Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Agus Kardinan"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Daya Tolak Ekstrak Tanaman Rosemary (Rosmarinus Officinalis) Terhadap Lalat (Musca Domestica) ; buletin litro vol xviii no 2, 2007 hlmn ; 170-176
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2007-01-01) Agus Kardinan
    Penelitian daya tolak ekstrak tanaman rosemary (Rosmarinus officinalis) terhadap la- lat Musca domestica telah dilakukan pada tahun 2006 di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) serta di IPB. Pembuat- an minyak atsiri (penyulingan) dan sediaan perlakuan yang akan diuji dilakukan di Balit- tro, sedangkan pengujiannya dilakukan di La- boratorium Parasitologi dan Entomologi Ke- sehatan, Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet Kedokteran Hewan, IPB. Penelitian dirancang dalam acak lengkap, 5 perlakuan berupa konsentrasi rosemary (20%; 10%; 5%; 2,5% dan 0%) dan 5 ulangan dengan meng- gunakan alat dan metode standar. Hasil pene- litian menunjukkan bahwa minyak atsiri rose- mary bersifat sebagai pengusir (repellent) lalat dan juga dapat mengakibatkan lalat jatuh (knock down) yang diamati pada menit ke 30 dan 60 setelah aplikasi. Pengaruh rosemary pada konsentrasi 2,5% hingga 20% terhadap lalat adalah terusir dan jatuh dengan kisaran efektifitasnya antara 12,7% hingga 42,6%. Kata kunci: Rosmarinus officinalis, Musca domestica, daya tolak
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Campuran Beberapa Jenis Minyak Nabati Terhadap Daya Tangkap Lalat Buah ; buletin litro vol xviii no 1,2007 hlmn ; 60-66
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2007-12-01) Agus Kardinan
    Penelitian pengaruh campuran bebe- rapa jenis minyak nabati terhadap daya tangkap lalat buah telah dilakukan di kebun jambu biji di Bogor pada tahun 2006. Penelitian menggu- nakan rancangan acak kelompok dengan dela- pan perlakuan dan diulang empat kali. Perla- kuan terdiri dari minyak nabati: (1) sawit, (2) pala, (3) kayu manis, (4) melaleuca, (5) mela- leuca + sawit (1:1), (6) melaleuca + pala (1:1), (7) melaleuca + kayu manis (1:1) dan (8) atrak- tan pembanding Hogy yang sudah beredar di pasaran. Minyak melaleuca yang dihasilkan da- ri penyulingan daun Melaleuca bracteata me- ngandung metil eugenol 80%, sedangkan Hogy mengandung metil eugenol 75%. Perlakuan de- ngan cara meneteskan minyak sebanyak 1 ml pada kapas yang diletakkan di dalam perang- kap lalat. Perangkap lalat dibuat dari botol mi- numan air mineral (600 ml) dan digantungkan pada pohon jambu biji setinggi sekitar 2 m di atas permukaan tanah. Pengamatan dilakukan setiap minggu selama empat minggu terhadap jumlah, jenis dan kelamin lalat buah yang ter- perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bah- wa minyak nabati pala dan sawit merupakan bahan yang baik untuk dicampurkan dengan minyak melaleuca, hal ini ditunjukkan oleh ha- sil tangkapan yang lebih baik bila dibanding- kan dengan atraktan pembanding Hogy, walau- pun kandungan metil eugenolnya (40%) lebih rendah dibanding Hogy (75%). Minyak nabati kayu manis merupakan bahan yang bersifat an- tagonis bila dicampur melaleuca, hal ini ditun- jukkan oleh hasil tangkapan yang rendah. Mi- nyak pala mampu berperan sebagai atraktan la- lat buah, walaupun daya tangkapnya rendah. Kata kunci: Minyak nabati, Bactrocera spp., daya tangkap
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pengendalian Lalat Bibit pada Jagung
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996) Agus Iqbal; Agus Kardinan; Harnoto
    Lalat bibit jagung, Atherigona sp. adalah salah satu organisme pengganggu yang dapat menyebabkan kematian tanaman jagung pada stadia bibit. Hama ini dapat dikendalikan dengan penggunaan varietas tahan, mulsa, tanam serentak, insektisida, dan musuh alami. Varietas/galur jagung yang diketahui tahan terhadap hama lalat bibit adalah Sadewa, Citanduy, Kalingga, Bayu, Pionir, Bredel, Lokal Tengah, Lokal Putih, P3-G10 (24F) TB, P4-G10 (15F), 1-1-3-1 (3), 43-3-1-1-1 (107), 52-1-1-1 (130) dan 23-2-1-1-1 (60). Penggunaan mulsa sebanyak 6 t/ha dapat menekan serangan organisme pengganggu ini. Beberapa bahan mulsa yang dapat digunakan adalah jerami padi, glirisidia, kaliandra, dan alang- alang. Penggunaan insektisida untuk pengendalian lalat bibit jagung dapat dilakukan dengan cara semprot, perawatan benih, dan melalui tanah (ditugal). Insektisida semprot yang efektif adalah monokrotofos dan isoxathion dengan konsentrasi 4 cc/l air, diaplikasikan pada saat tanaman berumur 7 hari setelah tanam (hst). Melalui perawatan benih, insektisida yang efektif adalah karbosulfan, furathiokarb, dan thiodikarb dengan dosis 15 g/kg benih. Insektisida karbofuran dengan dosis 0,12 kg b.a/ha efektif bila diaplikasikan melalui tanah.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback