Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Agustini, Kurnia"

Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH PЕМАКAIAN JANGKA PANJANG FORMULА ANTIKOLESTEROL YANG MENGANDUNG EKSTRAK BUAH LABU SIAM (Sechium edule Sw.) TERHADAP FUNGSI ORGAN GINJAL TIKUS PUTIH
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Agustini, Kurnia; Rahayu, Lestari; Sanfiany, Elly
    Ekstrak buah labu siam (Sechium edule Sw.) telah diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Untuk membuat obat alami yang berkualitas, perlu dilakukan pengujian keamanan dari formula obat alami antikolesterol yang mengandung ekstrak buah labu siam ini. Penelitian lanjutan ini dilakukan untuk mengetahui pemakaian jangka panjang formula ekstrak tersebut terhadap kerusakan fungsi ginjal pada tikus putih jantan dan betina yang terbagi dalam tiga kelompok (Kelompok normal, dosis dan pemulihan), dengan metode mengacu pada protokol WHO. Campuran ekstrak diberikan per-oral dalam tiga variasi dosis, yaitu 80 mg/200 gBB, 400 mg/200 gBB dan 2000 mg/200 gBB selama 16 minggu. Pada minggu ke 16 tikus diambil darahnya dan diautopsi untuk diambil organ ginjalnya. Sedangkan kelompok pemulihan dibiarkan selama 2 minggu tanpa perlakuan. Analisis kimia darah dilakukan pada minggu ke 0, 8, dan 16 (serta minggu ke 18 bagi kelompok pemulihan) dengan parameter kreatinin dan urea darah. Data diolah dengan uji ANAVA dua arah (a=0,05) dan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil menunjukkan bahwa campuran ekstrak pada ketiga dosis (pada kelompok dosis maupun pemulihan) tidak menyebabkan perbedaan yang bermakna (a=0,05) terhadap kadar urea dan kreatinin serta gambaran histopatologi ginjal tikus putih dengan waktu pemberian selama empat bulan.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback