Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Apriyana, Yayan"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Handbook Iklim Pertanian Indonesia
    (IAARD Press, 2018) Las, Irsal; Amin, Istiqlal; Hermanto; Syahbuddin, Harris; Apriyana, Yayan
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Optimasi Irigasi Untuk Menekan Kehilangan Hasil Tanaman Tebu
    (Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Jayanto, Ganjar; Irianto, Gatot
    Penanaman yang dilakukan pada periode April sampai September di sub DAS Way Pengubuan PT Gunung Madu Plantations menyebabkan defisit air pada fase kritis tanaman tebu tidak dapat dihindari. Defisit air tersebut menyebabkan kehilangan hasil lebih dari 50% yang dicirikan oleh nisbah Evapotranspirasi Real/Evapotranspirasi Maksimum (ETR/ETM) yang merosot tajam pada periode tertentu. Untuk melakukan evaluasi indeks kecukupan air dan untuk menghitung potensi kehilangan hasil tanaman, maka terlebih dahulu dihitung neraca air di zona perakaran berdasarkan nisbah ETR/ETM menurut FAO. Sedangkan untuk menyusun rekomendasi volume dan interval pemberian irigasi suplementer digunakan perangkat lunak program Crop Water Balance (CWB). Berdasarkan data volume dan interval pemberiaan air irigasi tersebut, maka kebutuhan air irigasi suplementer tiap-tiap lebung bisa dihitung. Untuk optimasi kebutuhan air irigasi suplementer dalam kondisi air terbatas dilakukan berdasarkan kehilangan hasil terendah. Hasil optimasi pemberian air irigasi suplementer untuk berbagai masa tanam pada kondisi ketersediaan air yang terbatas menunjukkan bahwa persentase air irigasi suplementer yang dapat diberikan dibandingkan dengan kebutuhannya (rekomendasi) bervariasi dari 26-47% (terendah terjadi di lebung IX) sampai 90-100% (tertinggi terjadi di lebung II). Dengan jumlah irigasi yang diberikan tersebut kehilangan hasil minimum yang dapat dicapai sekitar 11-25%. Jumlah irigasi yang optimal berkisar 10-25 mm dengan interval 10 hari. Kata Kunci : tebu, kehilangan hasil, optimasi irigasi
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Peta Prediksi Tanam dan Kebutuhan Air Komoditas Strategis Perkebunan
    (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2019) Subagyono, Kasdi; Dikin, Antarjo; Gunadi, Dudi; Harmanto; Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Pramudia, Aris; Syahbuddin, Haris; Ripaldi, Adi; Nugroho, Anindito Adi; Misnawati; Firda, Dariin; Ronal, Muhamad; Agustian, Moh; Las, Irsal; Maya, Deden Indra Teja; Widarto, Heru Tri; Arsiah; Sukanadi, Ketut Ayu; Rulianti, Ebi; Direktorat Jenderal Perkebunan
    Air merupakan salah satu faktor penting dalam usaha meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan. Salah satu kendala dalam usaha peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan yaitu kekurangan air terutama pada saat musim kemarau. Untuk mengurangi risiko kegagalan panen akibat kondisi tersebut, perlu disusun informasi mengenai prediksi tanam dan kebutuhan air terutama pada wilayah-wilayah pengembangan komoditas strategis perkebunan. Informasi tersebut selanjutnya akan menjadi pedoman dalam menentukan jadwal tanam yang tepat, melakukan antisipasi kekurangan air terutama apabila penanaman dilakukan di luar musim (off season). Sehubungan dengan kebutuhan akan informasi-informasi tersebut, maka disusunlah Buku Peta Prediksi Tanam dan Kebutuhan Air Komoditas Strategis Perkebunan yang merupakan kerjasama antara Direktorat Jenderal Perkebunan dengan Balai Agro Klimat dan Hidrologi ± Badan Litbang Pertanian, mencakup informasi mengenai tentang prediksi tanam dan kebutuhan air untuk 10 komoditas strategis perkebunan (Lada, Pala, Cengkeh, Tebu, Kelapa Dalam, Kelapa Sawit, Karet, Kakao, Kopi dan Teh) pada provinsi pelaksana kegiatan pengembangan komoditas perkebunan tahun anggaran 2019
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Kartiwa, Budi; Heryani, Nani; Rejekiningrum, Popi; Susanti, Erni; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Haryono; Sosiawan, Hendri; Sutrisno, Nono; Hamdani, Adang; Talaohu, Sidik Hadi; Sudarman, Kurmen; Pramudia, Aris; Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Husen, Edi; Syahbuddin, Haris; Nursyamsi, Dedi
    Petunjuk teknis (Juknis) Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer merupakan pedoman bagi: (1) koordinator POPT Kabupaten (Dinas Pertanian), (2) Danramil wilayah kekeringan (KODIM), (3) koordinator Liaison Officer (LO) Upaya Khusus (UPSUS) BPTP, di 14 provinsi yang terkena kekeringan, serta (4) beberapa eselon 2 dan 3 Balitbangtan, (5) Eselon 2 dan 3 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, (6) eselon 2 dan 3 Ditjen Tanaman Pangan, dan (7) Tim kekeringan Kementerian Pertanian. Juknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer terdiri atas: (1) pendahuluan, (2) jenis-jenis sumber dan bangunan air, (3) identifikasi sumber dan bangunan air eksisting, (4) identifikasi dan pengembangan sumber dan bangunan air baru, (5) perawatan sumber dan bangunan air, dan (6) pelaporan hasil

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback