Seleksi Ketahanan Galur-galur Padi Sawah Irigasi Type Indica Terhadap Penyakit Tungro
No Thumbnail Available
Date
2009-07-24
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak
Penyakit tungro pada tanaman padi merupakan salah satu penyakit padi yang menyebabkan tidak stabilnya produksi padi di Indonesia. Penyakit ini dikendalikan dengan menggunakan varietas tahan. Penelitian seleksi ketahanan galur-galur padi sawah irigasi terhadap penyakit tungro adalah tahapan dari komponen teknologi untuk menghasilkan varietas tahan penyakit tungro dilaksanakan di Loka Tungro pada MK 2007 _ Jumlah keseluruhan galur•galur yang di uji adalah 387 nomor_ Penelitian mengikuti metode skrining IRTN IRRI, Tiap nomor galur ditanam dua baris dengan jarak tanam 20 cm. Varietas peka (TN l) dengan jarak tanam 20 cm ditanam pada tiap 2 baris galur uji. Selanjutnya, pada tiap 10 nomor galur disisipi pembanding tahan diantara varietas rentan, begitu selanjutnya sampai nomor galur terakhir. Pengamatan tanaman sakit tungro dilakukan pada 2,4,6, dan 8 minggu setelah tanam (MST) berdasar pada nilai skor sesuai dengan standar baku IRRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 259 galur hasil seleksi MH 2007 sebanyak 93 galur tahan, agak tahan sebanyak 92 galur, dan 70 galur peka. Galur dari F-78 di peroleh sebanyak 38 galur tahan 30 galur agak tahan, dan 60 galur peka
Abstract
Selection for Tungro Disease Resistance of Indica Type of Irrigated Lowland Rice Lines. Rice Tungro is one of the rice diseases that play an important role in the Indonesian unstable rice production. The disease was effectively managed with the resistant varieties. An experiment for selecting resistant varieties to tungro rice disease was carried out in the Tungro experimental Station, during the dry season of 2007/2008. The tested genotypes were from the Indonesian Center for Rice Research. The total of the selected genotypes included in the screening were 387 The research was carried out based on the IRTN methods. Each tested variety planted in two rows in 20 cm planting space, with susceptible varieties (TN l) planted in every 2 tested genotypes. Observation on the diseased plants was done at 2, 4, 6, 8 weeks after planting, expressed in percentage. Result showed that from the 259 lines, 93 were resistant l, 92 were moderately resistant, and 70 were susceptible. Those selected line from the F7-8,38 were resistant I,30 were moderately resistant, and 60 were susceptible.
Description
8 p.; ills.; tab.