Browsing by Author "B. Suprihatno"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengembangan Padi Hibrida di Indonesia(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2008-09-09) Satoto; B. SuprihatnoPengembangan varietas padi hibrida secara komersial setidaknya didasarkan atas dua hal, yaitu keunggulan varietas hibrida tersebut dan kemudahan produksi benihnya. Keunggulan varietas padi hibrida didasarkan atas fenomena heterosis yang diharapkan muncul, terutama potensi hasil, sedangkan kemudahan produksi benih dapat dilakukan dengan penggunaan galur mandul jantan dengan karakter pembungaan yang mendukung persilangan alami. Penelitian padi hibrida di Indonesia dimulai pada tahun 1983 dengan tujuan menjajaki prospek dan kendala penggunaan padi hibrida. Sejak 1998 penelitian lebih diintensifkan dengan melakukan pembentukan tetua padi hibrida yang berasal dari plasma nutfah sendiri dengan target mendapatkan padi hibrida yang adaptif di lingkungan Indonesia dan berpotensi hasil 15-20% lebih tinggi dibanding varietas inbrida terbaik. Sejak 2001 penelitian padi hibrida melibatkan lebih banyak peneliti dari berbagai disiplin ilmu dengan tujuan meningkatkan stabilitas heterosis dan mendapatkan teknik budi daya yang sesuai untuk padi hibrida. Dari program pembentukan tetua dan hibrida telah diperoleh sejumlah padi hibrida harapan, kandidat galur mandul jantan (GMJ) baru beserta pasangannya, dan galur-galur restorer. Pada tahun 2002 telah dilepas varietas Maro dan Rokan, disusul Hipa3 dan Hipa4 pada tahun 2004, Hipa5 Ceva dan Hipa6 Jete pada tahun 2007. Di lingkungan yang sesuai, varietas-varietas tersebut mampu menghasilkan gabah 1,0-1,5 t/ha lebih tinggi dibanding varietas inbrida terbaik di daerah yang bersangkutan. Pada umumnya varietas padi hibrida yang sudah dilepas termasuk 25 varietas padi hibrida swasta masih mempunyai kelemahan, antara lain rentan terhadap wereng coklat, hawar daun bakteri, dan atau tungro. Tingkat heterosis dari varietas padi hibrida yang dilepas oleh BB Padi bervariasi antarlokasi. Dengan kata lain, hibrida tersebut bersifat spesifik lokasi. Pengujian selanjutnya menunjukkan sejumlah hibrida yang unggul merupakan turunan dari GMJ IR58025A, IR62829A, dan IR68897A. Pemuliaan untuk membentuk galur-galur tetua dan hibrida yang lebih baik dilakukan secara terus-menerus. Pembentukan dan perbaikan GMJ dan restorer yang tahan wereng coklat, hawar daun bakteri atau tungro sedang dalam proses dan saat ini sudah diperoleh sejumlah galur mandul jantan dan restorer yang tahan wereng coklat dan hawar daun bakteri
- ItemProspek Pengembangan Varietas Padi Hibrida(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Satato; B. Sutaryo; B. SuprihatnoAbstrak Kebutuhan beras nasional terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, sementara perluasan lahan pertanian semakin terbatas. Pengembangan varietas padi hibrida menjadi salah satu strategi krusial untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan nasional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prospek, potensi keberhasilan, tantangan utama, serta strategi pengembangan padi hibrida di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai data produktivitas, keunggulan heterosis, serta adopsi teknologi oleh petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas padi hibrida memiliki potensi peningkatan hasil sebesar 15–20% dibandingkan varietas inbrida unggul. Namun, pemanfaatannya masih dihadapkan pada kendala tinggi harga benih, keterbatasan ketersediaan benih berkualitas secara berkelanjutan, dan adaptabilitas terhadap stres biotik maupun abiotik. Dengan pemuliaan tanaman yang terfokus pada ketahanan hama serta efisiensi produksi benih lokal, padi hibrida memiliki prospek cerah untuk mengakselerasi produksi beras nasional secara berkelanjutan. Abstract National rice demand continues to rise in line with population growth, while agricultural land expansion remains limited. The development of hybrid rice varieties represents a crucial strategy to enhance productivity and support national food security. This article aims to examine the prospects, potential success, key challenges, and development strategies of hybrid rice in Indonesia. The method employed is a literature review analyzing productivity data, heterosis advantages, and technology adoption by farmers. The results indicate that hybrid rice varieties have the potential to yield 15–20% higher than inbred high-yielding varieties. However, their utilization is still constrained by high seed costs, limited sustainable supply of quality seeds, and adaptability to biotic and abiotic stresses. Through targeted plant breeding focusing on pest resistance and efficient local seed production, hybrid rice holds promising prospects for sustainably accelerating national rice production.
- ItemSeleksi Ketahanan Galur-galur Padi Sawah Irigasi Type Indica Terhadap Penyakit Tungro(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2009-07-24) Bastiani, Adolf; Pakki, Syahrir; B. SuprihatnoAbstrak Penyakit tungro pada tanaman padi merupakan salah satu penyakit padi yang menyebabkan tidak stabilnya produksi padi di Indonesia. Penyakit ini dikendalikan dengan menggunakan varietas tahan. Penelitian seleksi ketahanan galur-galur padi sawah irigasi terhadap penyakit tungro adalah tahapan dari komponen teknologi untuk menghasilkan varietas tahan penyakit tungro dilaksanakan di Loka Tungro pada MK 2007 _ Jumlah keseluruhan galur•galur yang di uji adalah 387 nomor_ Penelitian mengikuti metode skrining IRTN IRRI, Tiap nomor galur ditanam dua baris dengan jarak tanam 20 cm. Varietas peka (TN l) dengan jarak tanam 20 cm ditanam pada tiap 2 baris galur uji. Selanjutnya, pada tiap 10 nomor galur disisipi pembanding tahan diantara varietas rentan, begitu selanjutnya sampai nomor galur terakhir. Pengamatan tanaman sakit tungro dilakukan pada 2,4,6, dan 8 minggu setelah tanam (MST) berdasar pada nilai skor sesuai dengan standar baku IRRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 259 galur hasil seleksi MH 2007 sebanyak 93 galur tahan, agak tahan sebanyak 92 galur, dan 70 galur peka. Galur dari F-78 di peroleh sebanyak 38 galur tahan 30 galur agak tahan, dan 60 galur peka Abstract Selection for Tungro Disease Resistance of Indica Type of Irrigated Lowland Rice Lines. Rice Tungro is one of the rice diseases that play an important role in the Indonesian unstable rice production. The disease was effectively managed with the resistant varieties. An experiment for selecting resistant varieties to tungro rice disease was carried out in the Tungro experimental Station, during the dry season of 2007/2008. The tested genotypes were from the Indonesian Center for Rice Research. The total of the selected genotypes included in the screening were 387 The research was carried out based on the IRTN methods. Each tested variety planted in two rows in 20 cm planting space, with susceptible varieties (TN l) planted in every 2 tested genotypes. Observation on the diseased plants was done at 2, 4, 6, 8 weeks after planting, expressed in percentage. Result showed that from the 259 lines, 93 were resistant l, 92 were moderately resistant, and 70 were susceptible. Those selected line from the F7-8,38 were resistant I,30 were moderately resistant, and 60 were susceptible.