi sumberdaya air di Kebun Sawit PT Astra Agro Lestari di Kec. Pangkalan Banteng, Kab. Kotawaringin Barat pada bulan Februari 2009, jenis bangunan panen hujan yang dapat dikembangkan di wilayah yang disebut Bukit Tengkorak adalah “embung” yang memanfaatkan cekungan alami diantara lahan pengembangan kebun kelapa sawit dengan bentuk wilayah bergelombang.
- ItemPompanisasi Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan(Pertanian Press, ) Andi Amran Sulaiman; Rizky Purwantoro Sukiatno; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Syahyuti; Rima Purnamayani; Rahmanto; Hendri Sosiawan; Setyono Hari Adi; Trip Alihamsyah; Budi Kartiwa; Asmarhansyah; Dani Gartina; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny Nucahya
- ItemPompanisasi Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan(Pertanian Press, 2025) Rizky Purwantoro Sukiatno; Andi Amran Sulaiman; Muhammad Fauzan Ridha; Reynold Pandapotan; Syahyuti; Rima Purnamayani; Rahmanto; Hendri Sosiawan; Setyono Hari Adi; Trip Alihamsyah; Budi Kartiwa; Asmarhansyah; Dani Gartina; Seta Rukmalasari; Husnain; Yenny NucahyaBeberapa tahun belakangan, dunia sedang menghadapi krisis pangan global yang dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu perubahan iklim ekstrem, pandemi COVID-19, dan konflik antarnegara. Ketiga fenomena ini sangat memengaruhi stabilitas pangan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Menanggapi tantangan ini, Kementerian Pertanian melalui kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan program pompanisasi. Program ini muncul sebagai solusi krusial untuk membantu petani mengatasi kesulitan air akibat perubahan iklim ekstrem, memastikan pasokan air yang cukup untuk budidaya pertanian, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Penanaman (IP) dan produktivitas pertanian. Pompanisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga mengurangi tekanan gulma dan penyakit, meminimalkan kehilangan pupuk, dan menghemat tenaga kerja melalui sistem yang dapat diotomatisasi. Buku “Pompanisasi, Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan” ini akan memberikan pemahaman mengenai urgensi program pompanisasi, tantangan ketersediaan air, implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan produksi, hingga inovasi masa depan dan upaya keberlanjutan program ini.
- ItemTirta Mini(BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2020-11-26) Budi KartiwaImplementasi sistem irigasi hemat air memiliki kemampuan memberikan kemampuan volume air yang terukur sesuai kebutuhan air tanaman fase kebutuhan tertentu.