Browsing by Author "Bambang S. Koentjoro"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemRantai Pasok Benih Sumber Varietas Unggul Baru Kedelai(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2017-12) Bambang S. Koentjoro; Fachrur RoziRantai pasok benih sumber varietas unggul kedelai yang kurang optimal merupakan salah satu kendala dalam mencapai swasembada kedelai nasional. Tujuan penelitian adalah mengkaji rantai pasok Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), ditinjau dari aspek produksi dan distribusinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis diskriptif kualitatif, menggunakan data sekunder Balitkabi, Direktorat Tanaman Pangan, Badan Pusat Statistik, dan penjaringan informasi melalui kegiatan FGD perbenihan bertempat di Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek produksi, benih sumber UPBS Balitkabi sebesar 6,05 ton sudah mencukupi untuk program PAT (perluasan areal tanam) 1,7 juta ha. Dari aspek distribusi, sampai saat ini rantai pasok varietas unggul kedelai yang dilakukan pengelola benih sumber masih sebatas pada rantai ke-1 dan ke- 2, yaitu suplier (UPBS Balitkabi dan BPSB) dan distributor (Direktorat Perbenihan), sementara untuk rantai retail (produsen benih) dan customer (petani), UPBS Balitkabi tidak dapat memantau sebab peran tersebut lebih tepat dilakukan oleh BPTP, dan BBI. Perbaikan rantai pasok benih sumber untuk menjadi benih sebar perlu adanya pengawalan sampai rantai paling bawah (petani), sehingga tidak digunakan di luar sasaran, seperti untuk konsumsi.
- ItemTanaman Pangan Fungsional Kaya Antioksidan(IAARD Press, 2020-10-15) Made J. Mejaya; Haris Syahbuddin; Yuliantoro Baliadi; Agus W. Anggara; Ronald Hutapea; Erliana Ginting; Febria C. Indriani; M. Muclish Adie; Muchdar Soedarjo; Yudi Widodo; Joko S. Utomo; Bambang S. Koentjoro; M. Yasin H.G.; Nur Richana; S Joni MunarsoKita tentu pernah mendengar sebuah frasa “You are what you eat”. Ini bukan sebuah peribahasa, tetapi fakta bahwa apa yang kita makan akan merepresentasikan diri kita. Sejak digaungkan melalui sebuah buku (victor Lindlahr, 1940), frasa ini seolah menjadi sebuah gaya hidup baru, yaitu gaya hidup sehat. Masyarakat konsumen tidak cukup dengan ketersediaan pangan, tetapi pangan harus berkualitas, aman dan berkontribusi dalam menjaga kesehatan tubuh. Sejak itu pula muncul istilah pangan fungsional, yaitu pangan yang mempunyai kandungan komponen aktif yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Merespon tren permintaan masyarakat sebagai konsumen pangan, sejumlah riset untuk menyediakan bahan pangan yang bersifat fungsional banyak dilakukan, salah satunya oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Cakupan riset pangan fungsional tersebut meliputi tuntutan kandungan gizi yang lebih baik, kadar antioksidan tinggi, kadar zat besi, zinc maupun iodium tinggi, rendah indeks glikemik, dan sebagainya. Pangan fungsional beberapa tahun terakhir banyak dibahas, dikaji dan dibukukan oleh peneliti maupun peminat. Pangan fungsional yang terkandung di tanaman pangan, yang hari-hari di konsumsi, belum banyak di bahas. Pangan fungsional pada beras, jagung, kedelai dan ubi jalar terutama sifat antioksidannya belum banyak dibukukan. Kemajuan teknologi pangan, meliputi pemuliaan, budidaya tanaman, dan pengolahan hasil, membuat tanaman pangan khususnya padi, jagung, kedelai dan ubi jalar dapat menghasilkan tanaman yang tangguh, produktif dan mempunyai pangan fungsional tinggi, Buku ini yang membahas tentang tanaman pangan fungsional kaya antioksidan, akan membuka pandangan yang mengantar kita lebih mudah memahami perkembangan teknologi maju. Buku ini menyajikan perkembangan terkini hasil riset pangan fungsional, khususnya dari kelompok tanaman pangan (padi, jagung, kedelai, dan aneka umbi), yang dapat berperan sebagai sumber antioksidan yang tinggi. Berbagai isu terkait disampaikan mengalir dalam buku ini, mulai dari situasi umum produksi pangan, cakupan pangan fungsional, perolehan varietas tanaman pangan yang kaya antioksidan, hingga kemajuan teknik pemuliaan, budidaya dan pengolahan untuk tanaman pangan spesifik ini. Buku ini sangat bermanfaat bagi peneliti, penyuluh, mahasiswa, petani atau mereka yang menaruh perhatian dan ingin memperluas wawasannya tentang pangan fungsional.